Siapakah yang tak mengenal batu permata yang paling berharga ini? Berlian, sering dipakai sebagai lambang keabadian cinta. Maka tak heran jika cincin pernikahan yang dulu hanya terbuat dari emas murni, kini sudah dihiasi oleh kilaunya berlian. Namun tahukah anda akan kebenaran dibalik keindahan batu berlian?
Facts: the purest feeling in the universe is love. Diamond represents it, because it is the only gemstone composed of one pure element, carbon that has been crystallized under enormous heat and pressure within the earth.
Lho..? Jadi berlian itu terbuat dari karbon yang mengkristal? Wow! Padahal antara karbon yang sering kita lihat itu dengan berliankan
beda jauh yach? Karbon itu warnanya hitam, sedangkan berlian itu bening. Karbon itu jelek, kotor en ga ada menarik-menariknya. Sedangkan berlian itu dapat memantulkan cahaya dengan indahnya. Kok bisa ya? Karbon dapat juga berupa arang yang biasa kita pakai untuk barbeque atau untuk panggang sate. Benda ini memang berguna sih, tapi ga menarik ah…harganya juga murah. beda banget ma berlian yang sering dijadikan perhiasan yang mahal itu. Padahal sama-sama karbon lho! Bedanya lagi, ternyata berlian itu adalah karbon yang sudah mengalami proses kristalisasi yaitu lewat panas dan tekanan yang besar di dalam perut bumi. Prosesnyapun tidak sebentar, tentu memakan proses ratusan tahun lamanya.
Guys, sebenarnya kita juga mirip seperti karbon, yang banyak jeleknya en ga menarik. Kenapa? So pasti dalam keadaan diri kita sebagai orang berdosa (makanya mungkin ada miripnya dengan arang yang hitam). Meskipun hitam en jelek tetapi bisa saja Tuhan pakai. Tapi ya… hanya sebatas buat panggangan sate or barbeque. Kalaupun karbon bereaksi dengan oksigen alias O2, maka bisa jadi CO2. Meskipun CO2 itu beracun buat tubuh kita, tetapi CO2 juga adalah salah satu unsur yang dibutuhkan oleh tanaman agar bisa berfotosintesis, alias buat masak makanannya sendiri en menghasilkan O2 buat kita. Artinya dalam keberdosaan kita, Tuhan masih bisa memakai kita, tetapi sebagai perabotan dengan tujuan yang kurang mulia Nah, tergantung kita nich, mau tetep jadi arang atau mau jadi berlian?
2 Timotius 2:20 Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.
Namun Tuhan juga punya tujuan yang indah buat kita. Namun semua butuh proses yang tidak sebentar. Seperti halnya karbon yang mengalami proses menjadi berlian harus melewati panas dan tekanan besar dalam perut bumi, maka kitapun mengalami proses penyucian dan pembentukan karakter dari Tuhan lewat hajaran Tuhan, dan berbagai masalah dan pencobaan. Dan itu semua bukan karena Tuhan jahat sama kita, sebaliknya itu sebagai tanda cintanya Tuhan kepada kita. Duh! Kok ga enak ya kedengarannya?..
Barangsiapa Kukasihi
,ia
Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! Wahyu 3:19
“Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang.
Ibrani 12:7-8
Inilah kebenaran lain dari berlian:
Diamond has the highest degree of reflection of any occurring substance in the universe. It is the hardest and sharpest known stone. Its physically properties of clarity and hardness have given rise to it being a symbol of power, strength, innocence, longevity, love, and good fortune.
Yup, keindahan berlian adalah karena kemurniannya sehingga dia memiliki daya pantul yang tertinggi. Itu sebabnya mengapa berlian begitu berkilau dibawah cahaya. Demikian pula dengan kita. kita diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, sehingga seharusnya kita juga memantulkan kemuliaan Allah. Namun karena keberdosaan kita, membuat kita tidak dapat dengan baik emantulkan kemuliaan Allah. Sama seperti arang yang jelek en dekil, seperti itulah kita. arang tidak dapat memantulkan cahaya apapun. Tetapi Tuhan punya tujuan indah bagi kita, yaitu pada akhirnya di kedatangan Yesus yang kedua kali, kitapun di muliakan bersama-sama dengan Kristus. (Roma 8:30). Dan kemuliaan kita adalah karena kita memancarkan kemuliaan Kristus. Well, miripkan dengan berlian yang berharga itu? Namun untuk bisa seperti berlian itu membutuhkan proses dan harga yang yang harus dibayar.
Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api—sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.
Petrus 1:5-7
Selain indah, berlian juga adalah permata yang kuat, bahakan dapat memotong logam. Kekuatan ini tidak kita dapatkan pada arang. Tentu saja proses pengkristalan itu telah menjadikan karbon menjadi kuat. Bahkan hanya kuat tetapi juga murni. Guys, kesulitan dan permasalah hidup yang kita alami juga akan membentuk karakter kita menjadi lebih baik, jika kita serahkan dan hidup didalam Tuhan. Orang psychology mungkin akan berkata bahwa orang yang mengalami banyak masalah akan menjadi orang yang bermasalah. Tetapi bukankah didalam Tuhan, Dia sanggup menjadikan apa yang buruk diubah untuk tujuan yang mulia bagi kita? Segala sesuatu mendatangkan kebaikan bagi kita. Di dalam Tuhan, orang yang mengalami banyak masalah adalah orang yang dibentuk karakternya agar semakin kuat, dan indah didalam Kristus.
“Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan. sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apapun.”
Yakobus 1 : 2-4
Karena itu kawan, bertahanlah dalam proses yang tidak mengenakaan yang Tuhan ijinkan dalam kehidupan kita. Meskipun kita tidak dihargai bahkan dilecehkan oleh manusia seperti karbon yang mengalami proses itu di dalam perut bumi. Tetaplah bertahan dan setia. Tuhan sendiri yang menginginkan kemuliaan Dia terpancar dalam diri kita dan pada akhirnya tetap ada penghargaan dan upah yang akan Tuhan berikan, pada saat Dia menyatakan diriNya kelak. Amin


Puji Tuhan, ini adalah artikle pertama yang yang dimuat di DESCIPLE INFO edisi jan 2009. Berharap ini adalah pembuka menuju impian yang Tuhan taruh dalam hati saya sejak 1999.
mantap…
inspiring….
emang utk jd berlian butuh proses yg sangat berat…
thx God buat setiap proses yg Dia beri…