My Great Parents
01 Jun 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Keluarga adalah sebuah tempat dimana seseorang dapat dikasihi dengan utuhnya meski dirinya tidaklah sempurna. Satu hal yang aku bersyukur adalah memiliki kedua orang tua yang begitu baik yang dalam ketidak sempuranaanya, tetap memberikan semua yang terbaik untuk keluarganya. Aku belajar banayk hal juga tentang keluarga dari kehidupan mereka. Sekalipun jalan yang ditempuh juga tidak mulus dan selalu indah, tetapi mereka saling mencintai dan setia hingga masa tua dalam segala situasi, baik kaya atau miskin, sehat atau sakit. Meski mereka tidak pernah mengucapkan janji nikah dihadapan Tuhan, tetapi mereka telah memberikan teladan kehidupan bagi kami anak-anaknya tentang arti sebuah keluarga yang seutuhnya. Terima kasih Tuhan untuk kedua orang tua yang luar biasa.
Berjalan bersama Dengan Tuhan
16 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Siang ini seorang teman bercerita tentang betapa pusingnya dia yang sedang menyusun skripsi. Semua itu membuat ingatan saya menjelajah masa silam. Sebuah perjalanan panjang yang luarbiasa yang Tuhan ijinkan saya alami, untuk semakin mengenal dan mengalami diri-Nya.
Teringat saat saya begiru tergiur untuk mengcopy sebuah skripsi dari universitas lain. Saat itu saya begitu taku jika saya tidak dapat menyelesaikan skripsi saya. Saya mendenagr begitu banyak pengalaman orang-orang yang tidak lulus-lulus karena skripsi. Saat saya hampir mengfotocopi skripsi itu, Tuhan menegur saya dengan keras lewat Firman yang disampaikan di mimbar, tentang takut akan Allah. Saya tidak dapat menahan airmata saya. Saya merasa Tuhan berbicara secara pribadi kepada saya. Sebuah pergumulan yang besar untuk taat, menyerahkan andalan saya (skripi orang lain) dan berjalan dalam ketaatan dengan tangan yang hampa. Puji Tuhan, pada akhirnya mengambil keputusan yang benar, untuk berjalan dalam ketaatan. Yang luarbiasnay terjadi, adalah akhirnya saya mengetahui bahwa topik itu sudah kebanyakan dan diblack list. hahahahha saya tertawa dalam hati. Saya menyadari bahwa itu ternyata hanyalah ujian bagi ketaatan saya.
Ketika memulai menyusun skripsi ada begitu banyak kendala yang harus dihadapi. Dimulai dari dosen pembimbing. Well, saat itu, dosen pembimbing yang saya mau malahan menolak saya dan meremehkan topik skripsi yang saya ambil. Katanya ” ga level!”
Saya begitu terperangah ketika membaca siapa yang menjadi dosen pembimbing uatama saya. Itu dosen sama sekali tidak pernah terlinatas dalam benak saya. Aduh.. napa harus dia?
permasalahan berikutnya tentang buku referensinya. Tadinya saya berpikir, tinggal minta bantuan ke teman saya yang kuliah di UI, pasti ada. Di UI kan lengkap. Namun kenyataannya, ternyata tidak ada. Huhuhuhu… papa saya bilang ‘ kalau di UI saja tidak ada hopeless dah. mau dicari kemana? ga mungkin ditempat lain ada” Selama beberapa bulan saya rada hopeless untuk mendapatkan bukunya. beberapa kali saya ikut teman untuk menjelajah perpus di kampus lain, namun jua tak ketemu. semua cara saya jabani. Saya tidak menyerah. Pada akhirnya saya ketemu juga bukunya di sebuah universitas. hehehehe.. terlepas saya yang tidak menyerah dan terus mencoba, saya yakin Tuhan juga yang menuntun saya.
Sekarang giliran penelitian. ada 2 batasan masalah yang saya angkat. batasan masalah yang pertama penelitiannya rada panjang. Apalagi dosen saya mintanya rinci banget. Saat itu saya rada ngedumel, kenapa ya seribet ini. tapi ya nurut aja dech. Waktu saya selesai penelitian untuk batasana masalah yang kedua, saya kaget lagi,karena terbalikannya, hasilnya pendek en minim banget. Saat itu saya ketakutan. Aduh, jangan-jangan saya akan disuruh untuk ganti topik karena hasil penelitiannya ga ok (itu menurut saya). Saya ingat selama beberapa hari saya uring-uringan. Saya takut bertemu dengan dosen pembimbing saya dan memberitahukan hasil penelitiannya. Seorang teman mengingatkan saya, ” Von, bawa dalam doa. Biar Tuhan yang campur tangan” benar, doa membuat saya lega, minimal saya berserah, menyerahkan semuanya dalam tangan Tuhan. Diluar, ternyata dosen pembimbing saya dapat menerima hasil penelitian itu.
Saya sampai bengong. saya samapi make sure ” pak, tapi hasilnya hanya sesimple ini loh pak” “
trus dengan santai dia jawab ” ya kalau emang seperti itu ya sudah, ga napa”
” saya tidak perlu ganti topik?”
“tidak. lanjutkan saja”
begitu saya keluar dari ruangannya, saya bersorak sorai. Wah, leganya. Tuhan baik banget!!!
Akhirnya skripsinya bisa selesai tepat waktu. tinggal tunggu waktu pengumuman sidangnya. karena saat itu saya sudah tidak ada pelajaran lagi, saya jarang ke kampus. saya minta tolong adik saya untuk lihat pengumumannya. Adik saya selalu bilang, nama saya belum keluar di jadwalnya. oo.. ya uda tenang dech.
Suatu hari saya iseng ke kampus. Ga ada kerjaan juga sih. iseng juag saya perhatikan papan pengumuman. saya berpikir, mungkin ada sidang yang bisa tonton. tetapi saya shock tekita melihat nama saya tercantum dipapan pengumuman itu. Haaaa???? kok uda muncul? janagn2 uda lewat lagi. pas saya baca tanggalnya, saya juga shock campur lega… ternyata ujiannya besok!!!!! ya ampun, gimana ini??? belum persiapan. uaaaaaa. ” weweeee(adik saya). kurang ajar, katanya belum ada, ternyata ada. uaaaaa”.
saya panik, langsung menemui dosen pembimbing dan menecritakan shocknya saya. ini gimana, sidangnya tinggal besok tapi belum persiapan sama sekali. dosen saya menjawab dnegan satai, ya sudah, persiapan saya sekarang !
hal kedua yang membuat saya shock, karena saya mendapatkan dosen penguji yang terkenal killler… dia adalah dosen yang dulu pernah saya mintai untuk menjadi dosen pembimbing tapi ga mau. Katanya, ” ga level” Uaaa… koq sekarang dia yang jadi dosen penguji? gimana nasibku?
sore itu saya persiapkan presentasi di OHP. dan mulai meminjam buku2 yang mungkin akan berkaitan dengan skripi saya. saya panik luar biasa. malam stress susah tidur karena tegang. Sambil belajar, sambil praise en worship. sabil klaim ” kalau dulu Tuhan menuntun bangsa israel keluar dari tanah mesir, maka kini Tuhan akan menuntun saya keluar dari kampus” hahahahah maksa banget sih.
Sidangpun dimulai. Dosen penguji 1 hanya bertanya singkat, 15 menit. sisanya 2 jam ditanay oleh dosen penguji 2 yang killer itu loh! Tapi luarbiasnay, Tuhan benar-benar emberikan saya hikmat untuk menjawab semua pertanyaan yang diajukan. ada saatnya saya membela argumen dalam skripsi saya, ada saatnya saya mengaku kalau saya tidak meneliti sejauh itu. Apa yang saya pelajari, sama sekali tidak ditanya. Saat itu saya sadar, oooo itu sebabnya Tuhan membiarkan saya mengetahui sidang skripsi satu hari sebelumnya. karena kalau dari jauh-jauh hari juga ga ada gunanya. belajar banayk, tapi ga kepake. yang ada stressnya dantegangnya kelamaan.
Saat sidang, salah satu pertanyaan dosen itu, bisa saya jawab juga, karena detail yang pernah diminta oleh dosen pembimbing saya dulu.Saya pada akhirnya benar-benar menyadari bahwa dosen pembimbing yang Tuhan berikan namun tidak saya harapkan, itu benar-benar dosen pembimbing yang terbaik untuk saya. Well, it’s true. God know what best for us.
Sidangpun selesai. keempat dosen berdiskusi untuk memutuskan apakah saya lulus atau tidak. Sebelumnya saya pernah menonton sidang skripsi teman saya. dia dibilang ga lulus, samapi nangis. tenyata itu hanya ditakut-takuti saja. heheh dia lulus. Nah, giliran saya bilang dalam hati saya” von, nanti kalau ditakut2in ma dosen, jangan nangis ya…” saya mempersiapkan hati untuk berita buruk yang mungkin akan disampaikan.
” setelah kami merundingkannya, amka dengan ini kami memutuskan, bahw kamu…. lulus”
mendengar itu saya bengong. saya lulus? kok simple amat. saya ga ditakut2in? hahahahha.. ya wes lah.
keesokan harinya saya bertemu dengan dosen penguji saya yang killer itu di ruang dosen. Saat itu dia juag sedang ada anak bimbingan yang akan sidang. saya tidak menyangka sat dosen itu berkata kepada anak bimbingannya” kamu belajar dari dia (saya). sidang dia bagus banget. “
Asli, saya bengong. kok bisa-bisanya saya dipuji dia? kan dulu dia yang meremehkan topik skripsi saya?
Jiak dulu, saya hanya berharap bisa lulus tepat waktu saja. dapet B juga ga napa dech. tetapi Tuahn memberikan hal yang luarbiasa. Pada akhirnya saya lulus bukan hanya tepat waktu, tetapi bahkan mendpatkan nilai A. keempat dosen sepakat memberikan nilai A kepada saya.
Guys, apa yang ingin saya katakan. ketika kita berjalan bersama dengan Tuhan, mungkin ada banayk hal yang terjadi tidak sesuai dengan keinginan kita. tetapi yakinlah apa yang Tuhan berikan kepada kita sungguh adalah yang terbaik. Saat jalan terlihat tertutup, jangan menyerah. akan ada saatnya jalan akan terbuka. berjalan dengan Tuhan sering kali penuh dengan kejutan. Namun dalam perjalanan itu kita akan belajar mengalami Tuhan. itulah yang terpenting dari semuanya. Pada akhirnya kita akan semakin mengenal Dia, mengasihi Dia dan berjalan dalam kehendak-Nya untuk kemuliaan-Nya. Amin
Apakah Doa mengubah Kehendak Allah?
16 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in article
Pasti pada mau jawab, ” ENGGGAAAAKKK…..!!!… karena doa itu mengubah kehendak kita agar seturut dengan kehendak Allah” iya kan? Tapi, kalau saya bilang menurut Alkitab ” bisa” gimana? hehehehhe… saya baru beljar di kelas doktrin Allah. en cukup surprise karena pengajarnya bilang ” bisa”. Nah kalau mau tahu penjelasannya baca aja penjelasan dibawah ini.
Pengertian Allah yang statis dan tidak berubah adalah gambaran dari “kesempuranaan” yang berasal dari konsepnya filsuf Yunani yaitu Aristoteles. Sesuatu yang sempurna itu tidak akan berubah sama sekali. Tetapi pada kenyataannya itu sama sekali tidak mencerminkan gambaran tentang Allah di Alkitab. Benar ada ayat yang mengatakan bahwa Tuhan itu “tidak berubah”, tetapi maksudnya adalah ” tidak berubah setia”, artinya apa yang Allah pernah janjikan, Dia pasti akan penuhi. Sekalipun manusia tidak setia dan meninggalkan Tuhan, sehingga Tuhan harus menghukum mereka, namun rencana Tuhan tidak ada yang dapat mengagalkannya.
Mari kita lihat pada janji Tuhan pada Daud. Tuhan berjanji bahwa keturunan Daud akan terus bertahta. namun janji itu ada syaratnya, yaitu jika keturunan Daud tetap setia kepada Tuhan. namun pada kenyataannya mereka meninggalakan Tuhan. Itu sebabnya bangsa Israel dibuang dan dijajah oleh beberapa bangsa. Pada akhirnya janji Tuhan digenapi oleh Kristus dan pemerintahan-Nya tidak pernah berakhir. Itulah yang menggambarkan bahwa Tuhan tidak berubah, bahwa janji Tuhan akan tetap digenapi.
Di dalam Alkitab ada beberapa kejadian yang menggambarkan bagaimana Tuhan merubah keputusannya karena doa seorang manusia. Ada doa Musa yang memohon pengampunan Tuhan bagi bangsa Israel, ada doanya bangsa israel yang meminta seorang raja, ada doanya Raja Hizkia yang memohonkan kesembuhan, dll.
Ketika saya membaca kisah raja Hizkia, saya terkagum-kagum bagaimana Tuhan begitu mengasihi raja Hizkia dan berbelas kasihan kepadanya. bahkan untuk meyakinkan dia bahwa Tuhan sudah mengabulkan doanya dan dia akan sembuh, Tuhan membuat tanda yang kalau saya pikir secara logika jaman sekarang akan menganggu alam semesta. Bayangkan, kalau bayangan matahari bisa mundur, artinya bumi berputar berlawan arah untuk sejenak. gara-gara hanay untuk meyakinkan seorang yang bernama Hizkia, Tuhan perubahan pada seisi bumi. Itu menggambarkan betapa cintanay Tuhan pada Hizkia. Mari kita simak kisahnya.
2 Raja-raja 20
1 ¶ Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos, dan berkata kepadanya: “Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi.”
2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN:
3 “Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
4 Tetapi Yesaya belum lagi keluar dari pelataran tengah, tiba-tiba datanglah firman TUHAN kepadanya:
5 “Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN.
6 Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi dan Aku akan melepaskan engkau dan kota ini dari tangan raja Asyur; Aku akan memagari kota ini oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.”
7 Kemudian berkatalah Yesaya: “Ambillah sebuah kue ara!” Lalu orang mengambilnya dan ditaruh pada barah itu, maka sembuhlah ia.
8 Sebelum itu Hizkia telah berkata kepada Yesaya: “Apakah yang akan menjadi tanda bahwa TUHAN akan menyembuhkan aku dan bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN pada hari yang ketiga?“
9 Yesaya menjawab: “Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan apa yang telah dijanjikan-Nya: Akan majukah bayang-bayang itu sepuluh tapak atau akan mundur sepuluh tapak?”
10 Hizkia berkata: “Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak.”
11 Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-bayang itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.
12 ¶ Pada waktu itu Merodakh-Baladan bin Baladan, raja Babel, menyuruh orang membawa surat dan pemberian kepada Hizkia, sebab telah didengarnya bahwa Hizkia sakit tadinya.
13 Hizkia bersukacita atas kedatangan mereka, lalu diperlihatkannyalah kepada mereka segenap gedung harta bendanya, emas dan perak, rempah-rempah dan minyak yang berharga, gedung persenjataannya dan segala yang terdapat dalam perbendaharaannya. Tidak ada barang yang tidak diperlihatkan Hizkia kepada mereka di istananya dan di seluruh daerah kekuasaannya.
14 Kemudian datanglah nabi Yesaya kepada raja Hizkia dan bertanya kepadanya: “Apakah yang telah dikatakan orang-orang ini? Dan dari manakah mereka datang?” Jawab Hizkia: “Mereka datang dari negeri yang jauh, dari Babel!”
15 Lalu tanyanya lagi: “Apakah yang telah dilihat mereka di istanamu?” Jawab Hizkia: “Semua yang ada di istanaku telah mereka lihat. Tidak ada barang yang tidak kuperlihatkan kepada mereka di perbendaharaanku.”
16 Lalu Yesaya berkata kepada Hizkia: “Dengarkanlah firman TUHAN!
17 Sesungguhnya, suatu masa akan datang, bahwa segala yang ada dalam istanamu dan yang disimpan oleh nenek moyangmu sampai hari ini akan diangkut ke Babel. Tidak ada barang yang akan ditinggalkan, demikianlah firman TUHAN.
18 Dan dari keturunanmu yang akan kauperoleh, akan diambil orang untuk menjadi sida-sida di istana raja Babel.”
19 Hizkia menjawab kepada Yesaya: “Sungguh baik firman TUHAN yang engkau ucapkan itu!” Tetapi pikirnya: “Asal ada damai dan keamanan seumur hidupku!”
20 Selebihnya dari riwayat Hizkia, segala kepahlawanannya dan bagaimana ia membuat kolam dan saluran air dan mengalirkan air ke dalam kota, bukankah semuanya itu tertulis dalam kitab sejarah raja-raja Yehuda?
21 Kemudian Hizkia mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya. Maka Manasye, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.
Dari cerita diatas, keputusan Tuhan yang pertama adalah Hizkia akan mati karena sakitnya. namun karena Hizkia berdoa dan menangis dan Tuhan mendengarkan doanya. Umur Hizkia diperpanjang 15 tahun lagi. Dalam kisah ini saya melihat jelas bahwa keputusan Tuhan berubah karena doanya Hizkia.
Yang perlu kita ingat, bahwa ketika Raja Hizkia berdoa, dia sama sekali tidak sedang memerintahkan kepada Tuhan untuk menyembuhkan dia. Dia berdoa dan menangis. jelas disini bahwa ketika Tuhan mengabulkan doanya Hizkia, bukan berarti Tuhan tunduk atau diperintah oleh Hizkia. Namun Tuhan menyatakan belas kasihan dan kemurahan kepada Hizkia. Tuhan mengasihi Hizkia.
Ketika kita berdoa, kita harus mengerti bahwa dengan siapakah kita berhadapan. Ya sungguh memang Tuhan adalah Tuhan yang Maha Kuasa, siapakah kita sehingga kita dapat memerintah Dia? Kita bukan siapa-siapa. Namun Tuhan adalah Tuhan yang juga mengasihi kita.
Setiap menjelang hari Natal, kami selalu memasang sebuah pohon Natal yang sudah tua dan rapuh. Papa pernah bercerita, bahwa pohon Natal itu dibeli saat saya masih kecil. Saya merengek-rengek minta dibelikan pohon Natal. Saat itu kami sekeluarga masih sembahyang. Saya mengenal Tuhan karena pemberitaan Injil di sekolahan sejak saya masih TK. Akhirnya papa membelikannya, padahal dia sendiri bukan orang kristen dan tidak merayakan Natal. Mengapa papa membeli pohon Natal, bukan karena takut dengan saya, bukan juga karena hutang budi kepada saya, namun semata-mata karena mengasihi saya.
Seperti itulah doa kita dihadapan Tuhan. Setiap seruan kita dan tangisan kita dihadapan Tuhan, tidak pernah diabaikan-Nya. Tuhan mendengarkan semuanya. Namun ingatlah bahwa sering kali Tuhan punya waktu-Nya dan cara-Nya sendiri untuk menjawab semua doa-doa kita. Tidak semua doa dijawab “iya”. Tuhan punya hikmatnya tersendiri yang tidak kita pahami. Namun satu hal yang indah, bahwa Tuhan bukanlah Tuhan yang otoriter. Tuhan tidak semena-mena. Tuhan mendengar semua doa dan tangisan kita. bahkan dalam kasih-Nya, bisa saja Tuhan mengubah keputusan-Nya karena doa kita. Untuk itu, tetaplah berdoa.
You Know Better than I
10 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
I thought I had the answers
I thought I chose the surest road
But that road brought me here
So I put up a fight
And told you how to help me
Now just when I have given up
The truth is coming clear
You know better than I
You know the way
I’ve let go the need to know why
For you know better than I
If this has been a test
I cannot see the reason
But maybe knowing I don’t know
Is part of getting through
I try to do what’s best
And faith has made it easy
To see the best thing I can do
Is put my trust in you
For You know better than I
You know the way
Ive let go the need to know why
For you know better than I
I saw one cloud and thought it was a sky
I saw a bird and thought that I could follow
But it was you who taught that bird to fly
If I let you reach me will you teach me
For You know better than I
You know the way
Ive let go the need to know why
Ill take what answers you supply
You know better than I
Sungguhkan Allah itu baik?
05 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Mengapakah sering kali kita sulit untuk taat kepada Allah? Akar permasalahannya adalah hati yang tidak percayaMeragukan kasih Tuhan, itulah senjata yang terus didengungan iblis mulai dajaman Adam dan hawa sampai dengan detik ini. Kita meragukan Tuhan. Jika Tuhan baik, mengapakah membiarkan hal yang buruk terjadi? jika Tuhan memamng baik, lalu mengapa begitu banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan kerinduan hati kita? Terlalu banyak hal yang tidak kita mengerti, dan kerap kali tidak dapat kita terima.
Tuhan bukanlah Tuhan yang arbriter, bukan Tuhan yang suka-suka. Tuhan tidak melakukan segala sesuatu dengan sesuka-sukanya untuk kepentingannya sendiri. Gambaran tentang Tuhan yang Maha Kuasa tetapi arbiter ini membuat gambaran tentang Tuhan ini menjadi sesuatu yang mengerikan. Inilah yang membuat kita enggan menyerahkan diri kita kepada Tuhan. Siapakah yang mau menyerahkan diri kepada raja yang adikuasa namun lalim, yang dapat melakukan segala-galanya namun tidak dapat diterka dan sesuka-sukanya.
Tidak dapat dipungkiri, bahwakita tinggal di dunia yang tidak sempurna. bencana dan kejahatan sering kali terjadi tampa ada yang dapat menghentikan. terlalu banyak hal yang buruk yang terjadi tampa dapat kita mengerti mengapakah harus terjadi. terlalu pahit, terlalu membingungkan bagi pikiran kita. Dalam kebingungan dan kepahitan ini, iblis terus mendengungkan bahwa Tuhan itu jahat, tidak cukup baik, tuhan itu suka-sukanya sendiri. mengapakah harus mempercayai allah yang seperti itu?
Yesaya 41:13-14
Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”
Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.
Cacing adalah mahluk yang sangat lemah. terkena garam saja sudah kepanasan dan terluka. Digencet dikit aja uda mati. Cacing tidak punya taring, tidak punya bisa, tidak punya sesuatu untuk pertahankan diri. betapa tidak berdayanya seekor cacing didalam tangan manusia.itulah yang Tuhan gambarkan dengan bangsa Israel, kita umat-Nya. betapa kita tidak berdaya dan tidak begitu lemah. Namun ketidakberdayaan itu bukan ditaruh dalam konteks Tuhan akan memperlakukan bangsa Israel dengan sesuka hati, bukan untuk disiksa atau di dibuat mainan. Ketidakbrdayaan bangsa Israel adalah untuk menyatakan betapa bangsa Isrel membutuhkan Tuhan dan sangat bergantung pada Tuhan. Dalam ketidakberdayaan itu, Tuhanlah yang menjadi penolong. Tuhanlah yang menjadi penyelamat.
Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki hikmat yang tertinggi. Itulah sebabnya kerap kali kita tidak dapat mengerti akan rencana Tuhan. kita tidak dapat menyelami apa yang Tuhan kerjakan dari awal sampai akhir. Kita tidak mengerti, mengapakah Tuhan mengijinkan sesuatu yang buruk terjadi. Kita sesungguhnya tidak mengerti apa-apa.Dalam ketidak mengertian kita,pantaskah kita menghakimi Tuhan?
Suatu hari saya berjalan di sebuah mall. Mata saya terpaku pada seorang anak kecil sekitar usai 2-3 tahun yang sedang menangis. Dia menjerit dengan kencang. Airmata mengalir dipipinya. Bukan hanya itu, dia memukuli ayahnya dengan tangannya yang kecil. Apakah sang ayah amarah karena kekurangajaran si anak? ternyata tidak. Saya melihat tatapan mata yang lembut dari sang ayah. dia mendekap anak itu dan menggendongnya. Sang ayah tidak peduli anaknya memukuli dirinya, dia membiarkannya. Namun sang ayah tidak melepaskan gendongannya. Sang ayah sungguh sangat mengeasihi anaknya.
Saya terpana. saya seperti sedang melihat diri saya seperti anak kecil itu yang sering marah dengan Tuhan dalam ketidak mengertian saya. Mungkin karena ada hal yang saya inginkan, namun tidak Tuhan berikan. Mungkin saat itu saya marah dan mengatakan bahwa Tuhan itu jahat. saya dengan tangan yang kecil dan lemah melontarkan pukulan ke dada Tuhan yang perkasa. Tuhan tidak marah. Dia diam. Dia menatapku dengan penuh kasih, memelukku dan menggendongku.
Kamu yang pernah menjadi orang tua pasti juga pernah mengalami hal seperti diatas. Jika seorang anak kecil yang marah karena keinginannya tidak diluluskan dan mengatakan bahwa orang tuanya jahat, apakah benar bahwa orang tuanya jahat? saya yakin tidak.
Allah yang perkasa dan kedaulatan Allah harus kita mengerti dalam konteks pemeliharaan Allah. Apa ayng dia rancangkan, sekalipun tidak kita mengerti pasti ada maksud yang baik. Allah yang maka Kuasa itu, bukanlah Allah yang kejam. Dia adalah Allah yang penuh dengan kasih. sekalipun kita marah kepada-nya, Dia tetap mengasihi kita.
Dalam tangan Bapa yang penuh kasih itulah kita yang tak berdaya dan lemah ini dipelihara. Pada saatnya kita akan mengerti akan kasih-Nya. Pada saatnya kita kita akan memeluknya dana mengatakan, terima kasih untuk cinta-Mu yang dulu tak kumengerti. Pada saat-Nya. Ya pada saat-nya. Sekalipun mungkin itu saat kita berjumpa dengan-Nya. semua akan disingkapkan bagi kita.
Percayalah kepadanya, melampaui apa yang terlihat didepan mata. Serahkanlah semua kuatirmu, hai jiwaku. Hidupku dalam tanagn Bapa yang mengasihi aku. Amin
Kekasih Yang Terluka
05 Mei 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
- Published on Saturday, 05 May 2012 00:00
- Written by Vonny Thay
- Hits: 941
Baca: Yesaya 65:1-16
Oleh karena ketika Aku memanggil, kamu tidak menjawab, ketika Aku berbicara, kamu tidak mendengar, tetapi kamu melakukan apa yang jahat di mata-Ku dan lebih menyukai apa yang tidak berkenan kepada-Ku. (Yesaya 65:12b)
Bacaan Alkitab Setahun:
Mazmur 89, 96, 100-101, 105, 1
Sebuah pepatah mengatakan: “Orang yang kita cintai memiliki potensi terbesar untuk menyakiti hati kita”. Jika yang tidak mengacuhkan kita adalah orang yang tidak kita kenal, tidak masalah. Namun, jika itu adalah orang yang paling kita kasihi, itu tentu sangat menyakitkan.
Tidak diindahkan oleh orang yang dikasihi dan dipilihnya. Demikianlah “curahan isi hati” Tuhan tentang bangsa Israel melalui nabi Yesaya. Tuhan laksana kekasih yang terluka; cintanya tidak disambut bangsa Israel. Saat Dia memanggil, Israel tidak menjawab; ketika Dia berbicara, Israel tidak mendengar (ayat 12b). Tuhan begitu mengasihi bangsa Israel, tetapi mereka mengabaikan Tuhan dan mengkhianati-Nya dengan melakukan apa yang jahat dan menyakiti hati-Nya (ayat 1-5). Itu sebabnya Tuhan akan menghukum mereka. Namun demikian, kasih Tuhan membuat-Nya tidak memusnahkan mereka seluruhnya (ayat 8-9). Tuhan bahkan menjanjikan pemulihan total; tidak akan ada lagi yang berbuat jahat dan berlaku busuk (lihat ayat 17-25). Betapa besar cinta Tuhan!
Sebagai umat Tuhan hari ini, bagaimana sikap kita dalam menanggapi Tuhan? Seberapa kita mengasihi Pribadi yang demikian mengasihi kita? Adakah kita menanggapi Dia setiap saat Dia memanggil dan berbicara kepada kita? Ataukah kita lebih sering seperti bangsa Israel yang memilih untuk bertindak sesuka hati ketimbang menyenangkan Tuhan? Setiap dosa yang kita lakukan adalah wujud pemberontakan kita kepada Tuhan dan itu membuat hati-Nya terluka. Ambillah pilihan terbaik: yang memuliakan dan menyenangkan hati-Nya.—VTA
SESUNGGUHNYA KITA TAK LAYAK, NAMUN BEGITU DIKASIHI TUHAN.
MARI TINGGALKAN DOSA DAN HIDUP MENYAMBUT CINTA-NYA.
http://renunganharian.net/index.php/2012/18-mei/253-kekasih-yang-terluka
Days Left
19 Apr 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Bencana alam yang terjadi mengingatkan kita bahwa betapa rapuhnya hidup ini. Dalam sekejap mata apa yang pernah diperjuangkan selama puluhan tahun dapat lenyap begitu saja. Bahkan nafaspun dapat meninggalkan raga tampa kita kira.
Apakah arti hidup manusia? Jika dalam sekejap mata semua dapat berlalu dan berhenti. Mengapakah kita mengkhawatirkan begitu banyak hal, jika bahkan kita tidak dapat memastikan esok itu milik kita.
Sebuah pertanyaan di KKR Paskah kemarin. “Jika kamu hanya diberikan waktu untuk hidup selama 30 hari lagi, apakah yang akan kamu lakukan?” Saya mencoba untuk merenungkan pertanyaan ini.
Saya teringat ketika saya masih duduk dibangku SMA. Saya menuliskan di diary akan permohonan saya kepada Tuhan agar selama saya hidup saya diberi kesempatan untuk setidaknya melihat kedua hal ini. Yang pertama adalah saya mohon agar saya dapat membawa keluarga saya percaya pada Kristus sehingga mereka dapat peroleh hidup yang kekal. Saya bersyukur karena Tuhan sudah mengabulkannya. Hal yang kedua adalah, saya berharap saya dapat menyaksikan apa itu cinta sejati. Saya berharap cinta sejati itu bukan hanya ada di novel atau dongeng saja, namun dalam kehidupan saya. Sampai saat ini saya tidak pernah melihat sungguh ada pria yang benar2 mencintai saya dengan tulus dan dalam. Ironisnya hati saya sudah berkali2 hancur dan tak kunjung menemukan cinta itu. Akhir-akhir ini bahkan saya menikmati keadaan saya sebagai wanita single. Hati yang tenang. Sempat terlintas dalam benak saya, bahkan saya belum ingin diganggu oleh seorang pria yang kelak akan membuat saya menjadi uring-uringan dan menangis lagi. Singkat kata, saya sudah tidak mempermasalahkan lagi tentang permohonan saya yang kedua ini. Jika tidak diberikan oleh Tuhan ya sudah. Tak mengapa.
Lalu, apakah yang akan saya lakukan dalam 30 hari terakhir seperti pertanyaan sang pengkotbah tersebut? Hmmm pinginnya sih nulis buku. Tapi rasanya tidak akan selesai dalam 30 hari. Apalagi, laptop masih rusak dan data hilang. So, I give up.
Satu-satunya yang saya punya hanya blog ini. Ya, saya akan tulis sebanyak-banyaknya pengalaman saya bersama dengan Tuhan. Syukur-syukur bisa jadi berkat. Saya juga masih bisa tulis renungan, karena melalui renungan saya bisa menjadi berkat bagi puluhan ribu orang di Indonesia. Ya, saya akan habiskan waktu saya lebih banyak untuk menulis. Terakhir, saya ingin menghabiskan waktu saya bersama dengan keluarga yang mencintai saya. Merekalah harta saya yang Tuhan berikan.
Pengkotbah KKR itu melanjutkan, “anehnya ketika orang tahu bahwa hidupnya tinggal sebentar lagi, baru mau melakukan hal-hal baru. Kalau biasanya ga berani penginjilan, tiba-tiba jadi berani untuk penginjilan. Sedang bermusuhan, jadi mau mengampuni dan minta maaf. Tetapi mengapa harus menunggu kabar buruk seperti itu dulu baru melakukan hal-hal yang berarti? Bukankah kita tidak pernah tahu akan hari esok? Mengapakah kita tidak mengerjakannya sekarang?
Saya berpikir, iya juga ya. Saya tidak ingin menyia-nyiakan semua pengalaman rohani saya bersama dengan Tuhan. Setiap kejadian bisa menjadi berkat dan kekuatan bagi orang lain. Hidup saya adalah suratan yang terbuka tentang cinta Tuhan. Berharap hidup saya bisa menjadi berkat melalui tulisan-tulisan saya. Tak berharap banyak akan menjadi penulis terkenal, namun jika hidup ini bisa memberkati orang lain, itu sudah cukup.
Saya tidak takut akan kematian, sebab saya punya Kristus. Saya telah memperoleh jaminan keselamatan karena percaya pada Tuhan Yesus. Dosa saya telah diampuni. Hukuman saya telah digantikan dengan Kematian Tuhan Yesus dikayu salib. Untuk itu kematian justru adalah kebahagiaan abadi bersama dengan Tuhan.
Namun jika saya hidup, saya hidup bagi Kristus. Jika saya hidup, saya harus menjadi berkat bagi sesama. Hidup yang kumiliki adalah suratan yang terbuka tentang Kasih Allah bagi sesama. Dan hidup yang kumiliki ini akan kuabadikan dalam tulisan-tulisan, seperti yang saya lakukan saat ini.
Jika suatu saat nafas ini berhenti. Raga ini kembali ke alam. Rohku bersukacita dalam Kristus. Blog inilah yang dapat kuwariskan bagi sesamaku. Seorang wanita yang bernama Vonny pernah hidup di dunia ini dan dikasihi oleh Tuhan. Hidup seorang Vonny hanya ingin mengatakan, bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupanmu, Tuhan mengasihimu.
Itu sebabnya saya memberi judul ” the diary od God’s love” because it’s not just about me, but about God.
I love you
18 Apr 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Sebuah penggambaran yang baik sekali dan sangat menyentuhinilah gambaran yang sering kali terjadi saat kita ngambek dan marah dengan Tuhan. Ya.. Tuhan sungguh-sungguh mengasihi kita dan tidak meninggalkan kita.
Indahnya Sebuah Keluarga
18 Apr 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
in article, diary, Uncategorized Tag:keluarga, pernikahan
Suatu hari mama saya bercerita kepada saya. Dulu, saat kamu masih duduk dibangku SD kalian bertiga sering bermain gulat bersama dikamar mama, pembantu kita pernah berkomentar pada mama, “ Jarang-jarang saya lihat anak-anak bisa begitu akur”. Mama hanya tersenyum saat itu. Tetapi saya mengerti mengapa kami bisa begitu akur. Bukan karena kami memiliki sifat yang cocok. Kami bertiga memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Sesungguhnya, kami bertiga juga pernah bertengkar. Tetapi pertengkaran itu tidaklah pernah berlarut-larut. Apakah rahasianya?
Saya teringat suatu hari saya sudah beberapa hari tidak bicara dengan adik saya. Saat itu tentu saja kami masih anak-anak. Saya lupa persisnya mengapa kami bertengkar. Namun yang tidak dapat saya lupakan adalah pesan mama. Saat itu mama menasehati saya, “ Apapun yang terjadi, seburuk apapun perlakuan adikmu, dia tetap adikmu. Suka atau tidak suka dia adalah adikmu. Tidak ada yang dapat merubah itu. Mau sampai kapan kamu bertengkar?” Mama selalu mengajarkan kepada kami untuk dapat menerima saudara kami apa adanya. Kami harus saling mengampuni dan mengasihi satu sama lain, karena kami adalah saudara. Sejak kecil, kami diajarkan untuk saling berbagi dan tidak menjadi egois.
Saat ini, saya sedang banyak membaca buku tentang pernikahan dan keluarga. Ada banyak hal yang saya renungkan. Dan saya merasakan sebuah kebenaran, bahwa melalui sebuah keluargalah Tuhan ingin agar kita belajar dan mempraktekan akan kasih Agape, sebuah kasih yang tampa syarat. Apapun kondisi keluarga kita, mereka tetap keluarga kita. Tidak ada yang dapat merubah itu. Seburuk apapun keluarga kita, Tuhan tetap memerintahkan kita untuk menerima mereka dan mengasihi mereka. Apapun kondisi mereka, kaya ataukah miskin, sehat ataukah sakit, mereka tetaplah keluarga kita dan kita harus mengasihi mereka. Itulah kasih yang tampa syarat, kasih Agape.
Saat saya merenungkan tentang pernikahan, dimana kita harus memberikan diri kita pada pasangan kita tampa syarat, ingatan tentang keluarga saya membuat saya tidak gentar. Saya menyadari, bukankah dari saya kecil, saya telah belajar tentang semua itu. Saya memang tidak dibesarkan dikeluarga Kristen. Tetapi saya sangat bersyukur, ditengah ketidak sempurnaan sebuah keluarga, saya dibesarkan dengan kasih sayang yang begitu indah. Tampa saya sadari, saya telah belajar banyak hal tentang arti sebuah keluarga.
Tuhan merancang sebuah keluarga dengan tujuan yang begitu mulia, namun kerap kali dirusak karena dosa. Seorang ayah yang seharusnya menjadi pelindung keluarga, sering kali justru menjadi penganiaya keluarga. Seorang istri bisa meninggalkan keluarganya karena masalah ekonomi yang menghimpit mereka. Anak-anak bisa saling membunuh karena memperebutkan harta warisan, dll. Terlalu banayk keluarga yang hancur dan membuat kita tidak dapat mengerti akan kasih Allah yang tampa syarat itu.
Namun bukankah kita yang ada didalam kristus, seharusnya memulihkan kembali arti sebuah keluarga sesuai dengan maksud dan rencana Tuhan? Only by his grace. Ya.. hanya dalam kasih karunia Tuhan sajalah yang dapat menopang kita dan memampukan kita untuk melakukan kehendak-Nya. Amin.
Tuhan atas Sejarah
11 Apr 2012 Tinggalkan sebuah Komentar
Hari ini adalah hari ke-2 saya mengikuti kelas Intertatesmental yang diadakan oleh STRIJ di ruko Sunter.
Pembahasan yang menarik, adalah ketika dibahas tentang satu persatu bangsa yang muncul di perode kegelapan 400 tahun, adalah benar-benar menggenapi nubuatan di kitan Daniel dan Yeremia yang ditulis beberapa ratus tahun sebelumnya. Penggenapannya begitu detail. Bahkan nubuatan tenang kehancuran negara Tirus, juga benar-benar terjadi dengan cara yang tertulis di kitab Yeremia.
Saya ingin sekali menulisnya di blog ini, tetapi sayangnya saya sudah ngantuk. Hahahahha. Sabar ya.
But, I just wanna say.
1 Apa yang Tuhan telah nubuatkan, itu pasti akan terjadi. Walaupun terkadang kita tidak mengerti akan nubuatan itu, dan sering salah menafsirnyannya. Setelah semua terjadi, kita akan baru benar2 mengerti apa yang Tuhan maksudkan.
2. Manusia sering kali memiliki pengharapan yang salah. Manusia, seperti bangsa Israel sering kali membatasi Tuhan dengan pikirannya sendiri. Padahal Tuhan sudah nyatakan di dalam Alkitab akan rencana dan kehendak-Nya. Tetapi kita tidak mau membuka mata, dan terus hidup dalam pengharapan yang salah.
3. Sekalipun dalam pembuangan dan masa yang tidak mengeenakan, Tuhan tetap menyertai dan dekat dengan orang-orang yang mengasihi-Nya. Seperti Daniel yang tetap disertai dan dikasihi oleh Allah, walau Tuhan sedang menghukum bangsa Israel.
Over all, God is god of history. Apapun yang terjadi, semua sudah dalam genggaman Tuhan, demikian pula dengan hidup kita.



Komentar Terakhir