My New Chanel

Setelah berjuang sekian lama, akhirnya buku pertama saya “Wonderful Single Life” akan launching bulan depan. Walaupun prosesnya tidak mudah dan butuh perjuangan, namun setidaknya sudah beraani mengambil langkah untuk berjuang mewujudkannya.

 

Terkait dengan itu, saya ada membuat beberapa video yang sudah di upload di Youtube. Kunjungi Chanel saya di https://www.youtube.com/channel/UCZKeDlUNMEk8spqzSwtzd5Q

Intagram saya di http://tofo.me/vonny_thay

Berikut adalah beberapa video saya yang sudah saya upload.  i

Video diatas dibuat oleh ci Herren Tjung. terima kasih banyak atas bantuannya.

 

Membuat Pasport tanpa Calo

Kalau dulu, semua surat-surat tidak akan bisa diurus sendiri, harus pakai calo. Bersyukurnya jaman itu sudah berakhir. Saya berhasil mengurusnpaspor sendiri tanpa calo dan tanpa biaya pungutan liar. Semua dibayar langsung ke bank. Proses submid dokumen dan wawancara hanya butuh waktu satu hari saja. Selanjutnya bayar ke bank BNI dan paspor bisa diambil 4 hari kerja setelah pembayaran. 

Buat kamu yang mau ikutan jejak saya berikut tips dan triknya. 

Dokumen fotocopy dan ASLI yang harus disediakan. 

1.  Akte Kelahiran

2. Kartu Keluarga

3. Keterangan WNI

4. KTP (fotocopy dalam ukuran A4 dan tidak boleh digabung dengan dokumen lain)

5. Fotocopy dan ASLI paspor lama. (Bagi yang mau perpanjang paspor karena habis masa berlaku)

6. Buku Nikah bagi yang sudah menikah.

7. Kartu pelajar atau kartu ID perusahaan. (Tidak perlu difotocopy hanya dibawa saja)

8. Materai

9. Bolpen
Tips: Agar dapat nomer antrian yang awal, maka datanglah ke kantor imigrasi pagi buta. Kalau bisa jam 5. Jangan seperti saya, datang jam 7.30 dapat nomer antrian 144 dan itu prosesnya sampai jam 4 sore. Kalau kamu dapat nomer antriannya awal, kamu busa cuti setengah hari saja. 

Inilah prosesnya:

1. Ambil formulir di loket paling depan. Kamu akan ditanya keperluannya dan akan diberi formulir yang tepat. 

2. Ambil nomer antrian 

3. Isi formulir sambil menunggu jam 08.00 pembukaan loket pemeriksaan dokumen. 

4. Saat nomer antrian kamu disebut, datanglah ke loket pemeriksaan dokumen. Di loket ini semua kelengkapan kamu akan diperiksa. Jadi kamu harus sudah siap dengan fotocopy dan ASLI nya. Jika semua dokumen lengkap, kamu akan mendapatkan nomer antrian untuk foto dan wawancara. 

5. Loket foto dan wawancara. Kamu akan diminta lagi semua dokumen asli termasuk  kartu ID perusahaan. Kamu akan ditanya tujuan kamu membuat paspor. Disini kamu akan difoto, diambil sidik jari dan tanda tangan. TIPS: Kamu tidak boleh memakai softlens berwarna. Jika kamu memakai, kamu diwajibkan untuk melepasnya.  Paspor lama kamu diambil dan akan dikembalikan bersama dengan paspor baru.

 Kamu akan diberikan slip keterangan untuk pembayaran paspor ke Bank BNI. 

6. Kamu harus menunggu SMS pemberitahuan untuk dapat melakukan pembayaran ke Bank BNI. Kamu tidak bisa bayar lewat ATM. Pembayaran ini hanya bisa dilakukan di TELLER Bank BNI dengan membawa slip keterangan dari kantor imigrasi. Kamu akan mendapatkan bukti setoran yang bencantumkan nama kamu disana. 

7. Setelah 4 hari kerja,bawa slip setoran BNI dan slip keterangan  untuk pengambilan paspor. Kamu tidak perlu lagi ambil nomer antrian. Saat loket buka jam 08.00 kamu bisa langsung ke loket untuk mengambilnya. Tralala… Selesai…
Demikian info dari saya, semoga berguna. 

Kisah yang Mengharukan saat Pelayanan Anak Jalanan 

Hari itu, aku memberanikan diri berbaur dengan lingkungan yang tidak aku kenal. Mereka mengadakan pelayanan anak-anak jalanan dan dibawa ke kidzania agar mereka memiliki mimpi dan berani mengejar mimpi. Jujur, aku sendiri belum pernah pergi ke Kidzania. Dan akhirnya aku memnghubungi teman ku dan mengatakan bahwa aku ingin ikut sebagai volunteer. 

Aku terkagum melihat suasana tempat itu. Anak-anak kecil terlihat lucu dengan seragam polisi, dokter, koki, dan pemadam kebakaran. Aku berandai-andai, jika dulu aku sudah ada Kidzania, Papa dan Mama pasti sudah membawa kami kesini. 

Aku melihat bagunan teather yang megah itu. Aku tidak bisa masuk, hanya melihat layar CCTV dari luar. Aku membayangkan, bagaimana jika dulu aku pernah ikut tergabung dan klub teather yang sesungguhnya. Mungkin jalan hidupku berbeda dengan sekarang. Hahha… tapi ya sudahlah. Jalan yang kini aku tempuh, itupun sudah garis dari Tuhan. 

Temanku mengusahakan agar aku dapat mendampingi beberapa anak jalanan yang masih balita. Aku bersyujur pada akhirnya dapat mendampingi 3 anak lucu. 

Ada hal yang membuat aku terkesan ketika mendampingi mereka. Awalnya aku berpikir bahwa anak jalanan itu kasar dan emosional. Tetapi ternyata tidak. Mereka manis dan lucu. Mungkin karena masih kanak-kanak.

Ketika kami membrrikannmereka makanan donut, saya bingung, tidak satupun dari mereka yang memakannya. Akhirnya ada satu anak yang menyicipinya sedikit lalu membungkusnya kembali. Kami bertanya,”mengapa donutnya tidak dimakan?”

“Untuk mama. ” jawab mereka kompak. Saya terdiam dan terharu. Mengapa mereka mengingat makanan untuk mamanya? Tetapi ternyata tidak untuk popcorn. Hahhaah mereka berebut makan dengan lahap. 

Tibalah waktu makan siang. Kami semua makan makanan yang sama, nasi kotak. Kembali aku tertegun, karena mereka spontan berlari ke westafel untuk cuci tangan, bahkan tanpa diingatkan. Aku membantu mereka membuka keran air, karena tubuh mereka yang masih mungil. 

Ketika menyantap makan siang, saya kembali tertegun. Mengapa anak-anak ini hanya melahap nasi putih saja? Lauknya tidak disentuh sama sekali. Bagaimana mungkin mereka bisa makan nasi putih tanpa lauk dengan begitu lahap? Jangan-jangan itulah yang menjadi makanan mereka sehari-hari. 

Kami membujuk mereka untuk makan lauknya juga, karena itulah yang bergizi dan enak. Beberapa anak mau mulai amkan lauknya. Namun ada satu anak, bernama Bunga, dia tidak mau makan. “Untuk mama” jawabnya singkat. 

Partner saya langsung menegurnya,”Tidak boleh. Makanan harus dihabiskan sekarang, tidak boleh dibawa pulang. Mama kan sudah ada donut. Kamu harus makan nasi dan lauk ini.” Setelah dibujuk, akhirnya mereka mau memakan. 

Seorang anak batita yang bernama Bunga, tiba-tiba berhenti makan. Saya bertanya lembut, mengapa dia tidak mau makan? Bunga tidak menjawab. Dia tertunduk dan membalikan badan membelakangi saya. Dia mengusapkan mata. Saat itu saya sadar, dia sedang menangis. Saya mengelus kepalanya dengan lembut seraya berkata,”Jangan menangis. Ayo dimakan nasinya.” Bunga tetap menangis tanpa suara. Sayapun terdiam tak tahu harus berbuat apa. 

Lalu datang seorang guru yang terbiasa mengajar mereka. Dia memeluk bunga dan menjelaskan bahwa mamanya akan senang jika dia mau makan. Akhirnya Bunga berhenti menangis dan mau kembali makan beberapa suap. 

Tiba-tiba datang seorang anak kecil laki-laki sekitar lima tahun. Dia membawa kotak makanannya dengan nasi yang telah habis, tetapi lauknya utuh. Kembali saya terperangah. “Kamu makan apa? Nasi putih saja?”

“Tidak, saya makan nasi putih dengan baksonya (yang hanya berjumlah dua butir)”

Teman saya menegurnya, “Tidak boleh begitu. Kamu harus makan juga ayamnya”

“Tidak. Ayam ini untuk dia.” Jawabnya sambil menunjuk anak kecil perempuan didepannya lalu berlari pergi. 

Kami bertanya pada anak perempuan ini, “dia siapanya kamu?”

“Kakak.” Jawabnya singkat. 

Kami kembali terdiam tak mampu berkata-kata. Kami tersentuh dengan kasih yang ditunjukan oleh seorang kakak untuk adiknya. Dia mau memberikan yang terbaik untuk adik yang dikasihinya. 
Saya pulang dengan kenangan yang membekas di ingatan. Saya tak mengerti sekeras apakah kehidupan mereka. Mengapa semua makanan yang enak harus mereka bawa pulang untuk mamanya? Ketika saya menceritakan hal ini kepada Papa, dia menjawab,”Mereka diajarkan untuk membawa pulang makanan agar dapat dibagikan kepada anggota keluarga yang lain. Jadi mereka tidak makan enak sendiri. Mereka terbiasa hidup berbagi.”

Ironis memang. Banyak keluarga kaya raya menjadi terpecah belah karena masalah harta, disisi lain ada keluarga sederhana yang berkekurangan justru lebih mengerti akan arti mengasihi keluarga. Mereka mungkin miskin akan harta, tetapi kaya dalam kasih. Ada kalanya, mungkin kitalah yang harus belajar dari mereka akan makna kasih persaudaraan. 

Kebahagiaan dalam Pernikahan

Semalam saya pergi dari Sunter ke Kemang naik Uber Car bersama dengan seorang teman. Tanpa di sangka, supir Uber ikutan kami ngobrol. Sebagai seorang yang sudah senior , mantan ketua Mudika di gereja Katolik, dia bercerita banyak hal tentang pernikahan kepada kami yang masih muda ini.  Pesan-pesannya bagus sekali. Rasanya terlalu manis untuk dikatakan sebuah kebetulan. Saya akan mengabadikan apa yang dikatakannya kepada kalian. Yuk, kita simak! 🙂

Konsep pernikahan dalam Alkitab adalah dua menjadi satu. Konsep ini harus dipegang teguh. Menikah bukan hanya sekedar untuk melegalkan seks atau mencari kenikmatan dari seks. Jika itu yang menjadi tujuan pernikahan, maka percayalah bahwa manisnya pernikahan hanya akan dirasakan sekejap saja. Jika pasangan sudah tidak dapat memuaskan lagi dalam urusan ranjang, maka jalan yang akan ditempuh adalah ganti pasangan. bukankah banyak orang yang melakukan itu? kawin cerai dan kawin sirih terlalu sering kita dengar. Umumnya itu disebabkan karena mereka memiliki konsep itu. Menikah hanya untuk seks. Ya, tentunya bukan itu yang diajarkan di iman Kristiani.

Orang yang kawin cerai, lalu anak ditelantarkan, maaf, itu layaknya binatang. Mereka hanya mengejar kenikmatan sendiri dan tidak peduli dengan anak. Perceraian itu akan melukai anak. Anak adalah titipan Tuhan, ada tanggung jawab di dalamnya.

Kebahagiaan utama menikah bukan terletak pada kenikmatan seks, tetapi karena kita punya teman hidup, teman seperjuangan dalam menjalani kehidupan ini. Setiap malam, sebelum tidur, kami akan bercerita tentang aktivitas kami sepanjang hari dari pagi sampai malam. Tidak ada yang kami sembunyikan. Uang kami adalah uang bersama. Kami suami istri sama-sama bekerja, dan hasil jerih lelah kami dipakai bersama. Sama sekali tidak ada pemisahan antara uang istri dan uang suami. Yang ada adalah uang bersama.

Yang lebih indahnya lagi, adalah ketika salah satu dari kami mengalami masalah besar. Adalah sebuah anugerah memiliki pasangan yang mau mensupport. Seperti saat ini. Saya baru saja resign dari pekerjaan dan belum memiliki pekerjaan penggantinya. Istri saya santai saja. Dia bilang, tidak apa-apa. pasti akan ada jalannya. Sambil mencari pekerjaan baru saya menyambi sebagai supir Uber dan juga menerima  freelance training di perusahaan-perusahaan.  Begitu juga sebaliknya, dulu saat dia mengalami masalah berat, saya selalu mendukung dan menyemangatinya.

Kami selalau out of the box. Di generasi saya, umumnya orang hanya memiliki anak 2 saja. Kami memiliki 4 anak. kalau ditanya, jawaban kami simple. Kami bosan menjadi minoritas. Sekali-kali pengen jadi mayoritas. 😀  Padahal dulu sebelum menikah kami sudah berdiskusi, bagaimana jika saya mandul atau dia yang mandul? apakah kami akan mengadopsi anak? Yang pasti tidak akan bercerai. Apapun yang terjadi tidak akan berpisah hanya karena tidak memiliki keturunan. Kami sudah bahas itu dan siap mental. Tapi puji Tuhan, kami justru dikaruniai 4 orang anak.

Kami sudah menikah 10 tahun dan kehidupan kami pernikahan kami baik. Sumber konflik dalam pernikahan biasanya karena campur tangan dari keluarga besar. Makanya harus sama-sama komitmen untuk tidak ikut campur dalam urusan keluarga besar masing-masing. Saya tidak akan ikut campur dalam urusan keluarga besar dia, dan sebaliknya, keluarga besar dia tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga kami. Begitu pula sebaliknya.

Mengerti dan mengkomunikasikan apa yang kita harapkan dari pasangan itu penting. Menyesuaikan diri dengan kebiasaan pasangan itu juga harus dilakukan. Hal yang sepele. Misalnya, setiap pagi istri saya tidak pernah membuatkan saya kopi. Dia pernah ditegur oleh keluarganya saat kami dulu pulang kampung ke rumahnya. Menurut adat Jawa, itu tidak sopan. Istri harus menyiapkan sarapan untuk suami. Tetapi dengan santainya istri saya menjawab, ” Lah, dianya ga mau sarapan. ” Hahahaha benar, saya adalah tipe orang yang tidak pernah minum kopi di pagi hari lalu baca koran. No, aku tidak seperti itu. Jadi buat apa dia buatkan kopi dan sarapan?

Segala permasalahan harus dibicarakan dan dicari jalan keluarnya. Dibicarakan baik-baik. Itu harus. Yang pasti suami tidak boleh memukul istri, apapun alasannya. Itu haram hukumnya.. Istri diciptakan Tuhan  bukan dari tulang kaki yang bisa di injak-injak, juga bukan dari tulang kepala yang menginjak kita. Istri itu diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan hati, artinya istri harus dijaga dan dikasihi

Itulah kebahagiaan dalam pernikahan. Ingatlah konsep 2 menjadi satu.

 

 

 

 

Renungan  Tahun Baru 2017

Tidak dapat dipungkiri, perayaan Tahun Baru adalah salah satu perayaan yang paling disukai orang di seluruh dunia. Banyak orang melewati Tahun baru dengan berlibur ke tempat yang belum pernah dikunjungi. Sebagian orang, memilih merayakannya bersama dengan keluarga di rumah tercinta. Apapun yang menjadi pilihan kita, ada baiknya bukan sekedar perayaan yang kita agungkan. Mari kita sediakan waktu untuk merenungkan hidup ini agar kita menjadi pribadi yang makin bijak.

Hari pertama di Tahun Baru 2017 saya merayakannya dengan merapikan kamar. Akhir-akhir ini saya memang sangat sibuk dengan jadwal yang begitu padat. Di hari liburan ini saya baru benar-benar punya waktu. Ada hal unik yang saya jumpai, yaitu 3 botol hand body lotion saya ternyata sudah expired. Ya, ternyata saya lebih rajin membeli hand body daripada memakainya. Mau tak mau saya harus membuangnya. Dari kejadian kecil ini saya menyadari beberapa hal.

1. Segala Sesuatu Memiliki Batas Waktu.

Barang seperti makanan, kosmetik atau obat-obatan memiliki batas waktu expired. jika sudah lewat batas waktunya, sudah tidak baik untuk dikonsumsi. Tetapi sesungguhnya, banyak hal di dalam hidup ini juga memiliki batas waktu. Tenaga dan semangat muda, tidak selamanya dapat kita miliki. Akan ada waktunya kita menjadi tua dan lemah. Oleh karena itu, bagi yang muda, raihlah apa yang kau impikan selagi muda dan ada kesempatan. Jika sudah semakin tua, akan lebih banyak halangannya.  Mau studi lagi, hikking, mission trip dan sebagainya, lakukanlah selagi masih kuat dan ada kesempatan. Jangan menundanya.

Lebih lagi, keluarga dan persahabatan juga memiliki batas waktu. Bedanya, tidak ada yang tahu kapan batas waktu itu berakhir. Orang yang kita sayangi dapat setiap saat kembali ke rumah Bapa. Selagi ada kesempatan, pakailah waktu untuk menunjukan cinta kepada orang terdekat.

2. Memulai itu bagus. Tetapi Konsisten untuk Mewujudkannya Itu Jauh lebih Penting.

Ketika saya membeli hand body lotion, saya memiliki impian agar kulit saya lebih halus terawat. Untuk itu saya rela mengeluarkan uang untuk membelinya. Namun, sayangnya semangat memakai hand body ternyata hanya bertahan beberapa saat. Kesibukan yang menggunung membuat saya melupakannya.   Akhirnya, hand body yang telah saya beli menjadi sia-sia karena sudah expired. Demikian juga ketika kita ingin mewujudkan impian atau resolusi tahun baru. Memulainya, itu bagus. Membayar harga untuk dapat mulai mewujudkannya itu juga bagus. namun, jika kita tidak konsisten dan menyelesaikannya, maka semua menjadi tidak ada artinya. Kita harus terus berjuang sampai semua menjadi kenyataan.

3. Buanglah Hal yang sudah Berlalu dan Mulailah yang Baru. 

Tidak ada gunanya saya menyesal dan meratapi 3 botol hand body lotion yang telah expired dengan tetap menyimpannya di rak saya. Saya harus membuangnya dan membeli yang baru. Demikian pula dengan hidup ini. Sebaik atau seburuk apapun masa lalu, tetap masa lalu. Jangan meratapinya terlalu lama. Belajarlah dari pengalaman dan tinggalkan itu di belakang. Jangan memenuhi hati kita dengan masa lalu sehingga kita sulit membuka lembaran baru. Hiduplah untuk masa depan, bukan masa lalu. Biarkanlah kenangan tetap menjadi kenangan.

Biarkanlah tahun baru ini adalah momentum yang berharga bagi setiap kita untuk memulai hidup dengan semangat baru bersama dengan Kristus.

 

Selamat Tahun Baru 2017

Tuhan Menyertai Kita Semua. 

Harga Sebuah Kesetiaan

“Wah hebat ya jadi seorang penulis,” itu yang sering dikatakan orang-orang ketika mengetahui bahwa aku juga adalah seorang penulis. Well, sebenarnya saya juga tidak terlalu mengerti mengapa jadi seorang penulis dibilang hebat? 
Hmm… kalau di luar negri seorang penulis terkenal memang bisa menjadi kaya raya dan keliling dunia. Tetapi sepertinya itu tidak berlaku di Indonesia yang penduduknya malas membaca. Masa menurut survei UNESCO kita bwrada dipoaisi ke-60 dari 61 negara yang disurvei. Hahah kita hanya mengalahkan Zimbabue. Ya… bolehlah sedikit berbangga setidaknya mengalahkan 1 negara. Yup, jadi penulis di Indonesia bisa dibilang rada seret soal uang. Apalagi buat penulis pemula yang sering ditolakin naskahnya oleh penerbit. Ujung-ujungnya kita disuruh beli sendiri buku kita atau jalan terakhir adalah self publishing. Jadi boro-boro dapat uang, tekor iya. 

Beban moral. Yak.. ini adalah mungkin yang paling berat buat saya. Betapa tidak, kita sebagai penulis kan juga manusia yang sering kali lupa. Terkadang kita juga melakukan kesalahan persis yang kita tuliskan. Terkadang kita justru melanggar apa kita kita tulis tidak boleh dilakukan. Hmm.. hal ini juga yang terkadang membuat saya ingin give up jadi penulis. Kita sering kalu dicobai persis pada situasi yang pernah kita bahas. Sepertinya kita memang diuji apakah kita sanggup melakukan apa yang kita tulis. Terkadang kita menang, tetapi terkadang kita juga kalah. 

Dalam kondisi yang lemah dan terpuruk, saya berusaha menemukan kembali mengapakah saya tetap menjadi seorang penulis? Akhirnya saya menemukan jawabanya.

Ketika kita menulis dengan sebuah visi yang jelas, untuk mewarnai dunia ini dengan kasih Kristus, maka kita sedang memasuki medan peperangan rohani. Yup, good and evil sedang bertarung. Mau tidak mau kita terlibat dalam pertempuran itu. Entah mengapa, ketika kita sedang melakukan hal yang mulia, jalannya tidak pernah mudah. Konflik antar team atau bahkan konflik dalam batin sendiri sering kali mewarnai hidup kita. Hal itulah yang sering kali membuat kita ingin menyerah. 

Setiap kali saya ingin menyerah, saya teringat satu hal. Jika saya menyerah, maka kuasa kegelapanlah yang menang. Ya, saya melakukan persis apa yang si jahat inginkan. Hal itulah yang membuat saya berpikir dua kali jika ingin menyerah. 

Peperangan itu tidak enak. Peperangan itu menguras energi kita. Jalan yang paling mudah adalah keluar dari peperangan dan masuk dalam zona aman yang damai. Pilihan itu sering kali menggoda diri ini. Saya ingin hidup tenang dan hidup bahagia versinya saya. Hmm… ya… versi saya, bukan versinya Tuhan. 

Cut Nyak Dien, pahlawan kita dari Aceh melontarkan istilah yang terkenal, yaitu perang puputan, perang sampai titik darah penghabisan. Hati kecil saya bertanya, mengapakah saya tidak berani melakukan hal itu? Dunia bukanlah rumah kita. Kita ada disini untuk melakukan misinya Tuhan. Kita ada di dunia ini memang untuk berada di medan pertempuran sampai titik darah penghabisan. Saya memang bukan misionaris yang memberitakan Injil sampai ke pedalaman, tetapi saya adalah missionaris di dunia maya. Tuhan memanggil saya untuk menjadi saksi-Nya lewat tulisan. Bukankah saya harus setia dengan panggilan ini?

Berulang kali saya terjatuh dan berusaha untuk bangkit kembali. Saya sadar bahwa saya tidak dapat menjalani semua ini dengan kekuatan sendiri. Saya tidak boleh menyerah dalam pertempuran ini. Saya akan menjalani semuanya dengan kekuatan dari Tuhan. Seribu kali saya terjatuh, dalam anugerah-Nya saya akan bangkit lagi. 

Sobat, kita dipanggil Tuhan dalam panggilan yang unik dan berbeda. Namun Tuhan tetap meminta kita setia pada panggilan-Nya. Janganlah menyerah. Ketika kita setia pada panggilan-Nya, ingatlah bahwa mahkota tersedia bagi kita. Dunia boleh tidak menghargai jerih lelah kita. Tetapi percayalah bahwa Tuhan menanti kita pulang dengan bendera kemenangan. Mahkota kemuliaan tersedia bagi mereka yang setia pada panggilan-Nya. 

Malaikat Kehidupan

Dalam masa kelamku, Tuhan memberikan 2 orang malaikat untuk menemaniku. Mereka bukan orang Kristen yang terlihat rohani. Mungkin tidak banyak ayat Alkitab yang dihafalkan ataupub dilontarkan untuk menyemangatiku. Tetapi kehadiran mereka yang menemani dan menyemangatiku itu yang membuat bebanku terasa lebih ringan. 
Dalam perjalanan ini, akhirnya Tuhan membuka mataku. Mereka yang mungkin direndahkan dan diremehkan di dalam gereja bukanlah orang yang buruk. Sebaliknya, mereka juga memiliki hati nurani yang Tuhan tanamkan dalam lubuk hati mereka. Mereka juga bisa menjadi teman yang baik, yang Tuhan pakai untuk menguatkan kita. Sebaliknya, tidak menutup kemungkinan mereka menjadi orang terkemuka di gereja, justru adalah orang yang menikammu dalam kehidupan nyata. Ironis memang. Tetapi itulah kehidupan. 

Tuhan menunjukkan padaku, bahwa jangan pernah menilai orang lain hanya dari apa pangkatnya di gereja. Jangan pernah menilai rendah orang lain hanya dari kebiasaannya dan pandangan yang berbeda dengan kita. Jika engkau mengenalnya lebih dalam, maka engkau akan menemukan bahwa mereka yang terlihat tidak rohani juga adalah malaikat yang Tuhan kirimkan untuk membantu menerangi jalanmu. 

Kasih bukanlah sekedar kata-kata. Kasih adalah tindakan nyata dari memberi diri dan waktu kita yang berharga. Disaat terkelam dalam hidupmu, kau baru tahu siapa yang benar-benar mengasihimu.

Satu lagi. Aku bersyukur mengenal para penulis RibutRukun.com. Tepat disaat aku memutuskan untuk resign dan memulai sebuah perjalanan iman, aku mengenal mereka. Di luar dugaan, orang-orang yang belum pernah aku temui ini justru menjadi penyemangat hidupku. Aku seperti menemukan sebuah keluarga baru di dunia maya. 

Menjadi pengangguran, ternyata tidak seseram yang aku bayangkan. Hidupku tetap berwarna. Aku tetap mampu menatap hari-hariku dengan penuh harapan. Satu hal yang pasti, aku tahu bahwa Tuhan menopangku dan tidak pernah meninggalkanku. Itulah yang mengusir rasa galau yang terkadang terbesit dalan benakku. Apapun yang Tuhan ijinkan terjadi dalam hidup ini, semua akan indah pada waktu-Nya. 

3 Kesalahan Fatal Komunikasi Wanita dengan Pasangannya (wajib dibaca Pria dan wanita)

komunikasi

Pernah kepikiran ga? Mengapa ya, wanita yang nota bene diciptakan Tuhan memiliki kemampuan komunikasi yang lebih ekspresif nyata-nyatanya justru berkomunikasi dengan buruk terutama pada pasangannya. Engga heranlah kalau cowok dibuat mabok dengan sikap wanita. Contohnya nich ya, kata “ Tidak” yang diucapkan oleh wanita itu bisa berarti “ Tidak”, tetapi bisa berarti juga “Iya” dan bisa jadi maksudnya “Terserah!”. Nah loh! Bingung kan? Kira-kira kenapa ya wanita bisa seperti ini?

 

Percaya tidak percaya sebenarnya lingkunganlah yang membuat wanita berkomunikasi seperti itu kepada pasangannya. Jika wanita tumbuh besar di lingkungan yang mengajarkan kepadanya supaya mempunyai “harga diri” di depan cowok dengan cara ya.. tidak mengatakan yang sesungguhnya apa yang ada di benak dia. Maksudnya apa? Begini loh! Lingkungan membentuk pola pikir wanita bahwa jika dia mengakui perasaannya secara jujur kepada pria, itu sangat memalukan dan harga dirinya jatuh. Pria tidak suka pada wanita yang agresif. Lingkungan membentuk pola pikir bahwa jika wanita “ mengemis cinta” itu adalah wanita murahan, gampang didapat nanti gampang juga dibuang. Jika wanita meminta sesuatu, biasanya dirinya akan dicap “ tidak tahu diri” atau “ banyak maunya” atau anggapan-anggapan lainnya.  Akibatnya ketika wanita berkomunikasi pada pasangannya tanpa disadari dia akan sulit untuk mengungkapkan perasaan dan keinginannya yang sesungguhnya. Kenapa? Supaya pria tidak meremehkan dan merendahkan dirinya. Tanpa disadari cara berkomunikasi seperti ini juga yang akan menghancurkan relasinya. Berikut adalah contohnya:

 

  1. Update status di Sosial Media dengan harapan pasangan akan baca dan bertindak.

status_update_thumb

“Duh, pengen banget deh nonton Film Ada Apa dengan Cinta 2.” Dara meng-update status di Facebook. Sebentar-sebentar Dara melihat handphone nya, berharap ada notification dari FB atau ada chat dari Ronald. Moga-moga Ronald membaca dan mengajaknya pergi nonton, harap Dara dalam hati. Detik demi detik yang berlalu terasa begitu lambat. Dara merasa sangat gelisah.

“ Ting” handphonenya berbunyi. Tetapi sayang, bukan dari Ronald.

“Ting” handphonenya berbunyi lagi. Dara senang karena Ronald menghubunginya.

Tetapi sayangnya Ronald sama sekali tidak ada pembicaraan untuk mengajaknya pergi nonton AADC2. Ujung-ujungnya Dara jadi BeTe, terus jadi ngambek engga jelas dech! Ronaldpun menjadi bingung. “Apa salah Gue?”

Mengapa wanita curhat di sosial media? Malu, bo! Masa ngomong langsung ke gebetannya mau ngajak nonton film? Kan gengsi! Nah, pola ini banyak dilakukan wanita bukan hanya kepada gebetannya, tetapi juga pada pasangannya. Alasannya cuma satu. Malu, bo! minta langsung. Nanti dibilang wanita agresif atau banyak maunya lagi. Nah, ketakutan-ketakutan itulah yang membuat wanita bertingkah “konyol” dengan update status di sosial media dengan harapan pasangannya membaca dan mengerti maunya.

Tetapi yang sering kali terjadi adalah sebaliknya. Pasangannya tidak baca status itu. Kalaupun baca, tidak peka juga maksudnya apa.

Nah wanita itu juga bukan hanya curhat di sosial media, tetapi juga kalau bicara kepada pasangannya itu muter-muter, tidak langsung pada pokok pembahasan. Harapan wanita, ya… dikau pikir sendiri dong maksudnya apa. Jadilah kita main tebak-tebakan. yang salah akan kena hukuman. Hihihihi..

Jadi inilah saran saya. Kalau mau sesuatu, bicarakan langsung ke pasangan. Tidak perlu bicara pakai mak comblang sosial media. Pesannya ga bakalan nyampe. Yang ada, nanti dibicarakan rame-rame di sosial media, mau? Sedangkan saran saya buat kaum Adam, tolong hargai pasanganmu jika ada permintaan yang disampaikan secara langsung selama permintaannya tidak keterlaluan. Dengan menghargai dia dan tidak menganggapnya rendah, wanita kan merasa aman untuk berbicara secara langsung apa yang menjadi keinginannya. Nah, kalau seperti kan kamu tidak akan dipusingin dengan ambekan yang ga jelas.

  1. Hidup dalam asumsi sendiri.

 

Mimpi-Pacar-Selingkuh-compressed

“ Duh, kok chat aku ga dibalas-balas sih? Kemana sih dia? Jangan-jangan lagi sama cewek lain lagi. Apa dia uda bosan ya sama aku?”

Ayo, ngaku! siapa yang sering punya pikiran seperti itu? Wanita sering menjadi galau kalau pasangannya tidak ada kabar atau tidak bisa dihubungi. Pikiran negatif biasanya sudah berseliweran di benaknya. Padahal bisa jadi pasangannya sedang sibuk kerja, tidak bisa membalas chat. Bisa jadi juga handphonenya sedang lowbat atau tidak dapat signal. Jangan berpikiran buruk dulu dong. Cowok akan jadi ilfil kalau terus-terusan dituduh yang engga-engga. Cowok biasanya juga kan jadi malas untuk menjelaskan jika belum apa-apa sudah dituduh yang engga-engga. Terkadang dia memberi penjelasan, kita yang tidak mau mendengar dan selalu menyanggah. Akhirnya cowok jadi malas untuk menjelaskan. “ Silahkan hidup dengan asumsimu sendiri.”

 

Saran buat Cowok : Supaya pasanganmu tidak galau atau membabi buta, tolong komunikasikan dengan baik kegiatanmu. Hal ini tidak berarti kamu harus “laporan” setiap saat. Tetapi ini membantu wanita untuk merasa tentram dan tidak berpikiran negatif. Daripada menunggu wanita bertanya, “ Kamu kemana saja sih? Kok ga balas  chat aku? Telpon aku juga engga diangkat?” Nah, ada baiknya kamu komunikasikan terlebih dahulu sebelumnya. “ Hari ini saya ada full meeting, HP saya sedang low bat, ga bawa charger, saya sedang ngumpul-ngumpul sama teman-teman, dll” Sebenarnya wanita juga malas loh bertanya setiap saat kamu lagi ngapain? Tapi serba salah. Engga nanya, galau. Nanya dibilang cerewet.

Sebuah hubungan harus ada rasa saling percaya. Jika rasa percaya itu telah hilang, maka hubungan akan menjadi sangat rentan.  Maka dari itu, wanita, berikanlah kepercayaanmu pada pasanganmu. Jangan menuduh pasangan berselingkuh, kecuali sudah ada buktinya. Jangan hidup dalam asumsi kita sendiri.

Saran bagi Pria: Wanita tekadang hanya ingin konfirmasi saja. Jika memang tidak ada wanita lain, katakan dengan jelas bahwa tidak ada wanita lain di hatimu. Buat dia tenang. Wanita hanya butuh konfirmasi saja.Namun satu hal yang terpenting adalah  jadilah orang yang dapat dipercaya. Jangan menyalahgunakan kepercayaan yang telah diberikan. Bila kepercayaan telah rusak, maka akan sangat sulit dan lama untuk membangunnya kembali. Jangan salahkan wanita yang menjadi cemburu buta, jika kamu memang pernah merusak kepercayaan darinya.

 

 

  1. Lu, Gue, End..

putus

Sebenarnya, banyak wanita ketika mengucapkan kalimat ini sama sekali tidak bermaksud beneran putus/cerai. Umumnya mereka hanya kesal dengan situasi yang ada. Bisa jadi karena pasangannya melakukan sebuah kesalahan yang berulang-ulang. Memang benar biasanya kata-kata ini muncul karena pasangannya telah melakukan sebuah kesalahan. Tetapi itu tidak berarti dia benar-benar mau putus atau cerai. Yang wanita inginkan hanyalah pasangannya introspeksi diri, minta maaf dan baikin dia kembali.

 

Jurus ini bisa saja berhasil dipakai beberapa kali. Ya, apa yang wanita harapkan pada pasangannya benar dilakukan. Tetapi jurus ini tidak akan berhasil jika dipakai terus berulang kali. Terkadang waniita jadi kebablasan. Gara-gara urusan sepele biasa mengancam ingin putus. Hai wanita, sadarilah. Lama kelamaan pria bisa capek sendiri. Suatu saat dia tidak akan minta maaf lagi, melainkan beneran putusin atau ceraikan kamu.

Pernah mendengar ada pasangan yang cerai untuk urusan sepele? Itu terjadi karena sudah terlalu sering ancaman cerai dilontarkan. Akhirnya keputusan cerai itu terjadi. Saat wanita berusaha menarik kembali ucapannya, biasanya sudah terlambat. Pria yang sudah menyetujui akan berpisah biasanya akan benar-benar melakukannya.

Ibu saya mengingatkan saya tentang hal ini. Jangan pernah megucapkan kata putus atau cerai dengan mudahnya. Jangan menjadikan kata-kata ini menjadi begitu ringannya untuk dilontarkan saat sedang emosi. Sebaliknya, pikirkanlah berkali-kali sebelum mengucapkannya. Jangan pernah mengucapkannya jika tidak benar-benar menginginkan perpisahan.

Sebaiknya, utarakan dengan jelas perasaan kita kepada pasangan, misalnya “Saya kesal dengan sikap kamu yang berulang kali…… saya merasa tidak dihargai.” Kalimat seperti itu akan lebih mudah ditangkap oleh pria. Dia tahu bahwa sikapnya melukai dirimu.

Bagi pria, hargailah pasanganmu ketika dia menyampaikan perasaan marah atau kecewanya. Wanita juga kesal jika pasangannya tidak menghargai perasaannya. Jangan meremehkan perasaannya.Hal itu akan benar-benar melukainya.

 

Akhir kata, sebuah komunikasi tidak dapat berjalan dengan baik jika kedua belah pihak tidak pernah mau belajar dan memperbaiki diri. Terkadang sikap wanita itu juga terbentuk dari sikap pria. Wanita akan berkomunikasi dengan lebih baik bila pria mau menghargai wanita ketika mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Berikanlah rasa aman itu. Ingatlah bahwa komunikasi memegang peranan penting yang menentukan kesuksesan sebuah relasi.

 

Seserca Cahaya di tengah Dunia yang Gelap

Siang ini saya menelusuri Youtube dan memutar lagu-lagu kesukaan saya. Sampailah saya memandang Video Clip You Are Loved yag dinyanyika oleh Josh Groban. Tak disangka, bukan hanya saya dikuatkan oleh lagu ini, namun saya terkesima dengan komentar yang ada di lagu ini.

 

2016-06-06

 

Saya yakin, 2 komentar diatas hanyalah sebagian kecil dari begitu banyak orang yang merasa diberkati karena mendengarkan lagu ini. Entah berapa banyak orang yang putus asa dan menemukan kembali harapannya. Berapa banyak orang yang sudah mau bunuh diri tetapi tidak jadi karena mendengar lagu ini. Entah sudah berapa banyak orang yang menemukan semangat dalam keletihannya menjalani beratnya hidup ini.

Itulah yang saya suka dari Josh Groban. Bukan sekedar suaranya yang berkualitas, tetapi dedikasinya untuk menerangi dunia yang gelap ini. Dia memakai suara yang Tuhan berikan bukan hanya sekedar untuk terkenal, tetapi untuk menolong orang lain menemukan secerca harapan dalam dunia yang gelap ini. Sungguh Tuhan telah memakainya dan memberkatinya.

Kerinduan yang sama ada dihati saya. Impian menjadi penulis bukanlah hanya sekedar impian untuk terkenal atau untuk menjadi kaya. Kerinduan saya Tuhan memakai karya saya untuk menguatkan orang lain dan menerangi dunia yang semakin gelap ini. Saya rindu Tuhan memakai saya menjadi alat di tangan-Nya. Saya mau menyampaikan apa yang ada di hati Tuhan bagi anak-anak yang dikasihi-Nya. Ini aku Tuhan, pakailah hidupku.

 

Ekspektasi Berlebihan Akan Membunuh Relasimu

“Pi, tetangga itu beliin mobil loh buat istrinya. Kapan papi beliin mobil buat aku?” rengek istri pada suaminya.

“Pacarnya Susi ajak makan Susi di restoran mahal saat Valentine, loh! Dia dikasih buket bunga mawar dan kalung berlian. Romatis ya? Ga kayak kamu, jangankan kalung berlian, sekuntum mawar aja ga ada. Malam valentine malahan main game”, complain gadis pada pacarnya.

“Bulan depan sepupu kamu akan menikah. Trus kapan kamu nikah? Cari pacar dong!” Teriak ibunda pada anak gadisnya.

Pernyataan-pernyataan tersebut sudah tidak asing lagi di telinga kita. Entah mengapa, kita sering banget membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain. Seolah-olah apa yang dialami oleh orang lain menjadi standard bahwa itu juga harus kita alami. Tanpa sadar kita telah menuntut orang terdekat kita untuk melakukan apa yang dilakukan oleh orang lain. Itulah ekspetasi yag berlebih yang dapat membunuh sebuah relasi.

Siapa sih yang suka dibanding-bandingkan dengan orang lain? Tentu saja tidak ada kan? Tetapi itulah yang sering kali tanpa sadar kita lakukan pada orang terdekat kita, entahkah itu pasangan kita ataupun anak-anak kita. Jika kita tidak suka dibanding-bandingkan, maka jangan pernah membanding-bandingkan orang terdekat kita dengan orang lain.

Dari banding-membandingkan ini, awalnya akan jadi ngambek. Dari ngambek, jadi marah lalu berubah menjadi menuntut, ujung-ujungnya berantem. Keseringan berantem bisa jadi putus. Untuk keluraga, ujung-ujungnya bisa sakit hati. Yang pasti hubungan menjadi rusak hanya gara-gara satu penyakit hati ini. Kok dibilang penyakit sih? Ya  iyalah, penyakit ini kalau dibiarkan akan membunuh relasi kamu.

Darimana datangnya ekspetasi yang membahayakan itu?

  1. Nonton Film Romantis. Yang namanya film itu rekayasa. Tentu saja menggambarkan semua yang bagus-bagus, tetapi pada kenyataannya sering kali tidak sepertri itu. Pernah ada kejadian seorang wanita memutuskan pacarnya karena pacarnya tidak mau mengantarkan makanan ditengah malam, tidak seperti pria di film Korea yang mengantarkan makanan ditengah malan dan ditengah badai hujan salju. Well, ngeneskan? Kenapa juga harus membandingkan pacar dengan tokoh fiktif yang tidak pernah ada?
  2. Cerita teman. Kaum hawa biasa banget kumpul dengan teman-temannya dan bercerita tentang apa yang dilakukan oleh cowoknya kepada dia, mulai dengan hadiah, makan malam romantic, dsb. Lalu lucunya dia pamer dan menanyakan, kamu gimana? Apa yang cowok kamu kasih ke kamu? Bagi yag ga alamin itu, langsung gigit jari. Tak elak, langsung cowoknay kena ambekan ga jelas. Begitu ditanya, “kenapa dia?”hanya dijawab “ga pa-pa, mikir aja sendiri” Cowoknya bingung tujuh keliling, ga ada angin ga ada hujan tiba-tiba kena ambekan. Guys, seriously, ini bahaya banget. Jangan pernah lakukan ini. Jangan pamer apa pasangan kita lakukan pada kita, juga jangan menuntut pasangan kita untuk seperti pasangan orang.
  3. Tradisi hari keramatnya wanita. Setiap hari Valentine kayaknya sebuah kewajiban bagi pria untuk kasih ceweknya bunga dan makan malam romantic. Kalau ulang tahun harus dikasih kue dan hadiah. Cowok dipaksa untuk mengingat semua hari keramat bagi cewek. Kalau sampai lupa, pasti jadi runyam. Entah berawal dari mana budaya ini, yang pasti jadinya mendunia. Jadi, bagi cowok yang ga lakukan ritual ini, siap-siap diamukin ceweknya. Padahal coba pikir lagi, mengapa gara-gara satu hari ini lalu menghancurkan hubungan kita? Apakah satu hari itu begitu berarti hingga dapat mewakilkan ribuan hari yang lainnya?
  4. Setiap suku bangsa memiliki budaya tersendiri. Sebagian memang ada yang baik, tetapi ada juga yang tidak baik, seperti budaya bahwa semua orang harus menikah. Kalau ga menikah akan dicap orang aneh atau dipandang rendah seperti ga laku. Gara-gara budaya ini kita memaksakan diri dan memaksakan orang lain untuk mengikuti budaya sampai mengorbankan hal-hal yang lebih esensi. Kebayang ga, gara-gara “budaya harus nikah”berapa banyak orang yang asal menikah dan akhirnya menikah dengan orang yang salah. Gara-gara budaya menikah itu harus punya anak, sehingga ada pasangan yang akhirnya bercerai karena pasangannya tidak bisa memiliki anak. Gara-gara budaya adik tidak boleh melangkahi kakaknya menikah duluan, lalu dia ga boleh nikah. Aatau dia nikah tapi hubungan keluarga dengan sang kakak jadi runyam. Guys, tolong buka mata hati kita. Lihatlah apa yang paling penting dalam hidup ini. Jangan biarkan gara-gara memenuhi budaya, justru menghancurkan hidup kita atau hidup keluarga kita.

 

Jika kita ingin agar hubungan kita baik, buanglah jauh-jauh semua hal itu. Cobalah mengerti pasangan dan keluarga kita dengan lebih baik. Terimalah dia, sebagaimana kita berharap juga untuk diterima dengan seutuhnya. Relasi adalah antara kita dengan pasangan, bukan dengan orang lain. Jangan biarkan kerikil – kerikil tajam itu membuat kita tersandung dan menghancurkan hubungan kita. Pilihlah apa yang paling penting. Jangan biarkan ekspetasi yang berlebih menghancurkan relasi kita.

Previous Older Entries

Social