Waktu aku terima sms dari Evi, yang meminta aku untuk membawakan renungan di jogging PERSPEKTIF di pantai Ancol, jujur aja agak ragu. Soalnya uda lama banget engga bawain renungan. Terakhir bawain renungan itu di PD CF. itupun hanya diminta sharing pelayanan. Walaupun jujur aja saat itu aku jadi bingung sih, karena pengalaman pribadi hanya bisa dijadikan contoh atau kesaksian tetapi bukan jadi pedoman. Karena pengalaman itu sifatnya subyektif. Tapi mungkin terbentur karena daku bukan lulusan STT, jadi tidak diperbolehkan. Ya sudah lah.. terima saja dengan senang hati.
Teringat minggu lalu. Entah bercanda ataukah serius. Hendra mengatakan Kak Sam takut kalau dia terlambat datang kotbah di PERSPEKTIF karena pinpin sesi di puncak, berangkat dari sana jam 2. Jadi, kalau terlambat, katanya minta Vonny saja yang membawakan. Ueee…. Bercanda kau! “ Tapi Kak Sam yang bilang gitu loh!”, kata Hendra. “ Ogah.. ga mau. Minta ci Angel saja yang gantiin! Kenapa harus gua?!” Eh, keesokan harinya Kak Sam bicara hal yang sama di YM. Hahhahaha. Gubrak! Kata Kak Sam, “ Hendra uda setuju kok!”
“ Engga mau.. ya engga mau… gua mana bisa berkotbah! Gua bisanya nulis”
“ Eh, ya uda tulis saja yang mau kamu kotbahkan. Nanti tinggal dibaca”
“ wakakakkaka emangnya mau baca puisi? Entar yang ada pada ngakak semua, bukan dengerin kotbah”
“ Hei, jangan membatasi pekerjaan Roh Kudus”
“ tapi ga mau … Hendra bilang entar Ci Angel kok yang gantiin Kak Sam kalau telat”
“ Ya sudah.”
Pada akhirnya Kak Sam berjuang untuk datang ke PERSPEKTIF on time dan tetap menyampaikan kotbahnya.
Tapi satu hal yang membuat aku berfikir. Kenapa ya, kok akhir-akhir ini beberapa minta aku membawakan renungan? Jimmy juga minta aku bawain kotbah di persekutuan remaja di Sungai Tiram. Tapi untuk itu sepertinya aku juga belum siap. Ada masalah transportasi juga sih. Karena persekutuannya diadakan malam, dan tidak disedian transport dari gereja, padahal daerah itu termasuk rawan. Hahah.. jadi serem bo.
Tapi untuk tawaran ketiga ini, rasanya tak ada alasan bagi aku untuk menolak. Toh dibawakan di lingkup teman-teman sendiri, dalam suasana informal. Ya.. sudah iyakan saja. Dan mulailah aku persiapan. Hari Selasa aku mulai mengetik bahan renungan yang ingin aku sampaikan.
Hari minggu, aku dan AKKku ngobrol di artha gading lama banget, sampai dirumah uda jam 9 malem. Menjelang mau tidur, ga bisa tidur. Tegang bo! Aku mencoba membaca dengan bersuara apa yang sudah aku ketik. Trus, mama masuk ke kamar. “ kenapa?”
“ ha…? “ malah gua yang bingung. “ oh, engga Vonny lagi membaca aja”
“ kirain ngomong apa.”
Hahahah jadi salting gini…
Malam itu aku sudah berbaring di ranjang. Tetapi otakku terus berfikir. Ada banyak hal mulai terlintas di kepala. Akhirnya tidur tidak nyenyak. Entah sampai jam berapa baru bisa tidur.
Keesokan harinya, harus bagun jam 4 pagi. Kalau biasanya susah bangun pagi, kali ini langsung segar. ya, tegang gini abisnya. Pagi itu Yudi masih bertanya, “ Von, gimana persiapannya?” “ hahah… tegang, ga bisa tidur !” Yudy malah bialng, “ Bagus. Bagus” ye.. ga bisa tidur kok dibilang bagus, guman saya dalam hati.
Pagi itu kami jogging bersama di Ancol. Well, bisa lari pagi, dan menyaksikan pemandangan sunrise yang indah. Tidak dapat menahan untuk memuji Tuhan. Ga perduli di samping g yang lari agamanya apa, but I very enjoy it. Sambil lari juga sambil mikir. Mikirin ilutrasi renungan nanti. Mikir en terus mikir. Jadilah bahan renungan yang lebih kompleks dari pada yang dipersiapkan. Hahahah.. malah ga sempat lagi untuk menulis kerangkanya secara sistematis. Benar-benar pasrah dah ma Tuhan.
Sebenarnya ada ketakutan lain dalam diri aku. Teringat saat kebersamaan pengurus CF di pantai Ancol juga. Saat itu kita yang tadinya membayangkan akan enak banget bisa sate bareng di pantai dengan suasana yang berbeda, malahan harus menemui kenyataan bahwa ternyata disana berisik! Lagi serius dengerin Pak Riand menyampaikan FT, eh bentar-bentar ada yang ganggu “ naik perahunya pak! Mumpung anginnya bagus!” “ tidak terima kasih “ “Sewa tikernya! “ ya ilah berisik banget nih orang. Berulang kali bilang ga mau, malah di tanyain terus! Capek dech!
Saat itu aku bilang sama salah satu pengurus, tolong bantu doakan supaya saat nanti kita sate, ga ada abang-abang yang nawarin tiker ataupun perahu. Berisik bo! Mana bisa khusuk.
Tibalah waktunya. Saat kita mulai gelar koran, beneran, ada yang tawarin naik perahu. Lalu kita tolak. Aku berdoa, “ Tuhan tolong, supaya dia jangan tawarin perahu lagi, jangan ada yang tawarin sewa tikar atau apalah” Dan puji Tuhan saat aku menyampaikan renungan, benar tidak ada yang menawarkan perahu atau tikar. Wah, puji Tuhan banget!
Sebenarnya mau mulai juga tegang. Duh gimana bukanya ya? Tapi puji Tuhan, diluar dugaan aku, teman-teman resposif banget. Aku nanya, mereka mau jawab. Aku mulai menjelaskan mereka menganguk-ngangguk. Jadi bingung, ini kalau uda pada ngerti semua gua ga usa menjelaskan panjang dan lebar dong.Hahahaha.. belum lagi yang kacaunya, uda sampaikan penutup , eh kepikiran ada point yang ketinggalan. Akhirnya balik lagi. Trus uda gitu kan jadinya bingung. Gimana nutupnya? Lah tadikan uda disampaikan penutupnya. Ya uda sedikit diulang dengan versi yang aga berbeda. hahhaaha. Kacau!
Haa.. lega.. akhirnya bisa juga. Dan selesai juga. Pulang mandi trus bobo lagi. Kali ini tidur dengan nyenyak. Uaaaaaaaa senaaaaangnya…………zzzzzzzzzzz…
Sedikit berbincang dengan Sugi. Yup. Kita bersyukur banget kalau waktu kita remaja dulu ada Lause Linda dan Ko Dicky yang mempercayakan dan melatih kita untuk membawa renungan. Hasilnya kita bertiga, Sandy, Sugi dan aku mulai terlatih membawakan renungan. Walaupun memang dari kita bertiga, aku yang saat itu paling lemah. Wakakakak. Ga napa sih. Masing-masing kan punya karunianya sendiri. Tapi beryukur banget karena mendapatkan kesempatan ini. Jujur kangen juga dengan masa-masa itu. Karena tidak semua orang mendapatkannya. Kita orang awam dipercayakan untuk membawakan pelayanan mimbar. Ya.. walaupun kecil-kecilan sih. Sugi sendiri sampai terus membawakan ke kampus en gereja lain. Sandy juga yang aktif banget di kampus. Lah.. dulu kan belajar PA juga salah satunya dengan Sandy, belajarnya juga barengan ama AKK gua, Chika en Shy . Wakakak.. Thx anyway