Kalau kita bertanya kepada anak kecil, ” kamu kalau uda gede mau jadi apa?” Kebayakan mereka akan menjawab ” Dokter, guru, pilot, dll” Hm.. rasa-rasanay ga ada tuh yang bercita-cita jadi penulis. Apalagi untuk di Indonesia, jaman dulu, kayaknya ya penulis itu kaga dianggep. Kalau sekarang? ya.. lumayan lah! minimal sudah mulai digembar-gemborkan oleh sang Motivator, speaker dan trainer dan juga writer ,Andrias harefa. yang kalau mau ikut seminarnya kudu bayar jutaan rupiah.
Diantara teman-temanku saja, rasanya hanya aku yang punya impian jadi penulis. Well, tapi ga malu tuh! Walaupun sekarang masih tergolong penulis pemula, tetapi puji Tuhan tulisanku sudah menjadi berkat bagi banyak orang. Ya.. temanku pernah menguatkan aku saat aku sedang berkeluh kesah. Koko uda jadi manager, dede uda jadi supervisor. lah gue kok masih jadi staff kaga jelas gini? Punya kemampuan, tapi serasa diabaikan, tidak dihargai dan terpenjara. Mau keluar, tapi Tuhan suru aku untuk bertahan. Hiks! kadang sedih, rasanya mirip kayak Yusuf yang ada dipenjara yang terlupakan oleh sang juru minum raja. Yaaa… ga separah itu sih! tetapi kalau cerita ke orang lain, rasanya sedih aja. Tetapi temanku bilang, ya mungkin dengan seperti ini aku bisa menjadi penulis. Dan dengan dimuatnya tulisanku di Renungan Harian, itu sudah menjadi berkat buat ratusan ribuan orang di seluruh Indonesia. ya.. itulah yang menguatkan aku. meskipun secara materi, aku ga berkelimpahan , tetapi juga tidak berkekurangan tuh! Walaupun penghasilan dari menulis belum bisa menghidupi diri sendiri, ya tetapi juga sudah menjadi berkat.
Bersyukur juga Pak Riand sering kasih aku tips-tips dalam menulis. Seperti, kalau kemana-mana selalu kantongin kertas dan pulpen. Entar kalau ada ide mendadak langsung ditulis. Well, aku baca pengalaman para penulis juga seperti itu. Tapi ya.. mungkin karena aku ini penulis pemula, kebiasaanya beda sendiri. Aku ga pernah kemana-mana bawa catatan. Sebenarnya aku juga punya waktu sedikit sekali untuk menulis. makanya yang sering terjadi adalah justru ada ide/ gagasan/ permasalah yang selalu ada di otakku berhari-hari dan tidak bisa hilang. lagi jalan di mal, kok kepikiran. Lagi naik motor, lagi mandi, lagi makan, dll kepikiran terus. uda mirip kayak orang lagi jatuh cinta. wakakak. Memang aneh, itu ide malah ga ilang-ilang. Sangat menggangu mirip nyamuk yang sedang mengerumuni kepala. Berisik banget!!. hahahah.. wah, ini harus ditulis baru ilang. Yup. setelah ditulis akhirnya ilang dari otak. uahahahahah akhirnya bisa tenang. Well, kalau pak Riand bilang ” mungkin itu titipan Tuhan” hahaha.. may be..
Hmm.. kadang ada ide, ga punya waktu untuk nulis. Kadang punya waktu, eh.. ga ada ide. duh, susah juga yach! well, mau ikut seminar, ga rela ngeluarin duitnya. hahah.. abisnya mahal buanget!!… Trus gimana? ya otodidak lah! dari dulu juga belajar dan berlatih sendiri. Kalau ini kehendak Tuhan, Tuhan pasti menambahkan hikmat.
Trus, apa yang membuat saya mau jadi penulis? Well, ga tau. mungkin dari lahir uda senang dengan seni. Eits, senang bukan berarti ahli ya. daku senang bernyanyi, tapi butuh waktu bertahun-tahun untuk melatih suara supaya ga fals. hahah.. Trus, kenapa menulis? ya.. senang saja menjadi berkat buat orang lain. dan tulisan itu abadi kok. kalau ga ada yang mau nyimpan tulisan gua, ya gua simpan sendiri buat warisan anak cucu. heheh.. Tulisan itu akan merekam semua pengalaman dan pemikiran kita. Aku sendiri pernah dikuatkan oleh tulisanku sendiri. lucu yach! Tapi itulah kenyataannya. bukankah kita ini rapuh dan mudah lupa? Tulisan akan mengingatkan kita pada apa yang pernah kita mengerti.
Dengan menulis, juga dapat memberikan jawaban saat pikiran kita menjadi kusut. ini pernah aku alamin. Awalnya sih cuma tulis diary, buat curhat aja. lagi mumet, sedih, ga tau harus bagaimana. Tetapi setelah menulis semua yang ada dikepala, eh.. akhirnya jadi menemukan jawabannya, apa yang harus aku lakukan.
Well, sebenarnya menulis itu punya banyak kegunaan. Banyak orang mau menulis biar kaya, biar terkenal, dll. kalau kamu tanya padaku, ngapain aku menulis? Ya.. hanya ingin menjadi berkat sih. Membagikan apa yang aku alami. tetapi lebih daripada itu, bagiku menulis adalah panggilan dari Tuhan. Ya.. karena impian ini tidak pernah padam bahkan setelah melewati sepuluh tahun.