The Diary of God’ Love

Just another WordPress.com weblog

Worthy Is The Lamb Juli 27, 2009

Diarsipkan di bawah: love, song — vonnythay @ 05:30

 

Sebuah pujian yang indah. Semoga kita boleh terus mengingat akan kasih Than yang terbesar untuk kita sehingga kita boleh hidup berpadanan dengan Injil.

 

Thank You for the cross, Lord

Thank You for the price You Paid

Bearing all my sin and shame

In love You came, gave amazing grace

 

Thank you for this love, Lord

Thank you for the nail pieced hand

Wash me in Your cleansing flow

Now all I know, Your forgiveness and embrace

 

Worthy is the lamb

Seated on the throne

Crown You now with many crowns

You Reign victorious

 

High and lifted up

Jesus Son Of God

The darling of heaven Crucified

Worthy is the Lamb

Worthy is the Lamb

 

When i surrender Juli 25, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 08:28

Minggu ini benar-benar terasa begitu padat. Well. saat ini aja aku masih di kantor. Biasanya hari sabtu pulang jam 12.00 sekarang uda jam 15:16 masih juga di kantor en sendirian. huhuhu….  tapi ya.. coba di bawa enjoy aja.

Pengalaman kemarin sih yang membuat saya amaze ma Tuhan. Betapa tidak, tadinya saya berfikir sepertinya minggu ini tidak akan bisa tulis apapun. Setiap malam ke greja. Besok aja nyanyi full di KU1-3. Tapi malam itu sempat terpikir, sebenarnya ada begitu banyak orang-orang yang biasa tapi dipakai Tuhan luar biasa ketika dia menyerahkan diri dalam tangan Tuhan. Hmm.. memang sih, selama saya terus-terusan berontak ma Tuhan. makanya capek juga, Tuhan juga capek kali ya? heheh ni anak susah diaturnya. Dan malam itu aku berkata pada Tuhan, Tuhan aku mau belajar menyerahkan diri total. Supaya Tuhan bisa leluasa memakai saya. Dan keesokan harinya sesuatu yang amaze terjadi

Pagi itu seperti biasa ssya bangun tergesa-gesa karena telat. Tapi masih diusahakan sate dulu sebelum pergi kantor. Saya memabca Filipi 1. En disitu Tuhan berbicara banyak. en terpikirkan beberapa pengalaman pribadi maupun pelayanan. Wah, jadi pengen nulis! heheheh.pagi itu langsung express di ketik. jam makan siang, draff renungan RH uda langsung dikirim. uaaa.. ini benar-benar express. belum pernah kayak gini. Yang membuat saya amaze, kok bisa ya saya nulis ditengah kesibukan yang kayak gini? hohoho semakin kagum ma Tuhan. en bener, tidak ada jalan lain untuk efektif didalam Tuhan, selain menyerahkan diri, supaya Tuhan bisa pakai dengan leluasa.

Disisi lain, semakin yakin, kalu memang menulis i ni adalah kehendak Tuhan. Well, buktinya, Tuhan benar-benar buka jalan. Saya yakin bahwa setiap kita, didesign khusus oleh Tuhan untuk tujuan khusus. Dan tidak ada yang lebih indah selain kembali dan menjalani hidup ini sesuai dengan apa yang Tuhan mau.

 

God’s plan in me Juli 20, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 11:38

Siapa sih yang ga kenal Rasul Paulus, seorang rasul yang menulis sebagian besar kitab di Perjanjian BAru? Seorang yang mendirikan jemaat di berbagai kota, yang rela menderita demi Kristus dan pada akhirnya mati demi Kristus.

Kalau kita melihat pelayanan Paulus, kita akan terkagum-kagum dengan doktrinnya yng kuat di kitab Roma, tentang kasihnya yang besar pada jemaat  dan anak didikannya, tentang gigihnya dia dalam penginjilan dan betapa dia rela menjadi apaun agar dapat memenangkan banyak jiwa bagi Yesus. Tuhan memakai dia dengan luar biasa, dan inilah uniknya, Tuhan tidak menyia-nyiakan sekecil apapun yang menjadi backgound Paulus. Dimulai dari latarbelakang gurunya yang kuat dalam pengajaran, tapi juga punya latar belakang liberalis, artinya dia percaya Tuahn juga punya rencana keselamatan bagi kaum ” kafir” (non yahudi). inilah yang membuat Paulus dipakai Tuhan untuk menjadi rasul bagi non Yahudi. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Seperti kewarganegaraannya yang double, pemahamannya pada filsafat yunani, dll. Tidak ada satupun yang tidak dipakai oleh Tuhan.

………………………..

…………………

Saat ini,saya baru saja pulang raker PERSPEKTIF di puncak. pada saat makan siang terakhir, saya berbincang dengan Ko Hendra Nathan,seorang majelis. Bincang punya bincang, saya bercerita tentang teman2 saya yang Kharismatik yang mengalami pemulihan luar biasa dari Tuhan, dan saya juga menceritakan tentang pergumulan saya di PWG (Pembinaan Warga Greja) agar menyelengarakan pembinaan pemulihan di Komisi Remaja. Trus Ko Hendra bilang, iya kamu sudah punya background seperti itu. dan kamu juga juga sudah menyaring doktrin dengan baik. dan Tuhan bisa pakai itu. ” jeder!” hhahahah jadi teringat masa kuliah dulu. saya pernah bilang pada lause Linda Pradono (Pemimpin KK saya)” kenapa ya, Tuhan ijinkan saya sekolah di Katolik, punya temen2 dari Kharismatik, kuliah di Ibbi yang persekutuannya juga Kharismatik, tapi saya dibesarkan di GKY yang Injili? spertinya Tuhan sedang mempersiapkan saya untuk sesuatu, yang tidak saya ketahui”   Tapi pernyataan Ko Hendra itu membuat saya kembali meyakini, bahwa sesungguhnya dalan hidup kita tidak ada sejengkal pun yang “kebetulan”. Dan Tuhan bisa pakai apapun yang menjadi background kita, entah itu baik atau tidak, untuk tujuan Tuhan yang baik.  Akhirnya ada sedikit gambaran apa yang ingin saya kerjakan untuk pelayanan di PWG, tentu jika memang Tuhan mengijinkan. Kerinduan ini muncul dari perenungan akan masalah yang dihadapi oleh teman2 ku.

Well, ya kan Tuhan desaign saya jadi orang melankolis, makanya jadi suka merenung. hehehe di puncak aja, saya ditanyain beberapa kali ” von, kok nyendiri? von, kok melamun?” hahahah orang melo emang gini! ci Angel bilang, ” wah pulang dari puncak kayaknya banyak nich yang mau ditulis” heheheh “tahu aja!” Lihat, Tuhan juga memakai temperamen saya yang melo ini juga untuk pelayanan khusus. heheh ga ada yang sia-sia kan?

So be your self! jadilah diri sendiri, terimalah apapun yang menjadi bagian dari hidup kita. Well, kecuali sifat-sifat jelek kita yang harus diubahkan, itu mah harus dibuang. Tapi apa pun yang jadi masa lalu kita, Tuhan bisa pakai itu untuk pelayanan khusus dan menjadi berkat untuk orang lain. Apapun yang menjadi temperamen kita, mau itu melankolis, sanguin, kolerik, atau flegmatik atau campuran yang ga jelas sekalipun, Tuhan bisa pakai dengan indah kok! Tiada yang lebih indah ketika kita menjadi diri sendiri dan menyerahkan diri didalam tangan Tuhan. Sebab Dia yang telah mendesign kita, biarlah Tuhan sendiri yang menggenapi remcana-Nya dalam hidup kita dan memakai kita untuk menggenapi rencan-Nya yang indah.Amin

———————————-

———————-

Hari ini Tuhan mengingatkan saya pada banyak hal. Ketika tawaran pelayanan begitu banyak, saya sempat sombong dalam hati ” gile, gue high demanded nich” Tapi sate pagi ini menyadarkan, i’m nothing. Jika Tuhan pakai saya itu karena kemurahan  Tuhan. dan Tuhan ingin agar saya lakukan semua dengan dasar kasih saya pada Tuhan. Huhuhu bertobat lagi dah! jadi kembali merenung, jika saya jawab panggilan pelayanan kedepan itu bukan karena tuntutan, bukan karena ga ada orang, tapi biarlah itu sebagai wujud kasih saya pada Tuhan. Hanya kekuatan dan kasih setia Tuhan sajalah yang sanggup menopang saya dan terus hidup dalam hadirat-Nya. saya harus menjaga hubungan pribadi saya dengan Tuhan, supaya ga kelepasan ngaconya. hahahah. God’s please Help me be ,what You want me to be.

 

In God’s Hand Juli 12, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 09:00

Saya tahu tak semua hal yang saya inginkan akan saya dapatkan. Tapi saya belajar satu hal, yaitu hidup berpadanan denagn Tuhan. Well, sebuah perjalanan panjang untuk dapat belajar percaya penuh pada  Tuhan. Mungkin kalian bertanya, ” gile von, yang bener aja? lu uda berapa tahun jadi orang Kristen?”  Hahhahah emang uda lama banget. Tapi yang saya maksud bukan hanya sekedar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruslamat loh! Tapi percaya bahwa jalan yang Tuhan pilih itu baik buat saya. Belajar percaya bahwa TUhan itu tetep baik di saat-saat sulit saya. Belajar percaya, meskipun saya tak melihat apa-apa di depan mata. Belajar percaya meskipun kenyataan didepan mata bertolak belakang dengan apa yang Tuhan janjikan. Dan disitulah saya belajar untuk berserah dalam ketenangan. Tenang karena saya tahu, hidup saya dalam pemeliharaan Bapa.

Walaupun sejujurnya, ada begitu banyak suara miring yang mencoba membuat saya panik dan goyah. Kadang2 suara itu bisa dari teman-teman sekeliling saya. Tapi dengan melihat kebelakang, melihat jejak penyertaan Tuhan dalam hidup saya, itu yang membuat hati ini kembali jadi tenang.

Mengingat kasih setia Tuhan itu sangat penting. itu juga yang dilakukan oleh bangsa Israel. Setiap tahun mereka merayakan Paskah, untuk mengingat Tuhan membebaskan mereka dari penjajahan Mesir. Mereka membacakan kitab Ester, pada bulan tertentu untuk mengenang akan kasih Tuhan yang meluputkan mereka dari pembantaian. Dan kini kita juga mengadakan perjamuan kudus, untuk mengingat pengorbanan Kristus untuk kita.

Sebaliknya, ketika bangsa Israel bersungut-sungut di padang pasir, padahal baru saja mereka menyaksikan banyak mujizat dan penyertaan Tuhan. Tapi begitu ketemu masalah uda mulai bersungut-sungut alias ga percaya kalau Tuhan akan tolong mereka.  Tuhan Yesus juga menegur para muridnya yang takut binasa karena badai, padahal mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus mengadakan mujizat. Dan kesamaan respon Tuhan adalah Tuhan marah!

Guys, jangan sampai ya Tuhan marah ma kita karena iman kita mandeg, ga bertumbuh, terus-terusan meragukan Tuhan padahal sudah begitu banyak hal yang Tuhan tunjukan penyertaan-Nya dalam kehidupan kita.

Akhir-akhir ini saya mulai bergumul bukan hanya dengan masalah pribadi saya, tapi juga masalah pribadi orang-orang disekeliling saya. jujur saja kadang saya merasa sedih, dan saya tahu Tuhan jauh lebih sabar daripada saya. untungnya saya bukan Tuhan hahahahha kalau engga bisa kacau. Tapi saya belajar menyerahkan semuanya dalam tangan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak dapat saya lakukan, tapi Tuhan dapat. Saya tidak dapat merubah  hati seseorang, tapi Tuhan sanggup rubahkan. Saya tidak dapat memberikan jalan keluar, tapi Tuhan sangat bisa. Jika anda bertanya mengapa saya begitu bertekun dalam doa, hanya ini jawaban saya. Karena saya mengasihi mereka dan saya tahu Tuhan terlebih lagi mengasihi mereka. Saya sendiri dapat berdiri segabaimana adanya saya saat ini, itupun karena doa-doa orang2 yang mengasihi saya, terutama disaat-saat sulit saya. saya telah menyaksikan kemurahan Tuhan dan kuasa Tuhan  dalam doa. Karena itu kini sayapun berdoa.

 

Suami Rohani??? Juli 11, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — vonnythay @ 04:38

Entah sudah berapa kali saya mendengar orang yang bercerita tentang peran papanya yang menuntun mereka, seperti, “ papa saya memberi teladan bagaimana memanage waktu anatra pekerjaan, pelayanan dan keluarga”, atau “ ya dia punya papa yang membimbing dia saat dia mengalami masalah”, dll

Hahahahah kadang rasanya iri dech! Abisnya kan aku dibesarkan di keluarga yang tadinya bukan Kristen. Boro-boro dapet teladan bagaimana memanage waktu antara pekerjaan, pelayanan dan keluarga, yang ada kalau kebanyakan pelayanan kena omelan ”ke greja ngapain aja sih? Orang tuh ya ke greja cuma seminggu sekali. Kamu itu bisa ke greja seminggu 3-4 kali” atau “ liat tuh muka jadi jerawatan. Makanya sibuk terus sih di greja, jadi ga rawat muka” waduh, tentang jerawat mah, mau dirawat gimana ya? 24 jam? Kayaknya biasa aja. Lah wong turunan jerawatan juga. Hahahah.. Belum lagi kalau ada keputusan2 yang lain. Kadang aku bersikekeh dengan pendirianku. Ngotot nolak sampe nangis, huhuhuh mau dijelasin sampe mulut berbusa juga percuma, lah kan blue printnya berbeda. Aku pakai prinsip Alkitab, mereka bukan. Tak jarang dulu sering banget merasa kesepian dalam keluarga sendiri. Huhu napa juga g yang beda sendiri? Kadang rasanya begitu lelah, sendirian berdoa untuk keluarga, sendirian ke greja, sendirian yang punya prinsip hidup berbeda….

Ya.. tapi puji Tuhan, semua sudah berlalu. Sekarang, papa uda ga pernah ngomel kalau aku pelayanan. Tak jarang kami sering ngobrol, mengenang kasih setia Tuhan dalam keluarga kami. Hehehhe.. Ya.. memang indah kalau semuanya dalam anugrah Tuhan.

Tapi pengalaman ini membuat aku semakin yakin untuk ga sembarangan ambil keputusan tentang pasangan hidup. Aku tahu gimana rasanya kesepian dalam keluarga sendiri. Dan aku tidak mau hal itu terulang di keluarga yang akan ku bangun nanti. Untungnya walaupun dulu papa dan mama bukan Kristen, tapi masih ada papa dan mama rohani yang terus membimbing dan mendoakan aku. Lah, kalau entar suamiku bukan orang Kristen,. Masa mau cari suami rohani? kan kacau!

A_007