Resensi Buku- Miryam dari Magdala



Angela hunt, Glaria Graffa, 440 halaman. Sebuah Novel.

Miryam dari Magdala atau lebih kita kenal dengan nama Maria Magdalena adalah tokoh wanita yang kontroversial disepanjang sejarah kekristenan. Banyak orang yang menganggapnya sebagai istri dari Tuhan Yesus. Kebanyakan orang Kristen berpendapat bahwa Miryam dari Magdala ini adalah seorang wanita pelacur yang diampuni oleh Tuhan Yesus, bahkan termasuk Paus Gregory I-pun berpendapat demikian.

Namun Angela Hunt, penulis novel ratusan buku laris yang juga seorang pendeta kaum muda di Florida ini dapat dengan berani dan lantang menceritakan kehidupan Maria dari Magdala ini dengan kisah yang sama sekali berbeda dengan pandangan orang pada umumnya. Dengan mencantumkan 70 buku dalam daftar pustakanya, kita dapat memastikan bahwa khayalannya tentang Maria dari Magdala ini dilatar belakangi dengan alasan dan bukti yang cukup kuat. Meskipun demikian, ada beberapa detail dalam kisah ini yang murni adalah fiktif, termasuk beberapa tokoh fiksi yang dikisahkannya, seperti Atticus, Yaakov,dll. Meskipun demikian, tentu saja Angela Hunt berupaya kuat agar cerita ini tidak bertentangan dengan kebenaran Alkitab

Novel ini diterjemahkan dengan baik oleh Arie Saptaji yang juga adalah seorang penulis dan novelis Indonesia. Itu sebabnya untaian kata-kata dalam novel ini terasa begitu mengalir dan enak dibaca. Deskipsi yang baik akan akan suasana, tempat, dan budaya membuat anda serasa berada di Israel pada 2000 tahun yang lalu ketika membacanya. Angela Hunt bahkan mencantumkan beberapa kata yang menggunakan bahasa Ibrani dalam beberapa percakapan tokohnya dan tentu saja dicantumkan juga terjemahan artinya. Pemakaian kata-kata Ibrani ini menambah kekentalan suasana budaya Yahudi dalan novelnya. Hanya saja, Novel ini memakai ejaan nama-nama yang berbeda dengan ejaan yang dipakai oleh Alkitab terbitan LAI, sehingga kita mungkin agak bingung ketika membacanya di awal-awal, sebagai contoh: Abram ditulis dengan ejaan Avram, Namun, kita nanti juga akan terbiasa.

Angela Hunt memakai sudut pandang Miryam dari Magdala dan Atticus yang terbatas dalam menceritakan kisah ini. Hal ini tentu membuat kisah perjumpaannya dan kisah-kisah Tuhan Yesus diceritakan dengan segar karena dibahas dari sudut pandang yang berbeda dengan yang diceritakan di Alkitab, yaitu dari sisi Miryam. Disisi lain hal ini membuat beberapa kisah Tuhan Yesus tidak diceritakan dengan detail, karena sebagai murid perempuan, Miryam tidak selalu diajak ke pertemuan-pertemuan, khususnya dengan kedua belas murid.

Jika Anda adalah seorang pencinta novel, atau seorang yang senang Pendalaman Alkitab, anda pasti senang membaca Novel ini karena akan memberikan pandangan baru yang Alkitabiah tentang siapakah sesungguhnya wanita kontroversial yang benama Miryam dari Magdala atau Maria Magdalena ini.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.