Hari ini saya mencoba untuk melihat goresan kisah dalam kehidupanku. Jejak-jejak kaki bersama dengan Tuhan dalam menapaki kehidupan ini. Teringat saat saya menangis dan mengatakan “Tuhan, imanku terlalu kecil untuk melangkah”. Dan akhirnya saya sadar, ada begitu banyak peristiwa yang Tuhan ijinkan untuk melatih saya untuk lebih beriman lagi.
Dalam waktu 2 bulan terakhir ini, saya berusaha kembali memulihkan hubungan saya dengan Tuhan yang tadinya mulai jauh. Butuh waktu yang tidak sebentar untuk memulihkannya kembali. namun saya menyadari bahwa Tuhan jauh merindukan saya daripada saya merindukan Dia.
“Carilah Tuhan, selagi Ia berkenan untuk ditemui.”
” Carilah, maka kamu akan mendapatkan”
Kalau saya bilang saya sedang mencari wajah TUhan, mungkin kamu akan bingung. Lho, Vonny kok bisa begitu? Tapi itulah yang saya lakukan. Saya mencari Dia dan Dia terlebih dahulu menangkap saya. Berkali-kali Tuhan menyatakan kasih-Nya lewat hal-hal kecil yang tidak saya duga. hanya untuk membuktikan bahwa Dia tidak pernah meninggalkan saya dan terus mengasihi saya.
Entah sudah berapa lama saya hidup dalam pemberontakan. Waktu Tuhan minta saya ke kanan, saya maunya ke kiri. Walaupun sampai akhirnya ke kanan juga sambil bercucuran airmata dan ngedumel. (Welleh! mirip banget ma Yunus, untungnya ga dimakan ikan. wakakkaak) Saya ingat Pak Riand pernah bilang, ” Vonny, kamau jangan terus-terusan melawan” Saya hanya terdiam. Mungkin saat itu saya juga bergumul, saya tahu darimana Tuhan mau saya ke kanan? ya dengan cara, saya lawan. kalau ga bisa, ya berarti itu kehendak Tuhan dan bukan kehendak saya. hahahahahha.. Buandel bangeet..!!!
Perlahan namun pasti, saya mulai peka dengan kehendak Tuhan. Dalam kondisi seperti inilah, saya sampai saat ini belajar untuk taat. Terakhir ini pun ada satu keputusan yang saya ambil dengan iman. ketika mungkin orang geleng-geleng kepala (kalau tahu pergumulan komplitku). Saya hanya bisa bilang, saya hanya mau taat, walaupun saya tidak mengerti.
Belajar untuk berserah itu juga tidak mudah. Selama ini saya tidak berserah, tapi nyerah.. Bedanya apa ya? Pak Riand bilang satu kalimat yang bagus, ” dalam berserah ada ketaatan, sedangkan dalam menyerah ada pemberontakan” duh.duh.duh.. lagi2 saya memberontak…huhuhu.. Tapi ketika saya merenungkan, semua itu benar. Ketika saya tidak mengerti pada apa yang saya lihat didepan mata. Saat rasanya tidak mampu lagi untuk bertahan, ya pilihan paling mudah adalah menyerah…
Saya menyerah.. tapi Tuhan tidak pernah menyerah terhadap saya. Dia panggil saya kembali dan meyakinkan betapa Dia mengasihi saya. Dia mengutus beberapa orang untuk menguatkan saya, juga memarahi saya. huhuhu…. ” Sampai kapan mau lari? Sampai kapan mau kabur terus? jika Tuhan memperhadapkan kamu pada situasi yang sama, itu berarti ada yang harus kamu hadapi dan menangkan. Selama kamu tidak berhasil, situasi yang sama terus datang” Begitulah tegoran keras dari Bang Sam yang membuat saya terhenyak. Bukan perkara mudah untuk menghadapi hantu dalam pikiran sendiri. Hmm.. mungkin lebih asyik kalau saya bilang kayak judul film , ” Facing the Giant” Seperti Daud yang mengahadapi Goliat dengan nama Tuhan semesta langit, bukan dengan pedang. Artinya saya harus menghadapai semua bukan dengan kuat gagah saya, tapi dengan kekuatan dari Tuhan semesta alam.
Ketika saya bilang saya mau taat, jujur masih takutnya bukan main menghadapi detik-detik itu. Tapi baiknya TUhan itu, saat kita bilang kita mau taat, Tuhan benar2 memampukan kita dan beri kita hikmat dan kekuatan. Sebuah sukacita yang saya tuai ketika saya taat. Walaupun jalan didepan tidak menampak, saya hanya bisa bilang saya berjalan dengan iman. Hmm…. iman kenapa? Ga tahu, Tuhan suruh saya untuk melangkah, ya lakukan saja. Ga banyak nanya lagi.
Ya…. sebuah perjalanan untuk mendewasakan iman yang terus Tuhan latih dalam kehidupan saya. Dan pada akhir-akhir inipun saya sangat menikmati waktu-waktu saya bersama dengan Tuhan. Sesuatu yang dulu pernah saya alami, tapi hilang ditelan kesibukan. Sesungguhnya saat yang terindah ketika kita berada dalam persekutuan dengan Dia. Sungguh ini yang membuat hidup lebih hidup. Eits.. jangan berfikir, lantas saya kerjaannya di kamar terus doa terus en baca Alkitab terus ga keluar2. hahaha.. saat-saat itu tentu ada, dan terus saya perbaiki. Tapi ketika saya menjalani semua dengan Tuhan dalam hadirat Dia, itu yang membuat semuanya menjadi indah. Termasuk menikmati anugrah bersama-sama dengan Dia.
Apa salah menikmati makanan enak? tentu Tidak! dan makanan itu menjadi jauh lebih enak kekita kita menikmatinya bersama dengan Tuhan. Termasuk fitnes bareng ma Tuhan. hahahah.. uda lama ga OR bener2 kayak orang uda tua jantungnya. Bayangin, bisa fitnes sambil worship dan doa syafaat ditengah hingar bingarnya musik… ehhehe. Kalau biasanya kita bilang jangan sampai kesenangan dunia jadi berhala kita. Sepertinya kita disuruh pilih, Tuhan atau kesenangan dunia? Hmm.. itu benar, jika kesenangan itu sesuatu yang Tuhan juga tidak suka.Tapi ada banyak anugrah umum Tuhan yang menyenangkan dan itu tidak salah kok! Kan pemberian Tuhan. Karena itu, nikmatilah setiap anugrah (makanan, aktivitas, berelasi, dll) bersama dengan Tuhan dan dalam hadirat Tuhan. Dijamin, semuanya jauh lebih indah. ga percaya? cobain aja! (cie.. kayaknya gua cocok juga jadi marketing! ^ ^)
(Tunggu, sebelum ada yang berkomentar ” Taat apa ya von? jadi HT? wakakakak saya kasih jawaban dulu ya, ” bukan itu say!” ” lalu apa dunk?” “Ada dueeehh!!…^ ^ “)
