Harga Sebuah Kesetiaan

“Wah hebat ya jadi seorang penulis,” itu yang sering dikatakan orang-orang ketika mengetahui bahwa aku juga adalah seorang penulis. Well, sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti mengapa jadi seorang penulis dibilang hebat? 
Hmm… kalau di luar negri seorang penulis terkenal memang bisa menjadi kaya raya dan keliling dunia. Tetapi sepertinya itu tidak berlaku di Indonesia yang penduduknya malas membaca. Masa menurut survei UNESCO kita bwrada dipoaisi ke-60 dari 61 negara yang disurvei. Hahah kita hanya mengalahkan Zimbabue. Ya… bolehlah sedikit berbangga setidaknya mengalahkan 1 negara. Yup, jadi penulis di Indonesia bisa dibilang rada seret soal uang. Apalagi buat penulis pemula yang sering ditolakin naskahnya oleh penerbit. Ujung-ujungnya kita disuruh beli sendiri buku kita atau jalan terakhir adalah self publishing. Jadi boro-boro dapat uang, tekor iya. 

Beban moral. Yak.. ini adalah mungkin yang paling berat buat saya. Betapa tidak, kita sebagai penulis kan juga manusia yang sering kali lupa. Terkadang kita juga melakukan kesalahan persis yang kita tuliskan. Terkadang kita justru melanggar apa kita kita tulis tidak boleh dilakukan. Hmm.. hal ini juga yang terkadang membuat saya ingin give up jadi penulis. Kita sering kalu dicobai persis pada situasi yang pernah kita bahas. Sepertinya kita memang diuji apakah kita sanggup melakukan apa yang kita tulis. Terkadang kita menang, tetapi terkadang kita juga kalah. 

Dalam kondisi yang lemah dan terpuruk, saya berusaha menemukan kembali mengapakah saya tetap menjadi seorang penulis? Akhirnya saya menemukan jawabanya.

Ketika kita menulis dengan sebuah visi yang jelas, untuk mewarnai dunia ini dengan kasih Kristus, maka kita sedang memasuki medan peperangan rohani. Yup, good and evil sedang bertarung. Mau tidak mau kita terlibat dalam pertempuran itu. Entah mengapa, ketika kita sedang melakukan hal yang mulia, jalannya tidak pernah mudah. Konflik antar team atau bahkan konflik dalam batin sendiri sering kali mewarnai hidup kita. Hal itulah yang sering kali membuat kita ingin menyerah. 

Setiap kali saya ingin menyerah, saya teringat satu hal. Jika saya menyerah, maka kuasa kegelapanlah yang menang. Ya, saya melakukan persis apa yang si jahat inginkan. Hal itulah yang membuat saya berpikir dua kali jika ingin menyerah. 

Peperangan itu tidak enak. Peperangan itu menguras energi kita. Jalan yang paling mudah adalah keluar dari peperangan dan masuk dalam zona aman yang damai. Pilihan itu sering kali menggoda diri ini. Saya ingin hidup tenang dan hidup bahagia versinya saya. Hmm… ya… versi saya, bukan versinya Tuhan. 

Cut Nyak Dien, pahlawan kita dari Aceh melontarkan istilah yang terkenal, yaitu perang puputan, perang sampai titik darah penghabisan. Hati kecil saya bertanya, mengapakah saya tidak berani melakukan hal itu? Dunia bukanlah rumah kita. Kita ada disini untuk melakukan misinya Tuhan. Kita ada di dunia ini memang untuk berada di medan pertempuran sampai titik darah penghabisan. Saya memang bukan misionaris yang memberitakan Injil sampai ke pedalaman, tetapi saya adalah missionaris di dunia maya. Tuhan memanggil saya untuk menjadi saksi-Nya lewat tulisan. Bukankah saya harus setia dengan panggilan ini?

Berulang kali saya terjatuh dan berusaha untuk bangkit kembali. Saya sadar bahwa saya tidak dapat menjalani semua ini dengan kekuatan sendiri. Saya tidak boleh menyerah dalam pertempuran ini. Saya akan menjalani semuanya dengan kekuatan dari Tuhan. Seribu kali saya terjatuh, dalam anugerah-Nya saya akan bangkit lagi. 

Sobat, kita dipanggil Tuhan dalam panggilan yang unik dan berbeda. Namun Tuhan tetap meminta kita setia pada panggilan-Nya. Janganlah menyerah. Ketika kita setia pada panggilan-Nya, ingatlah bahwa mahkota tersedia bagi kita. Dunia boleh tidak menghargai jerih lelah kita. Tetapi percayalah bahwa Tuhan menanti kita pulang dengan bendera kemenangan. Mahkota kemuliaan tersedia bagi mereka yang setia pada panggilan-Nya. 

Malaikat Kehidupan

Dalam masa kelamku, Tuhan memberikan 2 orang malaikat untuk menemaniku. Mereka bukan orang Kristen yang terlihat rohani. Mungkin tidak banyak ayat Alkitab yang dihafalkan ataupub dilontarkan untuk menyemangatiku. Tetapi kehadiran mereka yang menemani dan menyemangatiku itu yang membuat bebanku terasa lebih ringan. 
Dalam perjalanan ini, akhirnya Tuhan membuka mataku. Mereka yang mungkin direndahkan dan diremehkan di dalam gereja bukanlah orang yang buruk. Sebaliknya, mereka juga memiliki hati nurani yang Tuhan tanamkan dalam lubuk hati mereka. Mereka juga bisa menjadi teman yang baik, yang Tuhan pakai untuk menguatkan kita. Sebaliknya, tidak menutup kemungkinan mereka menjadi orang terkemuka di gereja, justru adalah orang yang menikammu dalam kehidupan nyata. Ironis memang. Tetapi itulah kehidupan. 

Tuhan menunjukkan padaku, bahwa jangan pernah menilai orang lain hanya dari apa pangkatnya di gereja. Jangan pernah menilai rendah orang lain hanya dari kebiasaannya dan pandangan yang berbeda dengan kita. Jika engkau mengenalnya lebih dalam, maka engkau akan menemukan bahwa mereka yang terlihat tidak rohani juga adalah malaikat yang Tuhan kirimkan untuk membantu menerangi jalanmu. 

Kasih bukanlah sekedar kata-kata. Kasih adalah tindakan nyata dari memberi diri dan waktu kita yang berharga. Disaat terkelam dalam hidupmu, kau baru tahu siapa yang benar-benar mengasihimu.

Satu lagi. Aku bersyukur mengenal para penulis RibutRukun.com. Tepat disaat aku memutuskan untuk resign dan memulai sebuah perjalanan iman, aku mengenal mereka. Di luar dugaan, orang-orang yang belum pernah aku temui ini justru menjadi penyemangat hidupku. Aku seperti menemukan sebuah keluarga baru di dunia maya. 

Menjadi pengangguran, ternyata tidak seseram yang aku bayangkan. Hidupku tetap berwarna. Aku tetap mampu menatap hari-hariku dengan penuh harapan. Satu hal yang pasti, aku tahu bahwa Tuhan menopangku dan tidak pernah meninggalkanku. Itulah yang mengusir rasa galau yang terkadang terbesit dalan benakku. Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup ini, semua akan indah pada waktu-Nya. 

3 Kesalahan Fatal Komunikasi Wanita dengan Pasangannya (wajib dibaca Pria dan wanita)

komunikasi

Pernah kepikiran ga? Mengapa ya, wanita yang nota bene diciptakan Tuhan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih ekspresif nyata-nyatanya justru berkomunikasi dengan buruk terutama pada pasangannya. Engga heranlah kalau cowok dibuat mabok dengan sikap wanita. Contohnya nich ya, kata “ Tidak” yang diucapkan oleh wanita itu bisa berarti “ Tidak”, tetapi bisa berarti juga “Iya” dan bisa jadi maksudnya “Terserah!”. Nah loh! Bingung kan? Kira-kira kenapa ya wanita bisa seperti ini?

 

Percaya tidak percaya sebenarnya lingkunganlah yang membuat wanita berkomunikasi seperti itu kepada pasangannya. Jika wanita tumbuh besar di lingkungan yang mengajarkan kepadanya supaya mempunyai “harga diri” di depan cowok dengan cara ya.. tidak mengatakan yang sesungguhnya apa yang ada di benak dia. Maksudnya apa? Begini loh! Lingkungan membentuk pola pikir wanita bahwa jika dia mengakui perasaannya secara jujur kepada pria, itu sangat memalukan dan harga dirinya jatuh. Pria tidak suka pada wanita yang agresif. Lingkungan membentuk pola pikir bahwa jika wanita “ mengemis cinta” itu adalah wanita murahan, gampang didapat nanti gampang juga dibuang. Jika wanita meminta sesuatu, biasanya dirinya akan dicap “ tidak tahu diri” atau “ banyak maunya” atau anggapan-anggapan lainnya.  Akibatnya ketika wanita berkomunikasi pada pasangannya tanpa disadari dia akan sulit untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya yang sesungguhnya. Kenapa? Supaya pria tidak meremehkan dan merendahkan dirinya. Tanpa disadari cara berkomunikasi seperti ini juga yang akan menghancurkan relasinya. Berikut adalah contohnya:

 

  1. Update status di Sosial Media dengan harapan pasangan akan baca dan bertindak.

status_update_thumb

“Duh, pengen banget deh nonton Film Ada Apa dengan Cinta 2.” Dara meng-update status di Facebook. Sebentar-sebentar Dara melihat handphone nya, berharap ada notification dari FB atau ada chat dari Ronald. Moga-moga Ronald membaca dan mengajaknya pergi nonton, harap Dara dalam hati. Detik demi detik yang berlalu terasa begitu lambat. Dara merasa sangat gelisah.

“ Ting” handphonenya berbunyi. Tetapi sayang, bukan dari Ronald.

“Ting” handphonenya berbunyi lagi. Dara senang karena Ronald menghubunginya.

Tetapi sayangnya Ronald sama sekali tidak ada pembicaraan untuk mengajaknya pergi nonton AADC2. Ujung-ujungnya Dara jadi BeTe, terus jadi ngambek engga jelas dech! Ronaldpun menjadi bingung. “Apa salah Gue?”

Mengapa wanita curhat di sosial media? Malu, bo! Masa ngomong langsung ke gebetannya mau ngajak nonton film? Kan gengsi! Nah, pola ini banyak dilakukan wanita bukan hanya kepada gebetannya, tetapi juga pada pasangannya. Alasannya cuma satu. Malu, bo! minta langsung. Nanti dibilang wanita agresif atau banyak maunya lagi. Nah, ketakutan-ketakutan itulah yang membuat wanita bertingkah “konyol” dengan update status di sosial media dengan harapan pasangannya membaca dan mengerti maunya.

Tetapi yang sering kali terjadi adalah sebaliknya. Pasangannya tidak baca status itu. Kalaupun baca, tidak peka juga maksudnya apa.

Nah wanita itu juga bukan hanya curhat di sosial media, tetapi juga kalau bicara kepada pasangannya itu muter-muter, tidak langsung pada pokok pembahasan. Harapan wanita, ya… dikau pikir sendiri dong maksudnya apa. Jadilah kita main tebak-tebakan. yang salah akan kena hukuman. Hihihihi..

Jadi inilah saran saya. Kalau mau sesuatu, bicarakan langsung ke pasangan. Tidak perlu bicara pakai mak comblang sosial media. Pesannya ga bakalan nyampe. Yang ada, nanti dibicarakan rame-rame di sosial media, mau? Sedangkan saran saya buat kaum Adam, tolong hargai pasanganmu jika ada permintaan yang disampaikan secara langsung selama permintaannya tidak keterlaluan. Dengan menghargai dia dan tidak menganggapnya rendah, wanita kan merasa aman untuk berbicara secara langsung apa yang menjadi keinginannya. Nah, kalau seperti kan kamu tidak akan dipusingin dengan ambekan yang ga jelas.

  1. Hidup dalam asumsi sendiri.

 

Mimpi-Pacar-Selingkuh-compressed

“ Duh, kok chat aku ga dibalas-balas sih? Kemana sih dia? Jangan-jangan lagi sama cewek lain lagi. Apa dia uda bosan ya sama aku?”

Ayo, ngaku! siapa yang sering punya pikiran seperti itu? Wanita sering menjadi galau kalau pasangannya tidak ada kabar atau tidak bisa dihubungi. Pikiran negatif biasanya sudah berseliweran di benaknya. Padahal bisa jadi pasangannya sedang sibuk kerja, tidak bisa membalas chat. Bisa jadi juga handphonenya sedang lowbat atau tidak dapat signal. Jangan berpikiran buruk dulu dong. Cowok akan jadi ilfil kalau terus-terusan dituduh yang engga-engga. Cowok biasanya juga kan jadi malas untuk menjelaskan jika belum apa-apa sudah dituduh yang engga-engga. Terkadang dia memberi penjelasan, kita yang tidak mau mendengar dan selalu menyanggah. Akhirnya cowok jadi malas untuk menjelaskan. “ Silahkan hidup dengan asumsimu sendiri.”

 

Saran buat Cowok : Supaya pasanganmu tidak galau atau membabi buta, tolong komunikasikan dengan baik kegiatanmu. Hal ini tidak berarti kamu harus “laporan” setiap saat. Tetapi ini membantu wanita untuk merasa tentram dan tidak berpikiran negatif. Daripada menunggu wanita bertanya, “ Kamu kemana saja sih? Kok ga balas  chat aku? Telpon aku juga engga diangkat?” Nah, ada baiknya kamu komunikasikan terlebih dahulu sebelumnya. “ Hari ini saya ada full meeting, HP saya sedang low bat, ga bawa charger, saya sedang ngumpul-ngumpul sama teman-teman, dll” Sebenarnya wanita juga malas loh bertanya setiap saat kamu lagi ngapain? Tapi serba salah. Engga nanya, galau. Nanya dibilang cerewet.

Sebuah hubungan harus ada rasa saling percaya. Jika rasa percaya itu telah hilang, maka hubungan akan menjadi sangat rentan.  Maka dari itu, wanita, berikanlah kepercayaanmu pada pasanganmu. Jangan menuduh pasangan berselingkuh, kecuali sudah ada buktinya. Jangan hidup dalam asumsi kita sendiri.

Saran bagi Pria: Wanita tekadang hanya ingin konfirmasi saja. Jika memang tidak ada wanita lain, katakan dengan jelas bahwa tidak ada wanita lain di hatimu. Buat dia tenang. Wanita hanya butuh konfirmasi saja.Namun satu hal yang terpenting adalah  jadilah orang yang dapat dipercaya. Jangan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Bila kepercayaan telah rusak, maka akan sangat sulit dan lama untuk membangunnya kembali. Jangan salahkan wanita yang menjadi cemburu buta, jika kamu memang pernah merusak kepercayaan darinya.

 

 

  1. Lu, Gue, End..

putus

Sebenarnya, banyak wanita ketika mengucapkan kalimat ini sama sekali tidak bermaksud beneran putus/cerai. Umumnya mereka hanya kesal dengan situasi yang ada. Bisa jadi karena pasangannya melakukan sebuah kesalahan yang berulang-ulang. Memang benar biasanya kata-kata ini muncul karena pasangannya telah melakukan sebuah kesalahan. Tetapi itu tidak berarti dia benar-benar mau putus atau cerai. Yang wanita inginkan hanyalah pasangannya introspeksi diri, minta maaf dan baikin dia kembali.

 

Jurus ini bisa saja berhasil dipakai beberapa kali. Ya, apa yang wanita harapkan pada pasangannya benar dilakukan. Tetapi jurus ini tidak akan berhasil jika dipakai terus berulang kali. Terkadang waniita jadi kebablasan. Gara-gara urusan sepele biasa mengancam ingin putus. Hai wanita, sadarilah. Lama kelamaan pria bisa capek sendiri. Suatu saat dia tidak akan minta maaf lagi, melainkan beneran putusin atau ceraikan kamu.

Pernah mendengar ada pasangan yang cerai untuk urusan sepele? Itu terjadi karena sudah terlalu sering ancaman cerai dilontarkan. Akhirnya keputusan cerai itu terjadi. Saat wanita berusaha menarik kembali ucapannya, biasanya sudah terlambat. Pria yang sudah menyetujui akan berpisah biasanya akan benar-benar melakukannya.

Ibu saya mengingatkan saya tentang hal ini. Jangan pernah megucapkan kata putus atau cerai dengan mudahnya. Jangan menjadikan kata-kata ini menjadi begitu ringannya untuk dilontarkan saat sedang emosi. Sebaliknya, pikirkanlah berkali-kali sebelum mengucapkannya. Jangan pernah mengucapkannya jika tidak benar-benar menginginkan perpisahan.

Sebaiknya, utarakan dengan jelas perasaan kita kepada pasangan, misalnya “Saya kesal dengan sikap kamu yang berulang kali…… saya merasa tidak dihargai.” Kalimat seperti itu akan lebih mudah ditangkap oleh pria. Dia tahu bahwa sikapnya melukai dirimu.

Bagi pria, hargailah pasanganmu ketika dia menyampaikan perasaan marah atau kecewanya. Wanita juga kesal jika pasangannya tidak menghargai perasaannya. Jangan meremehkan perasaannya.Hal itu akan benar-benar melukainya.

 

Akhir kata, sebuah komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik jika kedua belah pihak tidak pernah mau belajar dan memperbaiki diri. Terkadang sikap wanita itu juga terbentuk dari sikap pria. Wanita akan berkomunikasi dengan lebih baik bila pria mau menghargai wanita ketika mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Berikanlah rasa aman itu. Ingatlah bahwa komunikasi memegang peranan penting yang menentukan kesuksesan sebuah relasi.

 

Seserca Cahaya di tengah Dunia yang Gelap

Siang ini saya menelusuri Youtube dan memutar lagu-lagu kesukaan saya. Sampailah saya memandang Video Clip You Are Loved yag dinyanyika oleh Josh Groban. Tak disangka, bukan hanya saya dikuatkan oleh lagu ini, namun saya terkesima dengan komentar yang ada di lagu ini.

 

2016-06-06

 

Saya yakin, 2 komentar diatas hanyalah sebagian kecil dari begitu banyak orang yang merasa diberkati karena mendengarkan lagu ini. Entah berapa banyak orang yang putus asa dan menemukan kembali harapannya. Berapa banyak orang yang sudah mau bunuh diri tetapi tidak jadi karena mendengar lagu ini. Entah sudah berapa banyak orang yang menemukan semangat dalam keletihannya menjalani beratnya hidup ini.

Itulah yang saya suka dari Josh Groban. Bukan sekedar suaranya yang berkualitas, tetapi dedikasinya untuk menerangi dunia yang gelap ini. Dia memakai suara yang Tuhan berikan bukan hanya sekedar untuk terkenal, tetapi untuk menolong orang lain menemukan secerca harapan dalam dunia yang gelap ini. Sungguh Tuhan telah memakainya dan memberkatinya.

Kerinduan yang sama ada dihati saya. Impian menjadi penulis bukanlah hanya sekedar impian untuk terkenal atau untuk menjadi kaya. Kerinduan saya Tuhan memakai karya saya untuk menguatkan orang lain dan menerangi dunia yang semakin gelap ini. Saya rindu Tuhan memakai saya menjadi alat di tangan-Nya. Saya mau menyampaikan apa yang ada di hati Tuhan bagi anak-anak yang dikasihi-Nya. Ini aku Tuhan, pakailah hidupku.

 

Ekspektasi Berlebihan Akan Membunuh Relasimu

“Pi, tetangga itu beliin mobil loh buat istrinya. Kapan papi beliin mobil buat aku?” rengek istri pada suaminya.

“Pacarnya Susi ajak makan Susi di restoran mahal saat Valentine, loh! Dia dikasih buket bunga mawar dan kalung berlian. Romatis ya? Ga kayak kamu, jangankan kalung berlian, sekuntum mawar aja ga ada. Malam valentine malahan main game”, complain gadis pada pacarnya.

“Bulan depan sepupu kamu akan menikah. Trus kapan kamu nikah? Cari pacar dong!” Teriak ibunda pada anak gadisnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Entah mengapa, kita sering banget membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain. Seolah-olah apa yang dialami oleh orang lain menjadi standard bahwa itu juga harus kita alami. Tanpa sadar kita telah menuntut orang terdekat kita untuk melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Itulah ekspetasi yag berlebih yang dapat membunuh sebuah relasi.

Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain? Tentu saja tidak ada kan? Tetapi itulah yang sering kali tanpa sadar kita lakukan pada orang terdekat kita, entahkah itu pasangan kita ataupun anak-anak kita. Jika kita tidak suka dibanding-bandingkan, maka jangan pernah membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain.

Dari banding-membandingkan ini, awalnya akan jadi ngambek. Dari ngambek, jadi marah lalu berubah menjadi menuntut, ujung-ujungnya berantem. Keseringan berantem bisa jadi putus. Untuk keluraga, ujung-ujungnya bisa sakit hati. Yang pasti hubungan menjadi rusak hanya gara-gara satu penyakit hati ini. Kok dibilang penyakit sih? Ya  iyalah, penyakit ini kalau dibiarkan akan membunuh relasi kamu.

Darimana datangnya ekspetasi yang membahayakan itu?

  1. Nonton Film Romantis. Yang namanya film itu rekayasa. Tentu saja menggambarkan semua yang bagus-bagus, tetapi pada kenyataannya sering kali tidak sepertri itu. Pernah ada kejadian seorang wanita memutuskan pacarnya karena pacarnya tidak mau mengantarkan makanan ditengah malam, tidak seperti pria di film Korea yang mengantarkan makanan ditengah malan dan ditengah badai hujan salju. Well, ngeneskan? Kenapa juga harus membandingkan pacar dengan tokoh fiktif yang tidak pernah ada?
  2. Cerita teman. Kaum hawa biasa banget kumpul dengan teman-temannya dan bercerita tentang apa yang dilakukan oleh cowoknya kepada dia, mulai dengan hadiah, makan malam romantic, dsb. Lalu lucunya dia pamer dan menanyakan, kamu gimana? Apa yang cowok kamu kasih ke kamu? Bagi yag ga alamin itu, langsung gigit jari. Tak elak, langsung cowoknay kena ambekan ga jelas. Begitu ditanya, “kenapa dia?”hanya dijawab “ga pa-pa, mikir aja sendiri” Cowoknya bingung tujuh keliling, ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba kena ambekan. Guys, seriously, ini bahaya banget. Jangan pernah lakukan ini. Jangan pamer apa pasangan kita lakukan pada kita, juga jangan menuntut pasangan kita untuk seperti pasangan orang.
  3. Tradisi hari keramatnya wanita. Setiap hari Valentine kayaknya sebuah kewajiban bagi pria untuk kasih ceweknya bunga dan makan malam romantic. Kalau ulang tahun harus dikasih kue dan hadiah. Cowok dipaksa untuk mengingat semua hari keramat bagi cewek. Kalau sampai lupa, pasti jadi runyam. Entah berawal dari mana budaya ini, yang pasti jadinya mendunia. Jadi, bagi cowok yang ga lakukan ritual ini, siap-siap diamukin ceweknya. Padahal coba pikir lagi, mengapa gara-gara satu hari ini lalu menghancurkan hubungan kita? Apakah satu hari itu begitu berarti hingga dapat mewakilkan ribuan hari yang lainnya?
  4. Setiap suku bangsa memiliki budaya tersendiri. Sebagian memang ada yang baik, tetapi ada juga yang tidak baik, seperti budaya bahwa semua orang harus menikah. Kalau ga menikah akan dicap orang aneh atau dipandang rendah seperti ga laku. Gara-gara budaya ini kita memaksakan diri dan memaksakan orang lain untuk mengikuti budaya sampai mengorbankan hal-hal yang lebih esensi. Kebayang ga, gara-gara “budaya harus nikah”berapa banyak orang yang asal menikah dan akhirnya menikah dengan orang yang salah. Gara-gara budaya menikah itu harus punya anak, sehingga ada pasangan yang akhirnya bercerai karena pasangannya tidak bisa memiliki anak. Gara-gara budaya adik tidak boleh melangkahi kakaknya menikah duluan, lalu dia ga boleh nikah. Aatau dia nikah tapi hubungan keluarga dengan sang kakak jadi runyam. Guys, tolong buka mata hati kita. Lihatlah apa yang paling penting dalam hidup ini. Jangan biarkan gara-gara memenuhi budaya, justru menghancurkan hidup kita atau hidup keluarga kita.

 

Jika kita ingin agar hubungan kita baik, buanglah jauh-jauh semua hal itu. Cobalah mengerti pasangan dan keluarga kita dengan lebih baik. Terimalah dia, sebagaimana kita berharap juga untuk diterima dengan seutuhnya. Relasi adalah antara kita dengan pasangan, bukan dengan orang lain. Jangan biarkan kerikil – kerikil tajam itu membuat kita tersandung dan menghancurkan hubungan kita. Pilihlah apa yang paling penting. Jangan biarkan ekspetasi yang berlebih menghancurkan relasi kita.

Selamat Tinggal Masa Lalu

AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:1-14

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:13)

Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 40

Susan telantar karena orangtuanya bercerai. Sejak kecil ia sering dicabuli tukang kebun neneknya. Ia tidak ingat kapan kehilangan keperawanannya. Sejak SMP ia sudah menjalani pergaulan bebas dan memakai narkoba. Sudah tiga kali ia mencoba untuk bunuh diri. Sampai seorang dokter mengingatkannya pada Yesus yang pernah didengarnya saat kecil. Susan bertobat dan kembali pada Kristus. Tidak peduli seberapa kelam masa lalunya, Susan belajar hidup kudus bagi Kristus dan melayani-Nya. Tuhan mengarunianya suami dan dua anak yang baik.

Rasul Paulus juga memiliki masa lalu yang kelam. Ia bangga sebagai penganiaya jemaat, bahkan Ia adalah dalang di balik kematian Stefanus. Pengenalannya akan Kristus mengubah segalanya. Apa yang dulu ia banggakan, kini ia anggap sampah karena Kristus. Paulus telah meninggalkan masa lalunya dan hidup dalam panggilan Tuhan untuk menjadi rasul bagi orang bukan Yahudi.

Melupakan masa lalu bukan berarti hilang ingatan, namun kita tidak menjadikan masa lalu sebuah batu sandungan dalam hidup kita.Tidak peduli betapa kelamnya masa lalu kita, selama kita mau bertobat dan hidup bagi Kristus, kita akan memiliki hidup yang berarti. Yang paling penting adalah, apakah kita mau meninggalkan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru bersama dengan Kristus? Tuhan tidak menginginkan kita merasa bersalah berkepanjangan karena Dia telah mengampuni kita. Tuhan menghendaki agar kita hidup bagi-Nya dan melakukan kehendak-Nya setiap hari. Mulailah dari saat ini.—VT

SEBERAPA PUN KELAM MASA LALU KITA,
TUHAN MEMBERIKAN LEMBARAN BARU UNTUK HIDUP BAGI-NYA

 

http://renunganharian.net/2016/73-januari/1670-selamat-tinggal-masa-lalu.html

 

Sekilas tentang kisah kesaksian diatas,

Saya mendengar kesaksian ini saat masih mahasiswa di IBII. Dia mengatakan bahwa dia tidak pandai berkotbah, tetapi dia memiliki kisah hidup yang dapat dibagikan. Dia menceritakan dengan detail tentang betapa kelamnya masa lalunya. Saat dia kembali ke gereja dan belajar untuk melayani Tuhan, itu juga bukan hal yang mudah. Ya.. ada orang -orang yang menolaknya. Mereka yang tahu tentang masa lalunya tidak terima kalau dia melayani Tuhan. tetapi, dia tidak menyerah. Dia tetap melayani Tuhan. Yang luar biasa adalah komitmenya untuk hidup kudus. Kalau dipikir secara logika, apa gunanya dia hidup kudus? toh sudah tidak perawan lagi? tetapi dia mengatakan, itu adalah masa lalu saya. Saat ini saya hidup bagi Tuhan. Ketika dia berkomitmen meninggalkan semua dosa masa lalunya, Tuhan melihat dan memberikan kepadanya sebuah bonus yang luar biasa, yaitu seorang suami yang baik, yang bisa menerima semua masa lalunya. Pria ini adalah ketua komisi pemuda di gerejanya. Dia sendiri amaze akan kebaikan Tuhan.

 

Saat itu dia menantang para mahasiswa, seburuk apapun masa lalu kamu, tinggalkan semua itu. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Tuhan. Di dalam Tuhan selalu ada harapan. Di dalam Tuhan ada lembaran baru. Tuhan mengasihi kita.

 

Tanda-Tanda Rohani dan Pelayanan

Senin, 1 Februari  2016

Bacalah : Kisah Para Rasul 6:1-7

Renungkanlah:
1. Masalah apakah yang muncul dalam gereja mula-mula? (ayat 1)
2. Keputusan apa yang diambil para rasul untuk mengatasi masalah tersebut ? (ayat 2,4)
3. Tanda-tanda rohani apa yang ditentukan para rasul untuk memilih 7 orang bagi pelayanan ?(ayat3,5)

Kisah para rasul pasal 6 mencatat tentang kehidupan gereja mula-mula yang pada saat itu muncul masalah yaitu penaganan kebutuhan hidup sehari-hari dari janda-janda yang berbahasa Yunani kurang terperhatikan. Untuk itu para rasul memilih 7 orang untuk mengatasi hal itu dan  untuk melayani para jemaat yang kurang terperhatikan. Rasul-rasul tidak sembarang dalam memilih 7 orang ini, karena mereka akan sangat menentukan penyelesaian masalah ini, maka dipilihlah orang yang mempunyai nama baik, penuh Roh Kudus dan penuh  iman. Ketiga hal tersebut juga sekaligus menjadi tanda kedewasaan rohani seseorang. Mari kita menuntut diri kita masing-masing  agar dapat memiliki tanda-tanda rohani ini, agar hidup kita diurapi Tuhan dan diberkati sehingga kita dapat  berbuah, berdampak  bagi kemuliaan Tuhan.

Lakukanlah :  Jagalah seluruh aspek hidup seturut dengan Firman Tuhan dan bersedia hidup dipimpin Roh Kudus.

Doa: Tuhan, mohon Engkau memenuhi hidupku dengan Roh Kudus, membentuk hidupku agar semakin serupa Kristus . Amin

Cinta Pertama

Tidak ada hal yang terjadi dalam kehidupan kita tanpa seijin Tuhan. Namun tidak ada didunia ini yang abadi. Baik itu kisah yang indah ataupun kisah yang sedih, semua akan berakhir. Berjalan bersama dengan Tuhan sering kali membingungkan. Apa yang nampak di depan mata terkadang hanyalah untuk sementara. Jika memang hanya sementara, lalu untuk apa Tuhan berikan? Well, percayalah bahwa semua ada maksud dan tujuan-Nya.

Belasan tahun menunggu akan kisah cinta sejati. Awalnya aku berpikir bahwa aku telah menemukannya. Namun ternyata kembali kisah ini kandas. Ya, sudah seminggu lebih aku putus dengan kekasih, Victor. Padahal aku baru saja menuliskan renungan tentang kami berdua dan mengirimkannya ke redaksi renungan harian. Hahaha ironisnya 2 hari kemudia saya diputusin.

Tetapi tidak mengapa. Aku belajar untuk menerima semua kenyataan. Tidak ada gunanya memaksakan sesuatu. ya, setidaknya tulisan ini adalah tulisan terakhir untuk mengenangnya, walaupun masa depan adalah sebuah misteri. Well, kami masih berteman sih. Kami putus secara baik-baik. Aku tidak ingin bertanya-tanya kepada Tuhan, mengapa mempertemukan aku dengan dirinya lalu hanya untuk menemukan bahwa kisah ini tidak berjalan seperti yang aku harapkan. Well, just percaya bahwa pertemuan kami tetap dalam rencana Allah untuk mendatangkan kebaikan. Berikut adalah hal baik yang aku dapatkan dalam relasi kami.

  1. Menyelesaikan naskah buku. Sebuah perjalanan panjang untuk menyelesaikan buku “wonderfull single life”ini. Tetapi bagaimanapun juga buku ini selesai sedikit banyaknya di motivasi oleh dirinya. Entah apakah mungkin karena dia pengen dibalas traktiran makan? hahah.. Iya, kami janji siapa bukunya sudah terbit harus traktir makan. Buku dia sudah terbit di awal tahun 2013. Dia mentraktir saya makan beberapa hari sebelum dia berangkat studi S2 ke Australia. Lalu saya berjuang untuk menyelesaikan naskah buku ini. Buku ini selesai pada bulan Juni 2015. Sayangnya belum menemukan penerbit yang mau menerbitkan. Kami jadian tanggal 6 Agustus 2015. well, setidaknya beneran setelah selesai nulis buku tentang hidup jomblo trus dapat pacar. wakakaka. Sampai sekarang saya masih mencari penerbit yang mau terbitin. Kalaupun ga ada yang mau terbitin, palingan nanti self publishing aja.
  2. Lebih percaya diri. Well, seperti tulisan saya sebelumnya, awal saya bertemu dengannya saya punya banyak luka gara-gara banyaknya komentar orang tentang wajah saya yang berjerawat komplit dengan bekasnya. victorlah yang membuat saya percaya diri, Saya merasa dikasihi saat saya masih berjerawatan cukup parah. Karena merasakan cintanya, saya justru termotivasi untuk merawat wajah hingga sekarang menjadi membaik.    Dia selalu berkata “you are beautifull, you are precious, You looked good. Cute, etc” Ya.. begitu banyak pujian yang keluar dari mulutnya yang membuat diri ini menjadi bahagia.
  3. Merasakan indahnya jatuh cinta. Well, karena ini adalah cinta pertama, jadi baru kali ini ngerasaain indahnya jatuh cinta, indahnya diperhatikan dan dikasihi. Pertama kalinya merasakan mau tidur sambil senyum-senyum sambil meluk guling. wakakakak… Perasaan itu tidak ada ketika aku hanya menjadi sahabat. Ketika sedang down dan nangis, ada yang menghibur. Meskipun dia nun jauh disana, dia sering bilang “i wish i could be there. I will hug u”. Indahnya ada orang yang mendoakamu saat engkau terpuruk.  so sweet. Tiap malam ada yang bilang “Gud nite”dengan smily kiss. haahhaha..mungkin terdengar konyol, tetapi buat orang yang jatuh cinta, itu indah loh! Kalau ga dikirim, ditagih, wakakakak… namanya uda ketagihan tuh. Ya pertama kalinya merasakan jalan di mal dan digandeng pria. pertama kali merasakan kehangatan dibelai rambutku dengan tatapan lembut. Ada begitu banyak hal indah lainnya yang pertama kalinya aku rasakan.
  4. Belajar berkomunikasi dengan lawan jenis. Yup, ini adalah hal yang penting. Aku belajar bagaimana harus bersikap dengan dirinya. Walaupun kadang melakukan kesalahan yang cukup fatal, tetapi setidaknya belajar untuk mengutarakan apa yang ada dipikiran, belajar untuk mempercayainya, belajar untuk berdiskusi walaupun tidak sependapat dan belajar menghargai perbedaan yang ada. Relationship is the art of communication. Tanpa komunikasi, tidak ada sesuatu yang terjalin.
  5. Keluar dari trauma. Yup, sebelum bertemu dengannya, aku sempatpunya trauma tidak ingin jatuh cinta. Trauma itu sangat membelenggu membuat aku menutup diri. Bayangin aja pernah mimpi dikiss cowok tapi ketakutan sampai sesak napas. Namun setelah semua yang terjadi, trauma itu hilang. Sekarang walaupun kisah ini harus berakhir, aku tidak takut untuk jatuh cinta lagi dan memulai hubungan yang baru. Sekalipun akhir-akhir ini aku terkadang nangis, bahkan saat hyetir sempat nyenggol mobil orang, tetapi aku tetap mengatakan “Thank You God “. Aku tidak menyesali semua yang terjadi.

Usiaku memang tidak muda. Tetapi kadang merasa seperti anak ABG yang baru merasakan indahnya jatuh cinta tanpa berpikir panjang tentang masa depan. Aku percaya suatu saat aku akan menemukan pria yang cinta Tuhan dan cinta diriku yang mau memberikan komitmennya untuk membangun keluarga yang memuliakan Tuhan. Ya, cinta sejatimu adalah dia yang dapat melihat keindahan di dalam dirimu. Berjalan bersama dengan Tuhan kadang membingungkan, tetapi percaya saja bahwa apa yang Dia berikan adalah terbaik untuk kita. Amin

Hal yang mungkin terlihat sepele di mata Tuhan

Wajah yang berminyak dan mudah jerawatan ini menyulitkan saya untuk mencari pelembab yang sesuai. Giliran menemukan pelembab yang sesuai, eh, counter di mal sudah tidak ada. Akhirnya terpaksa mencari online. Akupun menemukan distributor resminya. OK, saya pesan via online saja. Waktu saya memesan, saya lupa bahwa papa saya akan ke Bangka untuk seminggu. Setelah saya transfer 3 hari kemudian, saya baru sadar. ya ampun… ini nanti kalau dikirim ke rumah tidak ada orang dong.

Saya berusaha menelpon ke yang jual. Katanya, kirim via email saja alamat barunya, nanti saya kasih tahu ke bagian pengiriman. Ok saya mengirimkan email dan memberitahukan alamat kantor saya. Keesokan harinya, saya malah di reply via email, sudah dikirim ke alamat yang tercantum di sistem. Gubrak.. saya harap-harap cemas. ini nyampe ga ya?  Malam itu saya pulang dan mencari bungkusan paket di ruang tamu. Saya berharap paket itu di timpuk di teras gt? atau digantungin di pager? hahah kayaknya ga mungkin ya? Saya lemas, karena tidak menemukan paket itu. Ha.. mungkin besok dikirmnya.

Keesokan harinya, kembali saya mencari paket itu dan kembali kecewa karena tidak ada. Begitupula dengan keesokan harinya lagi. Ha.. saya pupus harapan. Sepertinya saya harus merelakan uang yang sudah daya transfer itu. tetapi saya masih berdoa, Tuhan kalau boleh paketnay dikirim hari sabtu asja, kan saya ada di rumah. hmm.. mungkin ga saih? biasanya paket itu hanya berjarak 1 hari, ini sudah 3 hari.

Hari sabtu tiba. saya mulai pupus harapan. Jam 12 siang saya balas email ke distributornya kalau saya belum menerima paketnya. Jam 2 saya sudah janji akan pergi dengan teman saya. Sedikit terbesit di hati saya berharap paket itu datang sebelum jam 2. Sekitar jam 13.30 akhirnya ada yang menegtok pintu gerbang rumah. “paket!”. Saya hampir tak percaya dengan apa yang saya dengar. “Apa pak? Paket ya?””iya paket untuk Vonny”. Hati saya melojak kegirangan. Benar, itu paket pelembab wajah yang saya tunggu-tunggu. Saya bengong melihat paket itu di tangan saya. Tak sabar saya membuka paket itu dan benar isinya pelembab wajah yang saya pesan. “Ya ampun Tuhan… ternyata benar paket ini samapai ditanganku

 

Aku terharu. Ternyata untuk urusan pelembab wajah yang harganya hanya Rp. 80.000 Tuhan peduli. tetapi… mengapa ada doa lain yang bagi saya penting, tetapi Tuhan tidak jawab ya? Saya yakin, bahwa bukan Tuhan tidak peduli, tetapi Tuhan punya rencana yang tidak saya ketahui. Saya percaya Tuhan mengasihi saya. Bukankah Alitab juga berkata, bahwa sehelai rambut kepala kita tidak akan jatuh tanpa seijin Tuhan. Tidak ada hal yang terlalu sepele bagi Tuhan sehingga kita tidak membawanya dalam doa. Juga tidak ada hal yang terlalu besar bagi Tuhan. Besar atau kecil, Tuhan ingin agar kita bergantung kepada-Nya setiap hari, setiap saat.

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 20.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 7 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Previous Older Entries

Social