The Diary of God’ Love

Just another WordPress.com weblog

Ciri khas Agustus 19, 2009

Diarsipkan di bawah: article, love — vonnythay @ 06:04

(Bahan renungan ini saya sampaikan di jogging bersama PERSPEKTIF tgl 17 Agustus 2009 di pantai Ancol)

Suatu bangsa biasanya memiliki ciri khas, baik itu budaya, etos, dsb. Ambilah contoh bangsa Jepang. Bangsa Jepang terkenal dengan orang-orangnya yang serba cepat. mereka sangat mengharagai waktu dan pekerja keras. Mungkin mereka akan gregetan melihat bangsa Indonesia yang punya etos” santai saja”. Apalagi jam karetnya. ua a a…. (gue juga harus bertobat nich!) namun bangsa Indonesia juga punya cirikhas yang lain, yaitu musyawarah untuk mufakat. Sebisa mungkin segala keputusan dirundingkan bersama dan mencapai kata sepakat. Dibalik itu, sesungguhnya bangsa ini mempunyai rasa sosial, yaitu kebersamaan yang tinggi. Bukankah kita sering mendengar istilah ini, ” makan ga makan yang penting ngumpul”?

Lalu apakah yang menjadi ciri khas dari   orang-orang Kristen? Yup, saling mengasihi. mari kita lihat ayatnya:

Yohanes 13:34-35

34  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.

35  Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.”

love

Sebelum Tuhan Yesus naik ke kayu salib, Dia memberikan perintah baru kepada para murid untuk saling mengasihi. Dan kasih inilah yang akan menjadi tanda bahwa kita adalah murid-murid Yesus. Tidakkah teman-teman bingung, mengapa tanda murid Yesus adalah saling mengasihi? Bukan mengerti ajaran Kristus ( doktrin) ? Bukan juga mujizat? Tetapi mengapa saling mengasihi?Jawbannya adalah  karena Allah adalah KASIH. Hukum yang terutama juga adalah hukum kasih. Rasul Paulus mengatakan bahwa sekalipun kita dapat berkata-kata dalam bahasa malaikat (memiliki hikmat yang luar biasa) dan sekalipun kita memiliki iman yang dapat memindahkan gunung (mujizat) namun jikalau kita tidak memiliki kasih, maka tidak ada gunanya, sama seperti gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing. Dan kasih adalah bukti nyata yang dapat dirasakan oleh orang yang belum percaya Tuhan sekalipun.

Suatu hari serombongan pria yang sedang berlari tergesa-gesa tidak sengaja menabrak keranjang apel milik seorang ibu yang buta yang sedang berjualan di pinggir jalan. Apel – apel tersebut jatuh berserakan. Namun ada seorang pria yang berhenti dan mengumpulkan apel-apel itu untuk sang ibu. Setelah selesai semua apel terkumpul kembali di keranjang. Sang ibu mengucapkan, “ terima kasih ya nak. Apakah engkau adalah Yesus?”

Manusia terlahir dalam keberdosaan, sehingga kasih bukanlah sesuatu yang wajar atau otomatis dilakukan. Dalam keberdosaannya, manusia melakukan segala sesuatu untuk dirinya sendiri. Maka kalaupun melakukan perbuatan baik, juga ada tersirat untuk dirinya sndiri, apakah itu untuk amal masuk surga, dsb. Kasih yang tulus hanya dapat diberikan ketika kita sudah lahir baru.  Kasih adalah buah Roh. Artinya kita tidak mungkin memiliki kasih yang tulus jika tidak didalam Kristus. Kita juga tidak mungkin mengasihi jika belum mengenal kasih Allah. Dan kasih itu bertumbuh seiring kedewasaan kita didalam Kristus. untuk dapat mengasihi, maka hidup kita harus dipinpin oleh Roh Kudus.

Dalam kenyataannya mengasihi dengan tulus bukalah semudah membalikan telapak tangan. Ada kalanya kita juga harus belajar untuk mengasihi sesama kita dengan kasih yang tulus, seperti kasih Yesus kepada kita.

Kita dapat belajar untuk mengasihi jika kita sudah mengalami perubahan paradigma didalam Kristus. Manusia yang sudah jatuh kedalam dosa yang belum mengenal Kristus, tujuan hidupnya adalah untuk dirinya sendiri (self centre). Sedangkan kita yang sudah di dalam Kristus tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, melainkan untuk memuliakan Allah (God centre). Hidup kita dipersembahkan untuk Allah. Sehingga ketika kita mengasihi sesama pun adalah dalam rangka untuk memuliakan Allah, dan kita pun harus membantu sesama kita saudara seiman untuk hidup memuliakan Allah juga. 

Jika kita berfikir bahwa uang kita adalah milik kita, maka kita akan memakainya untuk kepentingan kita saja. namun jika kita mengerti bahwa uang dan semua yang kita miliki adalah kepunyaan Tuhan, maka kita akan bijaksana dalam memakai uang. Jika ada sesama kita yang membutuhkan, kita tentu akan bertanya pada Tuhan apa yang dapat kita lakukan untuk dia.

Dalam mengasihi sesama kita, kita juga harus seperti Tuhan mengasihi manusia. Tuhan mengasihi manusia berdosa, tetapi membenci dosa. Disini kita melihat bahwa Tuhan saja membedakan antara pribadi dengan perbuatannya. Tuhan mengasihi manusia secara pribadi tetapi membenci dosa yang dilakukan manusia. Demikian juga dengan kita. Jika ada saudara seiman kita yang melakukan kesalahan, bencilah perbuatan/ kesalahan yang dilakukannya. Tetapi kasihilah dia secara pribadi, sebab Tuhanpun mengasihinya. Jangan karena kesalahan yang dia perbuat, kita juga menjadi benci pada dirinya.

Bagi Tuhan semua manusia berharga dimata Tuhan. Dengan demikian, kita juga harus mengasihi sesama kita, apapun kondisinya. Jika kita tidak memiliki konsep ini, maka kita hanya akan mengasihi orang yang layak untuk dikasihi menurut pandangan kita. Sangatlah mudah untuk mengasihi orang yang baik hati, orang ramah, kaya, dll. Tetapi bangaimana dengan orang yang yang memiliki kecacatan? atau orang-orang yang menyebalkan? Hanya dengan kebergantungan kita dengan TUhan, maka kita baru dapat mengasihi dengan tulus.

Ketika kita semakin banyak belajar tentang kebenaran Firman Tuhan. ini bukan hanya untuk membesarkan kepala kita saja. tetapi ketika paradigma kita berubah, seharusnya itu akan terpancar dalam perbuatan kita sehari-hari. Pembinaan yang kita ikuti seharusnya membantu kita untuk hidup semakin serupa dengan Kristus.

Bagaimana dengan kehidupan kita? sudahkah kasih menjadi cirikhas dalam kehidupan kita? dalam persekutuan? dalam kehidupan keluarga kita? sehingga sungguh  dunia tahu bahwa kita adalah murid-muridNya. Kiranya Tuhan menolong kita semua.

 

Inner beauty- Susan Boyle Agustus 15, 2009

Diarsipkan di bawah: song — vonnythay @ 10:23

Disaat dunai menggembar-gemborkan image tentang kecantikan luar. Seorang Susan Boyle menunjukan keindahan yang luar biasa dari dirinya. Talenta yang luar biasa dan keindahan hati yang terpancar dari suaranya dapat kita rasakan.

Tidak ada seorangpun yang tidak diberi karunia oleh Tuhan. Namun apakah kita bangga menjadi best of our self, not compare with others. Just be Your Self. God Love U

 

Worthy Is The Lamb Juli 27, 2009

Diarsipkan di bawah: love, song — vonnythay @ 05:30

 

Sebuah pujian yang indah. Semoga kita boleh terus mengingat akan kasih Than yang terbesar untuk kita sehingga kita boleh hidup berpadanan dengan Injil.

 

Thank You for the cross, Lord

Thank You for the price You Paid

Bearing all my sin and shame

In love You came, gave amazing grace

 

Thank you for this love, Lord

Thank you for the nail pieced hand

Wash me in Your cleansing flow

Now all I know, Your forgiveness and embrace

 

Worthy is the lamb

Seated on the throne

Crown You now with many crowns

You Reign victorious

 

High and lifted up

Jesus Son Of God

The darling of heaven Crucified

Worthy is the Lamb

Worthy is the Lamb

 

When i surrender Juli 25, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 08:28

Minggu ini benar-benar terasa begitu padat. Well. saat ini aja aku masih di kantor. Biasanya hari sabtu pulang jam 12.00 sekarang uda jam 15:16 masih juga di kantor en sendirian. huhuhu….  tapi ya.. coba di bawa enjoy aja.

Pengalaman kemarin sih yang membuat saya amaze ma Tuhan. Betapa tidak, tadinya saya berfikir sepertinya minggu ini tidak akan bisa tulis apapun. Setiap malam ke greja. Besok aja nyanyi full di KU1-3. Tapi malam itu sempat terpikir, sebenarnya ada begitu banyak orang-orang yang biasa tapi dipakai Tuhan luar biasa ketika dia menyerahkan diri dalam tangan Tuhan. Hmm.. memang sih, selama saya terus-terusan berontak ma Tuhan. makanya capek juga, Tuhan juga capek kali ya? heheh ni anak susah diaturnya. Dan malam itu aku berkata pada Tuhan, Tuhan aku mau belajar menyerahkan diri total. Supaya Tuhan bisa leluasa memakai saya. Dan keesokan harinya sesuatu yang amaze terjadi

Pagi itu seperti biasa ssya bangun tergesa-gesa karena telat. Tapi masih diusahakan sate dulu sebelum pergi kantor. Saya memabca Filipi 1. En disitu Tuhan berbicara banyak. en terpikirkan beberapa pengalaman pribadi maupun pelayanan. Wah, jadi pengen nulis! heheheh.pagi itu langsung express di ketik. jam makan siang, draff renungan RH uda langsung dikirim. uaaa.. ini benar-benar express. belum pernah kayak gini. Yang membuat saya amaze, kok bisa ya saya nulis ditengah kesibukan yang kayak gini? hohoho semakin kagum ma Tuhan. en bener, tidak ada jalan lain untuk efektif didalam Tuhan, selain menyerahkan diri, supaya Tuhan bisa pakai dengan leluasa.

Disisi lain, semakin yakin, kalu memang menulis i ni adalah kehendak Tuhan. Well, buktinya, Tuhan benar-benar buka jalan. Saya yakin bahwa setiap kita, didesign khusus oleh Tuhan untuk tujuan khusus. Dan tidak ada yang lebih indah selain kembali dan menjalani hidup ini sesuai dengan apa yang Tuhan mau.

 

God’s plan in me Juli 20, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 11:38

Siapa sih yang ga kenal Rasul Paulus, seorang rasul yang menulis sebagian besar kitab di Perjanjian BAru? Seorang yang mendirikan jemaat di berbagai kota, yang rela menderita demi Kristus dan pada akhirnya mati demi Kristus.

Kalau kita melihat pelayanan Paulus, kita akan terkagum-kagum dengan doktrinnya yng kuat di kitab Roma, tentang kasihnya yang besar pada jemaat  dan anak didikannya, tentang gigihnya dia dalam penginjilan dan betapa dia rela menjadi apaun agar dapat memenangkan banyak jiwa bagi Yesus. Tuhan memakai dia dengan luar biasa, dan inilah uniknya, Tuhan tidak menyia-nyiakan sekecil apapun yang menjadi backgound Paulus. Dimulai dari latarbelakang gurunya yang kuat dalam pengajaran, tapi juga punya latar belakang liberalis, artinya dia percaya Tuahn juga punya rencana keselamatan bagi kaum ” kafir” (non yahudi). inilah yang membuat Paulus dipakai Tuhan untuk menjadi rasul bagi non Yahudi. Dan masih banyak lagi yang lainnya. Seperti kewarganegaraannya yang double, pemahamannya pada filsafat yunani, dll. Tidak ada satupun yang tidak dipakai oleh Tuhan.

………………………..

…………………

Saat ini,saya baru saja pulang raker PERSPEKTIF di puncak. pada saat makan siang terakhir, saya berbincang dengan Ko Hendra Nathan,seorang majelis. Bincang punya bincang, saya bercerita tentang teman2 saya yang Kharismatik yang mengalami pemulihan luar biasa dari Tuhan, dan saya juga menceritakan tentang pergumulan saya di PWG (Pembinaan Warga Greja) agar menyelengarakan pembinaan pemulihan di Komisi Remaja. Trus Ko Hendra bilang, iya kamu sudah punya background seperti itu. dan kamu juga juga sudah menyaring doktrin dengan baik. dan Tuhan bisa pakai itu. ” jeder!” hhahahah jadi teringat masa kuliah dulu. saya pernah bilang pada lause Linda Pradono (Pemimpin KK saya)” kenapa ya, Tuhan ijinkan saya sekolah di Katolik, punya temen2 dari Kharismatik, kuliah di Ibbi yang persekutuannya juga Kharismatik, tapi saya dibesarkan di GKY yang Injili? spertinya Tuhan sedang mempersiapkan saya untuk sesuatu, yang tidak saya ketahui”   Tapi pernyataan Ko Hendra itu membuat saya kembali meyakini, bahwa sesungguhnya dalan hidup kita tidak ada sejengkal pun yang “kebetulan”. Dan Tuhan bisa pakai apapun yang menjadi background kita, entah itu baik atau tidak, untuk tujuan Tuhan yang baik.  Akhirnya ada sedikit gambaran apa yang ingin saya kerjakan untuk pelayanan di PWG, tentu jika memang Tuhan mengijinkan. Kerinduan ini muncul dari perenungan akan masalah yang dihadapi oleh teman2 ku.

Well, ya kan Tuhan desaign saya jadi orang melankolis, makanya jadi suka merenung. hehehe di puncak aja, saya ditanyain beberapa kali ” von, kok nyendiri? von, kok melamun?” hahahah orang melo emang gini! ci Angel bilang, ” wah pulang dari puncak kayaknya banyak nich yang mau ditulis” heheheh “tahu aja!” Lihat, Tuhan juga memakai temperamen saya yang melo ini juga untuk pelayanan khusus. heheh ga ada yang sia-sia kan?

So be your self! jadilah diri sendiri, terimalah apapun yang menjadi bagian dari hidup kita. Well, kecuali sifat-sifat jelek kita yang harus diubahkan, itu mah harus dibuang. Tapi apa pun yang jadi masa lalu kita, Tuhan bisa pakai itu untuk pelayanan khusus dan menjadi berkat untuk orang lain. Apapun yang menjadi temperamen kita, mau itu melankolis, sanguin, kolerik, atau flegmatik atau campuran yang ga jelas sekalipun, Tuhan bisa pakai dengan indah kok! Tiada yang lebih indah ketika kita menjadi diri sendiri dan menyerahkan diri didalam tangan Tuhan. Sebab Dia yang telah mendesign kita, biarlah Tuhan sendiri yang menggenapi remcana-Nya dalam hidup kita dan memakai kita untuk menggenapi rencan-Nya yang indah.Amin

———————————-

———————-

Hari ini Tuhan mengingatkan saya pada banyak hal. Ketika tawaran pelayanan begitu banyak, saya sempat sombong dalam hati ” gile, gue high demanded nich” Tapi sate pagi ini menyadarkan, i’m nothing. Jika Tuhan pakai saya itu karena kemurahan  Tuhan. dan Tuhan ingin agar saya lakukan semua dengan dasar kasih saya pada Tuhan. Huhuhu bertobat lagi dah! jadi kembali merenung, jika saya jawab panggilan pelayanan kedepan itu bukan karena tuntutan, bukan karena ga ada orang, tapi biarlah itu sebagai wujud kasih saya pada Tuhan. Hanya kekuatan dan kasih setia Tuhan sajalah yang sanggup menopang saya dan terus hidup dalam hadirat-Nya. saya harus menjaga hubungan pribadi saya dengan Tuhan, supaya ga kelepasan ngaconya. hahahah. God’s please Help me be ,what You want me to be.

 

In God’s Hand Juli 12, 2009

Diarsipkan di bawah: diary — vonnythay @ 09:00

Saya tahu tak semua hal yang saya inginkan akan saya dapatkan. Tapi saya belajar satu hal, yaitu hidup berpadanan denagn Tuhan. Well, sebuah perjalanan panjang untuk dapat belajar percaya penuh pada  Tuhan. Mungkin kalian bertanya, ” gile von, yang bener aja? lu uda berapa tahun jadi orang Kristen?”  Hahhahah emang uda lama banget. Tapi yang saya maksud bukan hanya sekedar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruslamat loh! Tapi percaya bahwa jalan yang Tuhan pilih itu baik buat saya. Belajar percaya bahwa TUhan itu tetep baik di saat-saat sulit saya. Belajar percaya, meskipun saya tak melihat apa-apa di depan mata. Belajar percaya meskipun kenyataan didepan mata bertolak belakang dengan apa yang Tuhan janjikan. Dan disitulah saya belajar untuk berserah dalam ketenangan. Tenang karena saya tahu, hidup saya dalam pemeliharaan Bapa.

Walaupun sejujurnya, ada begitu banyak suara miring yang mencoba membuat saya panik dan goyah. Kadang2 suara itu bisa dari teman-teman sekeliling saya. Tapi dengan melihat kebelakang, melihat jejak penyertaan Tuhan dalam hidup saya, itu yang membuat hati ini kembali jadi tenang.

Mengingat kasih setia Tuhan itu sangat penting. itu juga yang dilakukan oleh bangsa Israel. Setiap tahun mereka merayakan Paskah, untuk mengingat Tuhan membebaskan mereka dari penjajahan Mesir. Mereka membacakan kitab Ester, pada bulan tertentu untuk mengenang akan kasih Tuhan yang meluputkan mereka dari pembantaian. Dan kini kita juga mengadakan perjamuan kudus, untuk mengingat pengorbanan Kristus untuk kita.

Sebaliknya, ketika bangsa Israel bersungut-sungut di padang pasir, padahal baru saja mereka menyaksikan banyak mujizat dan penyertaan Tuhan. Tapi begitu ketemu masalah uda mulai bersungut-sungut alias ga percaya kalau Tuhan akan tolong mereka.  Tuhan Yesus juga menegur para muridnya yang takut binasa karena badai, padahal mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus mengadakan mujizat. Dan kesamaan respon Tuhan adalah Tuhan marah!

Guys, jangan sampai ya Tuhan marah ma kita karena iman kita mandeg, ga bertumbuh, terus-terusan meragukan Tuhan padahal sudah begitu banyak hal yang Tuhan tunjukan penyertaan-Nya dalam kehidupan kita.

Akhir-akhir ini saya mulai bergumul bukan hanya dengan masalah pribadi saya, tapi juga masalah pribadi orang-orang disekeliling saya. jujur saja kadang saya merasa sedih, dan saya tahu Tuhan jauh lebih sabar daripada saya. untungnya saya bukan Tuhan hahahahha kalau engga bisa kacau. Tapi saya belajar menyerahkan semuanya dalam tangan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak dapat saya lakukan, tapi Tuhan dapat. Saya tidak dapat merubah  hati seseorang, tapi Tuhan sanggup rubahkan. Saya tidak dapat memberikan jalan keluar, tapi Tuhan sangat bisa. Jika anda bertanya mengapa saya begitu bertekun dalam doa, hanya ini jawaban saya. Karena saya mengasihi mereka dan saya tahu Tuhan terlebih lagi mengasihi mereka. Saya sendiri dapat berdiri segabaimana adanya saya saat ini, itupun karena doa-doa orang2 yang mengasihi saya, terutama disaat-saat sulit saya. saya telah menyaksikan kemurahan Tuhan dan kuasa Tuhan  dalam doa. Karena itu kini sayapun berdoa.

 

Suami Rohani??? Juli 11, 2009

Diarsipkan di bawah: Uncategorized — vonnythay @ 04:38

Entah sudah berapa kali saya mendengar orang yang bercerita tentang peran papanya yang menuntun mereka, seperti, “ papa saya memberi teladan bagaimana memanage waktu anatra pekerjaan, pelayanan dan keluarga”, atau “ ya dia punya papa yang membimbing dia saat dia mengalami masalah”, dll

Hahahahah kadang rasanya iri dech! Abisnya kan aku dibesarkan di keluarga yang tadinya bukan Kristen. Boro-boro dapet teladan bagaimana memanage waktu antara pekerjaan, pelayanan dan keluarga, yang ada kalau kebanyakan pelayanan kena omelan ”ke greja ngapain aja sih? Orang tuh ya ke greja cuma seminggu sekali. Kamu itu bisa ke greja seminggu 3-4 kali” atau “ liat tuh muka jadi jerawatan. Makanya sibuk terus sih di greja, jadi ga rawat muka” waduh, tentang jerawat mah, mau dirawat gimana ya? 24 jam? Kayaknya biasa aja. Lah wong turunan jerawatan juga. Hahahah.. Belum lagi kalau ada keputusan2 yang lain. Kadang aku bersikekeh dengan pendirianku. Ngotot nolak sampe nangis, huhuhuh mau dijelasin sampe mulut berbusa juga percuma, lah kan blue printnya berbeda. Aku pakai prinsip Alkitab, mereka bukan. Tak jarang dulu sering banget merasa kesepian dalam keluarga sendiri. Huhu napa juga g yang beda sendiri? Kadang rasanya begitu lelah, sendirian berdoa untuk keluarga, sendirian ke greja, sendirian yang punya prinsip hidup berbeda….

Ya.. tapi puji Tuhan, semua sudah berlalu. Sekarang, papa uda ga pernah ngomel kalau aku pelayanan. Tak jarang kami sering ngobrol, mengenang kasih setia Tuhan dalam keluarga kami. Hehehhe.. Ya.. memang indah kalau semuanya dalam anugrah Tuhan.

Tapi pengalaman ini membuat aku semakin yakin untuk ga sembarangan ambil keputusan tentang pasangan hidup. Aku tahu gimana rasanya kesepian dalam keluarga sendiri. Dan aku tidak mau hal itu terulang di keluarga yang akan ku bangun nanti. Untungnya walaupun dulu papa dan mama bukan Kristen, tapi masih ada papa dan mama rohani yang terus membimbing dan mendoakan aku. Lah, kalau entar suamiku bukan orang Kristen,. Masa mau cari suami rohani? kan kacau!

A_007

 

Setia dalam perkara kecil Juni 25, 2009

Diarsipkan di bawah: article, diary — vonnythay @ 13:29

Akhir-akhir ini saya ditawarkan banyak hal. Jujur saja respon pertama saya adalah menolak. Duh, ngapain banyak-banyak kerjaan atau pelayanan? Bikin stress saja. Kemarin saya, pak Riand, shy dan aldri berbincang-bincang sampai jam 10 malam. Pak Riand mewarkan saya untuk pelayanan di Pembinaan Warga Gereja (PWG). Waktu Beliau tahu saya sudah tidak jadi pengurus di PERSPEKTIF dan masih melayani di CPM, dia tidak rela. “Kamu kalau pelayanan lepas begitu, bisa-bisa nanti ga cinta gereja lagi. Makin lama makin lepas” hahahahah mungkin juga ya. Tapi kebayang PR yang harus dikerjakan di CA_050PM saja sudah buat kepala pusing. Belum lagi Yuddy masih minta aku dampingi Evelyn sebagai sie KTB di PERSPEKTIF. Dan yang terutama, terbayang dunk, kapan saya bisa luangkan waktu untuk menulis dan mengejar impian saya?

 

 

 

Pak Riand langsung mengeluarkan jurus lagi, “ Bicara tentang talenta,  kata kuncinya adalah “sesuai kemampuan” Tuhan tahu kemampuan kamu von. Jangan berdalih lagi. Lagipula di PWG ada banyak hal yang bisa kita kerjakan. Kamu sudah punya pengalaman bersama dengan Tuhan begitu banyak. Itu harus dibagikan. Jangan cuma sama Shirley aja dunk! Masih banyak jemaat yang lain”

Hahaha.. banyak yang uda tahu kok pak! Itu pengemar blog aku tahu pengalaman imanku. Kan ditulis disana! “ ^ ^

A_141

 

 

Malam ini, ketika saya bergumul dengan banyak hal. Tuhan mengingatkanku dengan perikop   ini.

 

Lukas 12:34-48

 

  36  Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

37  Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

38  Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

39  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

40  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”

41  Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”

42  Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

43  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

44  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

45  Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,

46  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

47  Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

48  Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

 

Saya sadar satu hal. Siapa bilang di surga nanti kita hanya memuji  Tuhan saja? Ga punya kerjaan yang lain?  Guys, Tuhan saja dari penciptaan sampai saat ini terus bekerja loh! Dan di kitab wahyu ditulis “ Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 22:5)”

 

A_124Mungkin kita berfikir bahawa sebagai raja itu enak. Hanya ongkang-ongkang kaki, trus dilayani , dsb. Siapa bilang? Ya.. kalau ada raja seperti itu, saya jamin, ga lama kemudian rakyatnya pasti kudeta. Sebaliknya seharusnya yang menjadi raja adalah orang yang berkualitas tinggi, yang terbaik. Sebentar lagi kita akan pemilu memilih presiden. Kalau salah satu calonnya kita tahu ambisinya hanya untuk hidup bersenang-senang, apakah kita mau memilih orang tersebut? Saya yakin kita akan memilih orang yang punya intergritas tinggi, orang yang bisa dipercaya, orang yang mengabdi pada rakyat, orang yang bisa meminpin negeri ini dengan lebih baik.

 

Demikian pula dengan kita. Saat ini adalah latihan menuju kekekalan. Jika kita tidak setia pada saat ini, bagaimana Tuhan bisa mempercayakan yang lebih besar nanti? Layakkah kita memerintah sebagai raja kelak? Saya tahu semua memang adalah anugrah. Tidak ada satupun yang layak mendapatkannya. Tapi saya yakin barang siapa setia dalam perkara kecil, kepadanya akan diberikan perkara yang lebih besar. Jika saya tidak belajar untuk memanage apa yang Tuhan percayakan saat ini, bagaimana saya menjalankan kepercayaan yang lebih besar di surga kelak?

 

Saya merasa Tuhan sedang terus memperlebar kapasitas saya. Saya ingat 2 tahun yang lalu. Saat itu saya ambil komitmen untuk berdoa puasa selama beberapa hari. Tuhan tahu saat itu saya sedang merasa “kapok” karena punya banyak pelayanan karena punya banyak talenta. Rasanya ingin istirahat saja dan tidak mau mengerjakan banyak hal. Tapi Tuhan justru bilang pada saya, “ Aku justru ingin menambahkan kepadamu lebih banyak lagi. Tapi tidak untuk saat ini, sebab kamu belum mampu untuk menanggungnya” Hua… jadi boro-boro bakal dikurangi pelayanannya, Tuhan bilang mau ditambahin lagi. huhuhuhuhu  

 

Tapi saya mulai mengenang perjalanan hidup saya. Bukankah berkali-kali ketika saya dipercayakan lebih banyak hal saya stress bukan main? Tapi setelah beberapa bulan, saya mulai bisa menyesuaikan diri dan mulai mampu untuk me-manage-nya. Saat itu saya belajar untuk semakin percaya pada pinpinan Tuhan. Percaya meskipun tidak mengerti. Saya belajar untuk mengandalkan Tuhan lebih lagi. Saya belajar untuk berserah dan tidak berontak. Ya.. saya hanyalah tanah liat ditangan penjunan yang menagsihi saya. Saya tahu hidup saya bukan lagi milik saya. Tetapi milik Dia yang telah menebus dan menyelamatkan saya. Bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin

 

Hatiku Percaya Juni 20, 2009

Diarsipkan di bawah: song — vonnythay @ 05:38

Sebuah lagu yang bagus dari Edward Chen. Disaat kita tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Disaat kita tak melihat jalan Tuhan. Masihkah kita percaya pada hati Tuhan?

Yohanes 11:14-15  

Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: “Lazarus sudah mati;
 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya.

 

Saatku tak melihat jalanMu

Saat ku tak mengerti rencana-Mu

Namun tetap ku pegang janji-Mu

Pengharapanku hanya pada-Mu

 

Reff:

Hatiku percaya

 Hati Ku Percaya

Hati Ku Percaya

 S’lalu Ku Percaya

 

Persembahan Yang dicela Tuhan Juni 15, 2009

Diarsipkan di bawah: article — vonnythay @ 12:36

 

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan penghargaan ataupun pujian? Apalagi kalau kita sudah berjeri lelah dan mengorbankan segalanya. Tapi ternyata apa yang baik bagi kita belum tentu lho berkenan kepada Tuhan. Apa perasaan kita jika kita sudah mengorbankan segalanya tapi malah dicela Tuhan? Duh, ngenes banget dech! Amit –amit!  Nah, ga maukan itu terjadi pada kita? Karena itu mari kita belajar dari kebenaran Firman Tuhan, persembahan seperti apa sih yang malah dicela oleh Tuhan Yesus?

 

 

Markus 7

 9  Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.

10  Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.

11  Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban—yaitu persembahan kepada Allah—,

12  maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya.

13  Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

 CUTE SHEEP

Kalau kita lihat konteks dari Nats Alkitab diatas, Tuhan Yesus memang sedang mencela orang-orang Farisi yang lebih mementingkan memelihara adat istiadat ketimbang perintah Allah. Tapi ada yang aneh.  Bukankah memberikan persembahan ini yang diperintahkan oleh Tuhan? Mengapa Yesus justru bilang itu bukan perintah Tuhan tetapi adat istiadat nenek moyang ya? Waduh, Tuhan Yesus salah ga sih ya? Ya.. ga mungkin salah la ya.. OK, untuk memahaminya, mari kita lihat konteks sejarahnya.

 

Ayo tebak! Dosa apa yang berulang-ulang dilakukan bangsa Israel  di Perjanjian Lama yang tidak kita jumpai lagi di Perjanjian Baru? Yup, dosa penyembahan berhala. Berasa aneh ga sih?  kok di PB Tuhan Yesus tidak pernah mengkritik bangsa Israel tentang penyembahan berhala? Padahal di PL dosa inilah yang ditegur Tuhan dari generasi ke generasi. Anehnya lagi justru kebalikannya, di PB Tuhan Yesus mengkritik kaum Farisi dan Ahli Taurat yang terlalu religius, sampai-sampai dibilang munafik.  Ada apa ya? Apa yang membuat mereka berubah?  Mari kita dengarkan doa Nehemia ketika bangsanya dijajah oleh bangsa Persia.

 pray_hands

Nehemia 1

6  berilah telinga-Mu dan bukalah mata-Mu dan dengarkanlah doa hamba-Mu yang sekarang kupanjatkan ke hadirat-Mu siang dan malam bagi orang Israel, hamba-hamba-Mu itu, dengan mengaku segala dosa yang kami orang Israel telah lakukan terhadap-Mu. Juga aku dan kaum keluargaku telah berbuat dosa.

7  Kami telah sangat bersalah terhadap-Mu dan tidak mengikuti perintah-perintah, ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan yang telah Kauperintahkan kepada Musa, hamba-Mu itu.

8  Ingatlah akan firman yang Kaupesan kepada Musa, hamba-Mu itu, yakni: Bila kamu berubah setia, kamu akan Kucerai-beraikan di antara bangsa-bangsa.

9  Tetapi, bila kamu berbalik kepada-Ku dan tetap mengikuti perintah-perintah-serta melakukannya, maka sekalipun orang-orang buanganmu ada di ujung langit, akan Kukumpulkan mereka kembali dan Kubawa ke tempat yang telah Kupilih untuk membuat nama-Ku diam di sana.

 

Yup. Inilah janji Tuhan yang dipegang oleh bangsa Israel, yaitu jika mereka kembali mengikuti perintah-perintah Tuhan dan melakukannya, maka Tuhan akan memulihkan bangsa Israel. Bangsa Israel sudah kapok dijajah berulang-ulang, mulai dari kerajaan Babelonia, Persia, sampai Romawi di jaman Tuhan Yesus. Mereka bersungguh-sungguh melakukan perintah Tuhan agar Tuhan memulihkan bangsa Israel. Hal Ini juga yang ditanyakan oleh para murid Yesus sebelum Tuhan Yesus naik ke surga, “Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: “Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” (Kis 1:6)

 

Harapanmereka bahwa Tuhan akan mamulihkan bangsa Israel itulah yang mendorong bangsa Israel kembali kepada Tuhan dan melakukan perintah-perintahNya sedetil mungkin. Saking inginnya mereka lepas dari penjajahan, mereka mulai menambahkan aturan baru yang lebih detail dan berat, inilah yang disebut sebagai adat istiadat oleh Tuhan Yesus, bukan perintah Tuhan. Hal ini juga yang sering dikecam oleh Tuhan Yesus kepada kaum Farisi dan Ahli Taurat.

 

Bagaimana dengan pelayanan kita saat ini? Jangan-jangan kita juga sudah menetapkan standar yang tidak lazim, yang tidak sesuai dengan apa yang Tuhan maksudkan. Saking semangatnya kita ingin menyenangkan hati Tuhan, kita telah mengikuti standar-standar yang salah.  Contoh: Banyak orang begitu semangat dengan pelayanan. Tampa disadari kita punya konsep, pelayanan di gereja itu lebih  mulia daripada pekerjaan kita juga keluarga kita. Konsep mengasihi Tuhan seoleh-oleh identik dengan seberapa kita membayar harga bagi pelayanan kita. Tunggu, saya tidak mengatakan bahwa pelayanan tidak usah membayar harga. Tetapi jika demi pelayanan kita mengorbankan segala-galanya, apakah itu yang Tuhan mau? Bagaimana jika kita sudah mengorbankan semuanya, tetapi bukan pujian yang kita dapatkan melainkan celaaan dari Tuhan? Duh, jangan sampai yach!

 

 Mungkin kita memiliki pelayanan yang luar biasa banyak dan hebatnya, jadi ketua panitia, pengurus komisi, song leader, diakonia, dll. Saking sibuknya pelayanan, ga ada lagi waktu untuk keluarga. Saking sibuknya sampai-sampai waktu untuk bekerja juga dipakai untuk mempersiapkan pelayanan. Trus, kalau persembahan buat pelayanan gereja semangat, tapi kalau buat keluarga, boro-boro, dsb. Mungkin digereja orang seperti ini diacungkan jempol dan dipuji-puji. Tetapi kira-kira apa ya yang ada dibenak keluarga dan pinpinan kita dikantor?   Dan yang terutama, apa yang ada dibenak Tuhan saat Tuhan melihat pelayanan kita? ? Bukankah dalam perikop diatas, Tuhan mencela orang Farisi yang mengabaikan kebutuhan keluarnganya demi persembahan untuk Tuhan? Sebab Tuhan sendiri yang memerintahkan kita untuk menghormati ayah dan ibu kita juga memelihara mereka.

 

Saya teringat pada sebuah kotbah yang disampaikan oleh hamba Tuhan dari Bandung. Dia menceritakan bagaimana dia begitu semangatnya pelayanan, sepanjang hari hanya untuk pelayanan. Kalaupun tidak ada yang dikerjakan, ya buat lebih banyak lagi pelayanan. Mengapa? Ya dengan dalih untuk Tuhan. Seiring waktu, tampa disadarinya anaknya bertumbuh menjauh dari dia. Suatu ketika, anaknya yang masih remaja itu berkata, ” Bagi saya, papa adalah orang asing. Saya tidak mau punya suami seorang Hamba Tuhan” Perkataan itu benar-benar menampar hatinya. Dia baru sadar kesalahannya bertahun-tahun dengan menelantarkan keluarganya. Siapakah yang dapat   menggantikan peran seorang ayah bagi anak-anaknya? tidak ada, selain dirinya. Siapakah yang dapat menggantikan peran seorang suami bagi istrinya? Tidak ada, hanya dirinya. Namun sungguhkah semua yang dia korbankan itu untuk Tuhan? Atau sebenarnya untuk ego dan kebanggaan dirinya sendiri? Ayat tentang barangsiapa yang mengasihi ayahnya dan ibunya lebih daripada Yesus, dia tidak layak bagi Yesus(Matius 10:37) adalah dalam konteks percaya pada yesus, mempunyai resiko akan dibenci oleh keluarganya. Lagipula seharusnya kita mengasihi keluarga adalah dalam rangka mengasihi Tuhan juga. Namun jika Tuhan bukan yang menjadi pusat dari hidup kita, ada hal lain yang menggantikan posisi Tuhan, itulah yang disebut dengan berhala kita.   

 

Saya juga pernah mendengar pengakuan dari seorang pinpinan di ciputra group. Waktu Krisis moneter tahun 98, ketika perusahaan harus melakukan perampingan, maka harus ada pengurangan karyawan. Ketika daftar karyawan disodorkan, dia melihat no.1 di darfar karyawan yang mau di PHK adalah seorang anak Tuhan yang sangat rajin pelayanan, seorang Song Leader,dll. Tapi sayangnya kinerja kerjanya buruk sekali. Maka orang tersebut dikeluarkan. Teman, kalau itu yang kita lakukan, apakah Tuhan sudah dipermuliakan? Sebaliknya, saya rasa justru kita telah menjadi batu sandungan.

 

Coba bayangkan, apakah pelayanan seperti ini juga yang menyukakan hati Tuhan? Ataukah Tuhan juga sedih dan kecewa dengan kita? Jangan-jangan standar yang kita pakai bukanlah yang Tuhan maksudkan sama sekali. Tuhan menginginkan agar Diri-Nya di permuliakan dalam setiap aspek dalam kehidupan kita , bukan hanya kehidupan pelayanan kita digereja. Tidak ada satupun aspek yang sekuler dalam diri anak-anak Tuhan, jika kita melakukan semua hal untuk kemuliaan Tuhan. Dengan demikian, manakah yang lebih penting? Pelayanan, pekerjaan, keluarga atau refreshing? Bukankah jika kita melakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan, itulah persembahan kita yang hidup dan berkenan kepada-Nya? (Roma 12:1)     

 

Teman saya mengatakan, kehidupan kita seperti permainan biji congklak. Ketika disebuah lobang penuh, maka sesungguhnya ada lobang yang kosong. Jika kita hanya terfokus pada satu hal, maka akan ada yang dilantarkan. Waktu yang Tuhan berikan pada ssetiap kita adalah sama. Satu hari 24 jam, seminggu 7 hari. Karena itu kita tidak mungkin melakukan semua hal dan menyenangkan semua orang. Dalam hal inilah dibutuhkan prioritas dan tujuan panggilan hidup yang jelas. Meskipun demikian kita tentu harus meminta kepada Tuhan kebijaksanaan agar dapat mengambil keputusan yang tepat, yang mana yang menjadi prioritas kita pada waktu dan kasus tertentu. Seperti halnya Yesus. Karena Dia tahu apa yang menjadi tujuannya, maka dia tahu kemana dia harus pergi, dan meninggalkan orang banyak(tidak memenuhi tuntutan orang   banyak)

 jesus pray 2

Markus 1:35-38

35  Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

36  Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;

37  waktu menemukan Dia mereka berkata: “Semua orang mencari Engkau.”

38  Jawab-Nya: “Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang.”

 

Saat itu, Yesus sedang dicari banyak orang? Mengapa? Tentu setelah dia menyembuhkan banyak orang yang menderita dan mengusir setan, semakin banyak orang yang mencari Dia untuk meminta pertolongan. Tetapi anehnya, Tuhan Yesus tidak menemui mereka dan melakukan apa yang orang banyak itu inginkan, tetapi malahan Yesus pergi ke kota lain. Mengapa? karena dengan jelas Dia tahu apa tujuan-Nya datang ke dunia. Bukan untuk menjadi tukang kayu, bukan hanya untuk menyembuhkan orang sakit, tetapi untuk mati di kayu salib. Dan keputusan-keputusan apakah yang Yesus ambil agar seiring dengan tujuan hidup-Nya, Yesus dapatkan setelah dia ke tempat yang sunyi untuk berdoa (ayat 35). Artinya keputusan itu diambil setelah Yesus berkomunikasi dengan Allah Bapa. Jika Tuhan Yesus saja demikian, apalagi kita.

 

Betapa seringnya kita hanya hidup melakukan tuntutan orang banyak dan tetap saja ada yang tidak puas. Betapa sering kita kelelahan tampa arah yang jelas. Hikmat bijaksana apa yang menjadi prioritas untuk dikerjakan, hanya didapatkan dengan kebergantungan kita pada Tuhan dalam doa dan teduh pribadi. Gumulkanlah setiap tawaran pelayanan dihadapan Tuhan. Semua pelayanan adalah baik, tapi sungguhkan pelayanan yang ini yang Tuhan inginkan agar kita kerjakan? Lalu jika diperhadapkan pada pilihan-pilihan sulit, mintalah hikmat pada Tuhan sebelum mengambil keputusan. Jika ada yang kecewa itu tentu wajar, kita tidak dapat menyenangkan semua orang. Selama keputusan kita dapat kita pertangungjawabkan dihadapan Tuhan, untuk kemuliaan Tuhan semata dan untuk menyenangkan hati Tuhan, janganlah takut. Tetapi yang perlu kita kritisi adalah sungguhkah kita lakukan semua itu untuk Tuhan? Atau untuk kebanggaan kita pribadi? Atau karena tuntutan orang banyak? Biarlah kita minta Tuhan yang menyediki hati kita yang terdalam dan menyingkapkannya semua. Sehingga sungguh seluruh hidup kita berkenan pada Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin