Menantikan Tuhan


Tuhan jauh lebih mengingat apa yang kita doakan, daripada kita sendiri. dan jika impian kita sejalan dengan kehendakNya, Tuhan akan mempersiapkan kita dan membuka jalan hanya ketika waktuNya telah tiba.

Ketika Pdt. Stephen Tong menantang pemuda untuk menyerakan talentanya untuk menggarami dan mewarnai dunia, yang terlintas dalam pikiranku hanyalah kemampuan menulisku. yaa… walaupun saat itu belum ada pengakuan berarti dari sesama, tapi sebenarnya guru agamaku telah menanamkannya dalam benakku.

Sepuluh tahun belajar dan bekerja sebagai accounting finance, membuat aku semakin menyadari bahwa ini bukanlah duniaku. Sedangkan impianku menjadi penulis tidak pernah padam. Dimulai dari menulis artikle untuk teman-teman, menulis blog dan akhirnya puji Tuhan ditahun ini tulisanku mulai dipublish.

Di january 2009 artikle ku dimuat di disciple info, sebuah warta gerejaku. Tak kusangka Pak Riand mengajakku untuk menulis di Renungan Harian, dan akhirnya pada September 09 ini tulisanku di terbitkan.

Dan serkarang saat liburan Lebaran , thx God aku punya banyak waktu untuk menulis. walaupun pusing juga sih. ga semudah yang aku bayangkan. Uaaa… but, i don’t give up. Cia You!

Bukankah Tuhan sudah membukakan banyak kesempatan? Hmm.. akhir-akhir ini sering terkaget-kaget sih. Ga nyangka sih. tapi ketika Tuhan buka jalan, kita tetap harus berjuang dunk. Raihlah setiap kesempatan yang dibukakan. Well, tentu bukan dengan usaha sendiri, tetapi dengan pertolongan Tuhan.

Ketika ada pergumulan lain yang belum nampak tanda-tanda jalan terbuka, aku tetap tidak menyerah sih. Teringat pada semua pergumulanku yang Tuhan jawab lamaaaaaaaaaaaaa buangeeet. Butuh 10 tahun agar papa dan mama mau ke gerja dengan kemauan mereka sendiri. dan 2 tahun kemudian mereka baru dibabtis. Lalu 10 tahun juga waktu diperlukan Tuhan untuk semakin mengasah kemampuanku dalam menulis. Baru tahun ini ada perkembangan berarti dalam jalanku menuju menjadi penulis. Tapi masa butuh waktu 10 tahun untuk bergumul ttg hal lain?? waduh.. lama beneeer…

Bagi bangsa yahudi angka 10 itu berarti genap. Ya.. mungkin maksud Tuhan sudah genap waktunya. hohoho tapi kan ga udah angka “10 tahun” gitu. 10 bulan kek, 10 hari kek. (Kok, jadi ngatur Tuhan sih?)

tapi, bukankah segala sesuatu memang ada waktunya? Tuhan tidak pernah terburu-buru kok. Jangan berfikir bahwa cuma kita yang kepingin agar impian kita terwujud. Salah! Tuhan juga sangat menantikan waktu itu tiba. Coba baca di

Yesaya 30:18

Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukan kasihNya kepada kamu. sebab itu Dia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab Tuhan adalah Allah yang adil, berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia

Yup.. ayat ini juga yang menguatkan aku. Ketika aku menantikan Tuhan, sebenarnya Tuhan juga sedang menantikan waktunya untuk dapat memberikan apa yang Dia ingin berikan. Tuhan itu sayang banget kok ma kita. Dia tahu apa yang terbaik untuk kita. Dia tahu kapan waktu yang tepat untuk memberikannya. Karena itu berbahagialah mereka yang setia menantikan Tuhan. Sebab mereka akan menerima yang terbaik dari Tuhan. Menanti itu pekerjaan yang sulit.  tetapi menanti adalah bukti dari iman kita.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.