The Diary of God’ Love

Just another WordPress.com weblog

The Chosen Juni 28, 2008

vonnythay @ 17:20

Suatu malam, mungkin 5 tahun yang lalu, setelah pulang dari gereja, saya berbincang-bincang dengan mama di kamarnya. Dengan tatapan mata yang mnerawang jauh dia berkata, ” Mungkin sejak kamu lahir, kamu sudah dipilih oleh Tuhan”

Saya tersentak kaget juga bingung. Bagaimana mungkin mama yang tidak pernah tahu tentang doktin umat pilihan bisa bicara seperti itu?

“Maksud mama apa? kok mama bisa bicara seperti itu?”

“Iya, setelah kokomu lahir, mama pasang alat KB. Dua tahun kemudian, mama melepas alat KB ke dokter Tan Gek Suan. Dia bilang, kalau mau punya anak, harus berdoa kepada Tuhan. Sebab Tuhanlah yang memberikan anak. Dia kan dokter Kristen yang baik, mungkin setelah itu dia mendoakan mama. Sebab tak lama kemudian, mama mengandung kamu.”

Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Satu hari sebelum mama melahirkan kamu, mama  membayangkan rasanya enak sekali kalau mama melahirkan besok. Soalnya  besok pas dokter praktek. Ga tahu mengapa, mama  punya feeling kuat, kalau kamu akan lahir besok. Lalu, malam  itu mama mengemas baju-baju ke dalam koper. Keesokan harinya mama pergi ke dokter ditemani ii (bibi) kamu. Dan benar saja, dokter bilang mama tidak usah pulang, sebab ntar malam, bayinya akan lahir. Lalu ii pulang tinggal membawa koper yang sudah mama persiapkan. Dan benar, malam itu kamu lahir”

” Ah, mama! itu kan karena Vonny anak kedua kan? Emangnya wewe (adik) ga begitu?”

“Engga! baik waktu mama melahirkan koko maupun wewe, itu sakit perutnya mendadak banget.”

Mata saya mulai berkaca-kaca mendengarnya.

“Lalu waktu kamu baru berusia beberapa bulan. Waktu itu kamu tersedak cincin. Mama kaget waktu tahu kokomu memberikan cincinya kepada kamu. Waktu mama lihat, kamu sudah mau nangis tapi tidak ada suara. Waktu itu, mama sendirian di rumah, yang lain sudah pada pergi kerja. Tapi entah mengapa seperti ada yang memberi tahu mama agar menengkurapkan  menepuk punggung kamu. Dan benar saja, cincinya langsung keluar.”

“Iya ma, kata Tuhan, Vonny terlalu kecil untuk mati tersedak cincin” jawabku sambil tersenyum

“Dari kecil, kamu berbeda dengan saudar-saudaramu yang lain. Waktu kamu TK Kamu tidak mau berbohong. “bohong itu dosa!” mama sampai bingung, siapa yang mengajari?”

“hahaha.. ya guru sekolah  minggu lah!”

Aku tidak dapat menahan haruku. Aku bergegas ke kamarku, dan menangis. “Tuhan, mama tidak tahu apa yang dia katakan. Dia bahkan tidak membaca Alkitab. Tapi, mengapa dia bisa bilang seperti itu? Mengapa Engkau mengasihi aku sedemikian rupa? Tapi, apakah Engkau hanya mengasihi aku? Sehingga hanya aku yang mengenal-Mu di keluarga ini? Tuhan, tidakkah Engkau mengasihi keluarga ini juga?”

Malam itu aku membaca satu ayat yang menguatkan perkataan mama.

Jer 1:5  Before I formed thee in the belly I knew thee; and before thou camest forth out of the womb

Dan dikemudian hari aku tahu, bahwa Tuhan juga sangat mengasihi keluargaku. Satu per satu Tuhan bawa mereka untuk mengenal Dia dan mengenal kasih-Nya. Dan untuk itulah Tuhan mengutus aku ke dalam keluarga ini, supaya merekapun bisa mengenal Tuhan yang sesunguhnya.

Dan aku percaya setiap kita sudah Tuhan pilih sebelumnya. Bukan hanya aku saja dengan pengalaman unik yang mama ceritakan. namun jika kita bisa mengenal Dia dan percaya Yesus lah Tuhan dan juru selamat. Itu karena Tuhan telah memilih kita, bahkan sebelum kita dikandung dalam kandungan ibu kita. Dia mengasihi kita dan Dia yang memelihara hidup kita.

 

3 Responses to “The Chosen”

  1. dcrossproject Says:

    Soli deo Gloria
    Deus Providebit

    Tetap setia dan setia… Gbu

  2. Bill Says:

    WOW…NICE STORY.

  3. Bill Says:

    Kita memang umat pilihan Tuhan. GBU.


Leave a Reply