Back To God’s Love

 

Cinta adalah hal yang terindah di dunia. Kehilangan cinta adalah yang yang berat bagi siapapun. Namun dalam kehilangan kita akan menemukan cinta yang tiada batas, yaitu cinta Tuhan.

Tuhan mencintai kita tidak peduli seberapa sering kita jatuh.

Tuhan mencintai kita, walaupun kita melupakan-Nya dan meninggalkan-Nya

Tuhan tetap mencintai kita, meskipun kita dalam emosi yang tidak terkendali dan menjadi orang yang sulit

Tuhan tetap mencintai kita, sekalipun kita berkali-kali melakukan kesalahan yang mendukakan hati-Nya

Cintanya Tuhan tidak akan berubah, dan cintalah yang membuat tangan-Nya menuntun kiita kembali pulang

Tuhan yang akan membalut luka

Tuhan yang akan membuat hati ini nyaman

Tuhan juga yang akan menumbuhkan pengharapan baru dalam hati kita

Untuk tetap tersenyum dalam iman, karena percaya bahwa Tuhan melihat apa yang tidak kita lihat

Tuhan akan memberikan kita hati dan semangat yang baru memulai kehidupan yang baru

Iklan

Life

Kemarin aku baru saja mendengar Christian, sahabat baik adik aku, meninggal mendadak karena indikasi jantung padahal baru berusia 32 tahun. Sekali lagi seperti sebuah peringatan bahwa kematian tidak mengenal usia dan kesehatan. Hidup begitu rapuh, kapan saja bisa diambil.

Saya mencoba merenungkan. Bagaimana jika Tuhan memanggilku juga diusia muda atau mendadak? Sebagai umat percaya yang telah ditebus Allah, tentu aku tidak takut. Surga dan kedamaian abadi telah menunggu. Jika kau bertanya berapa banyak jiwa yang sudah aku antar pada Kristus? Aku tak mau menghitungnya. Hahhaha. Ya apa yang harus dibanggakan? Aku hanya seorang messenger.

Bagaimana tentang impian? Ya.. minimal aku sudah berhasil menerbitkan buku dan menjadi penulis buku. Aku sudah pernah merasakan indahnya memiliki orang yang dikasihi. Walaupun kemudian kehilangan lagi. Rasanya tidak punya beban. Tidak punya tanggungan. Kalaupun aku pergi semua akan baik-baik saja.

Namun kemudian aku berpikir lain. Rasanya ada yang aneh. Mengapa pak Stephen Tong belum juga dipanggil Tuhan? Padahal dia sudah tua. Padahal sudah banyak yang dia kerjakan. Kalau dia tidak ada, juga tidak akan ada beban apa2. Anak-anaknya sudah besar bahkan memberikan dia cucu.

Aku tidak tahu. Aku bukan Tuhan. Hahhaha.. tetapi aku mencoba merenungkan sesuatu. Hidup ini milik Tuhan. Terserah Tuhan mau kasih berapa lama. Tetapi tanggung jawab kita untuk memakainya sesuai dengan kehendak Tuhan menurut panggilan kita masing-masing.

Aku tak ingin membandingkan hidupku dengan orang lain. Setiap orang memiliki waktu yang berbeda. Setiap orang memiliki pergumulan yang berbeda. Tetaplah memiliki impian seakan kita akan hidup seribu tahun lagi. Namun tetaplah melakukan yang terbaik seakan hari ini adalah terakhir. Tetaplah tersenyum sekalipun semua tak seindah surga. Karena kita memang belum di surga.

A Great Lesson

Having someone who stay with you in the darkness and give support is a grace.

Having someone that you love and love you is a miracle.

But nothing is everlasting.

When we have it, sometimes we cannot appreciated

Usually we just see his weakness and forgot his kindness

We think that we can get someone better than him

Until you loose him and you know how weak you without him

But time never turn back

Not every mistake can be fixed

And in that time we should accept the reality.

You should let it go everythings that not yours anymore

Just learn from the mistake

And grow up as a person

Remember that as long as you can see the sun, there is still a hope for a better furture.

Once you have the one you love and love you, never ever let him go.

When What Happen Not Like We Expect

Hidup ini memang penuh kejutan. Terkadang apa yang kita impikan tidak terwujud dengan mudahnya. Tak jarang juga impian itu kandas tanpa tahu mungkinkah suatu hari menjadi kenyataan.

Jika Vonny yang dulu, mungkin akan marah atau ngambek kepada Tuhan. Tetapi… setelah sekian banyak pengalaman bersama dengan Tuhan, aku percaya bahwa apapun yang terjadi ada maksud rencana Tuhan yang baik.

Ketika Tuhan membawa kita berjalan memutar, tidak berarti Tuhan jahat. Aku percaya bahwa Tuhan tahu bahwa kita perlu dipersiapkan sebelum menerima yang terbaik dati Tuhan. Berbagai kesulitan akan mendewasakan karakter kita. Jalan yang memutar akan melatih iman kita akan pinpinan Tuhan.

Kita memang tidak sapat mengerti pikiran Tuhan, karena memang Dia adalah Tuhan. Namun, belajarlah mempercayai hati-Nya.

Saat sebuah pintu tertutup, mungkin Tuhan akan membukakan pintu yang lain. Tetapi mungkin juga Tuhan menunda untuk membukakannya. Terkadang kita harus berusaha dan tidak menyerah. Terkadang juga kita harus merelakannya. Apa yang pernah terjadi, janganlah disesali. Syukuri setiap kenangan yang indah sebagai bagian dari anugerah Tuhan.

The Story Behind “Wonderful Single Life”

Setelah berjuang 5 tahun, akhirnya buku saya yang pertama “Wonderful Single Life” dirilis di bulan Mei 2017. Tidak banyak yang mengetahui kisah dibalik buku ini. Ini bukan sekedar mewujudkan impian, tetapi ini tentang mewujudkan apa yang dititipkan Tuhan.

Jika aku dapat memilih, aku tak ingin masih single sampai sekarang. tetapi terkadang kita tidak dapat memilih jalan yang harus kita tempuh. Hanya iman yang memampukan kita untuk dapat terus melangkah dalam kehendaknya. Banyak orang mengira bahwa saya menulis buku untuk menjadi kaya. Nope. Salah besar. Buku ini diterbitkan dengan dana saya sendiri dan dengan perhitungan hanya cukup untuk balik modal. Sebagian biaya sudah saya ikhlaskan dan tidak termasuk hitungan. Lalu, mengapa saya menempuh jalan ini? Inilah kisah yang ingin aku bagikan.

……….

Kisah ini dimulai dari enam tahun yang lalu, saat semua impian saya kandas. Pernikahan dengan pria yang kuimpikan telah gugur tanpa mengetahui apa penyebabnya. Patah hati… iya benar.. patah hati. Dengan tertatih aku berusaha terus melangkah sampai Tuhan mengingatkan aku kembali tujuan dan panggilan hidupku. Satu-satunya yang aku miliki dan yang ingin aku kembangkan adalah menulis. Mulaikah kuuntai semua pergumulanku dalam menghadapi status single di usia dewasa ini, layaknya catatan harian perjalanan imanku bersama dengan Tuhan.

Jalannya tidak pernah mulus. Setelah menulis beberapa bab, tiba-tiba hardisk laptop aku crash dan aku belum mengbackup data tulisanku.  Aku meminta tolong adikku yang menguasai komputer, hasilnya nihil. Aku mencoba meminta bantuan temanku, seorang IT di kantor, hasilnya juga nihil. Aku menyerah. Tidak tahu harus bagaimana. Inilah catatan harianku yang pernah kusimpan dalam blog. https://vonnythay.wordpress.com/2012/03/30/terserah-tuhan/

Aku ingat, saat itu adalah ibadah Paskah. Saya mendengar suara di dalam hati, ” Vonny, jangan menyerah. Bawa laptop kamu ke Mangga Dua.” Aku tertegun namun tidak terlalu menganggapnya serius. Sampai ketika aku pulang, koko yang telah berkerluarga dan beda rumah, datang ke rumahku dan mengatakan ingin ke Mangga Dua untuk membeli Laptop. Saya langsung teringat suara yang kudengar di ibadah paskah. Bergegas aku ikut koko pergi ke Mangga Dua. Singkat kata akhirnya setelah perjuangan panjang, data di hardisk rusak itu dapat ditarik hanya data buku saya saja. Saya tertegun. Jika ini bukan kehendak Tuhan, tidak mungkin data ini bisa diselamatkan. Saya mengerti Tuhan, ingin saya menyelesaikan tulisan ini.

Perjalanan menulis buku ini tidak semudah yang aku bayangkan. Mama sakit cancer dan butuh perhatianku. Tentu saja aku harus memprioritaskan mama. Membagi waktu untuk menulis, keluarga dan pekerjaan, tidak semudah yang dibayangkan. Singkat kata setelah mama tiada, dalam kondisi patah hati kesekian kalinya, saya menyelesaikan naskah buku ini. Ya, perjuangan 4 tahun.

Perjuangan berikutnya adalah mencari penerbit. Awalnya, aku pikir Dengan background aku sebagai penulis renungan harian dapat memudahkan untuk mencari penerbit. ternyata salah. Karena saya belum ada history penjualan buku, maka tidak ada penerbit yang mau menerbitkan. Di lain sisi, konsdisi penerbit di tanah air mengalami banyak penurunan dan kesulitan keuangan. Beberapa cabang toko buku sekelas Metanoia dan Gramedia saja tutup. Sebagian besar penerbit mau menerbitkan dengan mengharuskan penulis untuk membeli buku sendiri sebanyak 1000 eks dengan discount 30%. Jujur, ini sangat memberatkan.

Saya pernah diminta untuk mengubah naskah buku ini menjadi buku sekuler. Saya bergumul kearas. Akhirnya saya putuskan, tidak. Buku ini sudah terlalu kuat dasar iman Kristennya. Jika saya harus membuang bagian penting itu, maka buku ini kehilangan fondasinya dan akan rubuh. Saya tidak mau buku ini kehilangan pesan pentingnya. Akhirnya dengan pergumulan berat saya putuskan untuk menerbitkan sendiri dengan biaya yang tidak murah. Total pengerluaran saya mencapai belasan juta, sudah termasuk editor dan design. Mengapa saya berani? Mas Mara bilang, “Selama tujuanmu bukan untuk jadi  kaya, jalani saja. kalaupun rugi tidak akan hilang semua. Lah, masa tidak ada yang laku sama sekali. Disisi lain, market pembaca buku ini, memang jumlahnya sedikit, tetapi mereka membutuhkan bacaan.”

Mas Mara.. heheh aku lupa cerita tentang dia. Aku kenal Mas Mara saat dia datang ke rumah duka saat mama tiada. Mas Mara bekerja di PT. GUM untuk distributor buku-buku rohani. Saat itu aku sudah menceritakan  tentang buku yang aku tulis namun belum kunjung selesai. tahun 2016 aku pindah kerja, lucunya setelah itu aku baru sadar kalau aku satu kompleks dengan kantor GUM. hahahha.. di situlah saya kembali berjumpa dengan Mas Mara. Rasanya seperti diatur Tuhan.

Saya mendapatkan beberapa masukan dari yang lebih senior di dunia penerbitan. Disitu aku mulai tahu tentang bagaimana menerbitkan dan mempromosikan buku. learning by doing. Anyway, akhirnya team saya terkumpul, Olivia Elena sebagai  editor, Agnes sebagai design quotes dan Mas Mara membatu dalam sisi marketing.

Dalam perjalanan menerbitkan ini, berkali-kali saya down. Perjalanan ini tidak semulus yang diperkirakan. Saya sering kali juga diremehkan.

“Nanti bukumu akan menumpuk di gudang”

” Tidak akan terjual. Sudah banyak yang titip dan tidak terjual sama sekali.”

Well, ada saatnya kita harus tutup kuping dan membulatkan tekad. Saat Tuhan membuka jalan, beranikan diri untuk melangkah.

Puji Tuhan, orang yang sama yang pernah mengatakan bukumu tidak akan terjual, dia kemudian menghubungi aku, menanyakan kapan aku masukin buku lagi, karena stoknya sudah habis dan masih ada yang mau beli.

Puji Tuhan juga, saya dihubungi untuk menjadi pembicara karena menulis buku ini.

Puji Tuhan juga, beberapa kali saya menjumpai buku saya habis di toko buku Gramedia. 😀

Puji Tuhan, beberapa orang menghubungi saya secara pribadi dan mengatakan bahwa dia diberkati dengan buku saya. Itulah sukacita saya terbesar.

 

Saya sadar, bukan karena saya hebat, tetapi karena Tuhan yang ada dibalik semua ini. Ini adalah dari Tuhan, oleh Tuhan dan bagi Tuhan segala kemuliaan. Saya memang belum tahu hasil dari penjualan buku ini, tetapi aku belajar untuk mengucap syukur untuk setiap perkembangan positif yang aku alami. Mungkin aku belum bisa seperti penulis-penulis terkenal lainnya, tetapi satu langkah kecil itu sudah lebih baik daripada tidak melangkah sama sekali. Ketika kita ikhlas melakukan apa yang baik, saya percaya bahwa tidak ada yang sia-sia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pria Idaman

https://cdn.pixabay.com/photo/2016/06/24/11/51/excursion-1477104_960_720.jpg

https://pixabay.com/id/tamasya-danau-lakeside-alam-1477104/

 

 

Aku tidak memerlukan pria yang paling ganteng di dunia

Tetapi  pria yang mampu membuat aku merasa sebagai wanita yang paling cantik di matanya

Aku tidak membutuhkan pria yang kaya dengan properti di mana-mana

Tetapi seorang pria yang mau berjuang dengan segenap tenaga untuk wanita yang dicintainya.

Aku tidak membutuhkan pria yang kekar menawan

Tetapi seorang pria yang siap melindungi aku dengan segenap tenaganya.

Aku tidak membutuhkan pria yang paling tahu semua ayat-ayat kitab suci

Tetapi pria yang mendoakan aku di saat aku lemah.

Pada akhirnya aku sadar

Aku tidak membutuhkan pria yang sempurna

Aku hanya butuh pria yang mencintai aku segenap hatinya dalam ketidaksempurnaannya.

My New Chanel

Setelah berjuang sekian lama, akhirnya buku pertama saya “Wonderful Single Life” akan launching bulan depan. Walaupun prosesnya tidak mudah dan butuh perjuangan, namun setidaknya sudah beraani mengambil langkah untuk berjuang mewujudkannya.

 

Terkait dengan itu, saya ada membuat beberapa video yang sudah di upload di Youtube. Kunjungi Chanel saya di https://www.youtube.com/channel/UCZKeDlUNMEk8spqzSwtzd5Q

Intagram saya di http://tofo.me/vonny_thay

Berikut adalah beberapa video saya yang sudah saya upload.  i

Video diatas dibuat oleh ci Herren Tjung. terima kasih banyak atas bantuannya.

 

Membuat Pasport tanpa Calo

Kalau dulu, semua surat-surat tidak akan bisa diurus sendiri, harus pakai calo. Bersyukurnya jaman itu sudah berakhir. Saya berhasil mengurusnpaspor sendiri tanpa calo dan tanpa biaya pungutan liar. Semua dibayar langsung ke bank. Proses submid dokumen dan wawancara hanya butuh waktu satu hari saja. Selanjutnya bayar ke bank BNI dan paspor bisa diambil 4 hari kerja setelah pembayaran. 

Buat kamu yang mau ikutan jejak saya berikut tips dan triknya. 

Dokumen fotocopy dan ASLI yang harus disediakan. 

1.  Akte Kelahiran

2. Kartu Keluarga

3. Keterangan WNI

4. KTP (fotocopy dalam ukuran A4 dan tidak boleh digabung dengan dokumen lain)

5. Fotocopy dan ASLI paspor lama. (Bagi yang mau perpanjang paspor karena habis masa berlaku)

6. Buku Nikah bagi yang sudah menikah.

7. Kartu pelajar atau kartu ID perusahaan. (Tidak perlu difotocopy hanya dibawa saja)

8. Materai

9. Bolpen
Tips: Agar dapat nomer antrian yang awal, maka datanglah ke kantor imigrasi pagi buta. Kalau bisa jam 5. Jangan seperti saya, datang jam 7.30 dapat nomer antrian 144 dan itu prosesnya sampai jam 4 sore. Kalau kamu dapat nomer antriannya awal, kamu busa cuti setengah hari saja. 

Inilah prosesnya:

1. Ambil formulir di loket paling depan. Kamu akan ditanya keperluannya dan akan diberi formulir yang tepat. 

2. Ambil nomer antrian 

3. Isi formulir sambil menunggu jam 08.00 pembukaan loket pemeriksaan dokumen. 

4. Saat nomer antrian kamu disebut, datanglah ke loket pemeriksaan dokumen. Di loket ini semua kelengkapan kamu akan diperiksa. Jadi kamu harus sudah siap dengan fotocopy dan ASLI nya. Jika semua dokumen lengkap, kamu akan mendapatkan nomer antrian untuk foto dan wawancara. 

5. Loket foto dan wawancara. Kamu akan diminta lagi semua dokumen asli termasuk  kartu ID perusahaan. Kamu akan ditanya tujuan kamu membuat paspor. Disini kamu akan difoto, diambil sidik jari dan tanda tangan. TIPS: Kamu tidak boleh memakai softlens berwarna. Jika kamu memakai, kamu diwajibkan untuk melepasnya.  Paspor lama kamu diambil dan akan dikembalikan bersama dengan paspor baru.

 Kamu akan diberikan slip keterangan untuk pembayaran paspor ke Bank BNI. 

6. Kamu harus menunggu SMS pemberitahuan untuk dapat melakukan pembayaran ke Bank BNI. Kamu tidak bisa bayar lewat ATM. Pembayaran ini hanya bisa dilakukan di TELLER Bank BNI dengan membawa slip keterangan dari kantor imigrasi. Kamu akan mendapatkan bukti setoran yang bencantumkan nama kamu disana. 

7. Setelah 4 hari kerja,bawa slip setoran BNI dan slip keterangan  untuk pengambilan paspor. Kamu tidak perlu lagi ambil nomer antrian. Saat loket buka jam 08.00 kamu bisa langsung ke loket untuk mengambilnya. Tralala… Selesai…
Demikian info dari saya, semoga berguna. 

Kisah yang Mengharukan saat Pelayanan Anak Jalanan 

Hari itu, aku memberanikan diri berbaur dengan lingkungan yang tidak aku kenal. Mereka mengadakan pelayanan anak-anak jalanan dan dibawa ke kidzania agar mereka memiliki mimpi dan berani mengejar mimpi. Jujur, aku sendiri belum pernah pergi ke Kidzania. Dan akhirnya aku memnghubungi teman ku dan mengatakan bahwa aku ingin ikut sebagai volunteer. 

Aku terkagum melihat suasana tempat itu. Anak-anak kecil terlihat lucu dengan seragam polisi, dokter, koki, dan pemadam kebakaran. Aku berandai-andai, jika dulu aku sudah ada Kidzania, Papa dan Mama pasti sudah membawa kami kesini. 

Aku melihat bagunan teather yang megah itu. Aku tidak bisa masuk, hanya melihat layar CCTV dari luar. Aku membayangkan, bagaimana jika dulu aku pernah ikut tergabung dan klub teather yang sesungguhnya. Mungkin jalan hidupku berbeda dengan sekarang. Hahha… tapi ya sudahlah. Jalan yang kini aku tempuh, itupun sudah garis dari Tuhan. 

Temanku mengusahakan agar aku dapat mendampingi beberapa anak jalanan yang masih balita. Aku bersyujur pada akhirnya dapat mendampingi 3 anak lucu. 

Ada hal yang membuat aku terkesan ketika mendampingi mereka. Awalnya aku berpikir bahwa anak jalanan itu kasar dan emosional. Tetapi ternyata tidak. Mereka manis dan lucu. Mungkin karena masih kanak-kanak.

Ketika kami membrrikannmereka makanan donut, saya bingung, tidak satupun dari mereka yang memakannya. Akhirnya ada satu anak yang menyicipinya sedikit lalu membungkusnya kembali. Kami bertanya,”mengapa donutnya tidak dimakan?”

“Untuk mama. ” jawab mereka kompak. Saya terdiam dan terharu. Mengapa mereka mengingat makanan untuk mamanya? Tetapi ternyata tidak untuk popcorn. Hahhaah mereka berebut makan dengan lahap. 

Tibalah waktu makan siang. Kami semua makan makanan yang sama, nasi kotak. Kembali aku tertegun, karena mereka spontan berlari ke westafel untuk cuci tangan, bahkan tanpa diingatkan. Aku membantu mereka membuka keran air, karena tubuh mereka yang masih mungil. 

Ketika menyantap makan siang, saya kembali tertegun. Mengapa anak-anak ini hanya melahap nasi putih saja? Lauknya tidak disentuh sama sekali. Bagaimana mungkin mereka bisa makan nasi putih tanpa lauk dengan begitu lahap? Jangan-jangan itulah yang menjadi makanan mereka sehari-hari. 

Kami membujuk mereka untuk makan lauknya juga, karena itulah yang bergizi dan enak. Beberapa anak mau mulai amkan lauknya. Namun ada satu anak, bernama Bunga, dia tidak mau makan. “Untuk mama” jawabnya singkat. 

Partner saya langsung menegurnya,”Tidak boleh. Makanan harus dihabiskan sekarang, tidak boleh dibawa pulang. Mama kan sudah ada donut. Kamu harus makan nasi dan lauk ini.” Setelah dibujuk, akhirnya mereka mau memakan. 

Seorang anak batita yang bernama Bunga, tiba-tiba berhenti makan. Saya bertanya lembut, mengapa dia tidak mau makan? Bunga tidak menjawab. Dia tertunduk dan membalikan badan membelakangi saya. Dia mengusapkan mata. Saat itu saya sadar, dia sedang menangis. Saya mengelus kepalanya dengan lembut seraya berkata,”Jangan menangis. Ayo dimakan nasinya.” Bunga tetap menangis tanpa suara. Sayapun terdiam tak tahu harus berbuat apa. 

Lalu datang seorang guru yang terbiasa mengajar mereka. Dia memeluk bunga dan menjelaskan bahwa mamanya akan senang jika dia mau makan. Akhirnya Bunga berhenti menangis dan mau kembali makan beberapa suap. 

Tiba-tiba datang seorang anak kecil laki-laki sekitar lima tahun. Dia membawa kotak makanannya dengan nasi yang telah habis, tetapi lauknya utuh. Kembali saya terperangah. “Kamu makan apa? Nasi putih saja?”

“Tidak, saya makan nasi putih dengan baksonya (yang hanya berjumlah dua butir)”

Teman saya menegurnya, “Tidak boleh begitu. Kamu harus makan juga ayamnya”

“Tidak. Ayam ini untuk dia.” Jawabnya sambil menunjuk anak kecil perempuan didepannya lalu berlari pergi. 

Kami bertanya pada anak perempuan ini, “dia siapanya kamu?”

“Kakak.” Jawabnya singkat. 

Kami kembali terdiam tak mampu berkata-kata. Kami tersentuh dengan kasih yang ditunjukan oleh seorang kakak untuk adiknya. Dia mau memberikan yang terbaik untuk adik yang dikasihinya. 
Saya pulang dengan kenangan yang membekas di ingatan. Saya tak mengerti sekeras apakah kehidupan mereka. Mengapa semua makanan yang enak harus mereka bawa pulang untuk mamanya? Ketika saya menceritakan hal ini kepada Papa, dia menjawab,”Mereka diajarkan untuk membawa pulang makanan agar dapat dibagikan kepada anggota keluarga yang lain. Jadi mereka tidak makan enak sendiri. Mereka terbiasa hidup berbagi.”

Ironis memang. Banyak keluarga kaya raya menjadi terpecah belah karena masalah harta, disisi lain ada keluarga sederhana yang berkekurangan justru lebih mengerti akan arti mengasihi keluarga. Mereka mungkin miskin akan harta, tetapi kaya dalam kasih. Ada kalanya, mungkin kitalah yang harus belajar dari mereka akan makna kasih persaudaraan. 

Kebahagiaan dalam Pernikahan

Semalam saya pergi dari Sunter ke Kemang naik Uber Car bersama dengan seorang teman. Tanpa di sangka, supir Uber ikutan kami ngobrol. Sebagai seorang yang sudah senior , mantan ketua Mudika di gereja Katolik, dia bercerita banyak hal tentang pernikahan kepada kami yang masih muda ini.  Pesan-pesannya bagus sekali. Rasanya terlalu manis untuk dikatakan sebuah kebetulan. Saya akan mengabadikan apa yang dikatakannya kepada kalian. Yuk, kita simak! 🙂

Konsep pernikahan dalam Alkitab adalah dua menjadi satu. Konsep ini harus dipegang teguh. Menikah bukan hanya sekedar untuk melegalkan seks atau mencari kenikmatan dari seks. Jika itu yang menjadi tujuan pernikahan, maka percayalah bahwa manisnya pernikahan hanya akan dirasakan sekejap saja. Jika pasangan sudah tidak dapat memuaskan lagi dalam urusan ranjang, maka jalan yang akan ditempuh adalah ganti pasangan. bukankah banyak orang yang melakukan itu? kawin cerai dan kawin sirih terlalu sering kita dengar. Umumnya itu disebabkan karena mereka memiliki konsep itu. Menikah hanya untuk seks. Ya, tentunya bukan itu yang diajarkan di iman Kristiani.

Orang yang kawin cerai, lalu anak ditelantarkan, maaf, itu layaknya binatang. Mereka hanya mengejar kenikmatan sendiri dan tidak peduli dengan anak. Perceraian itu akan melukai anak. Anak adalah titipan Tuhan, ada tanggung jawab di dalamnya.

Kebahagiaan utama menikah bukan terletak pada kenikmatan seks, tetapi karena kita punya teman hidup, teman seperjuangan dalam menjalani kehidupan ini. Setiap malam, sebelum tidur, kami akan bercerita tentang aktivitas kami sepanjang hari dari pagi sampai malam. Tidak ada yang kami sembunyikan. Uang kami adalah uang bersama. Kami suami istri sama-sama bekerja, dan hasil jerih lelah kami dipakai bersama. Sama sekali tidak ada pemisahan antara uang istri dan uang suami. Yang ada adalah uang bersama.

Yang lebih indahnya lagi, adalah ketika salah satu dari kami mengalami masalah besar. Adalah sebuah anugerah memiliki pasangan yang mau mensupport. Seperti saat ini. Saya baru saja resign dari pekerjaan dan belum memiliki pekerjaan penggantinya. Istri saya santai saja. Dia bilang, tidak apa-apa. pasti akan ada jalannya. Sambil mencari pekerjaan baru saya menyambi sebagai supir Uber dan juga menerima  freelance training di perusahaan-perusahaan.  Begitu juga sebaliknya, dulu saat dia mengalami masalah berat, saya selalu mendukung dan menyemangatinya.

Kami selalau out of the box. Di generasi saya, umumnya orang hanya memiliki anak 2 saja. Kami memiliki 4 anak. kalau ditanya, jawaban kami simple. Kami bosan menjadi minoritas. Sekali-kali pengen jadi mayoritas. 😀  Padahal dulu sebelum menikah kami sudah berdiskusi, bagaimana jika saya mandul atau dia yang mandul? apakah kami akan mengadopsi anak? Yang pasti tidak akan bercerai. Apapun yang terjadi tidak akan berpisah hanya karena tidak memiliki keturunan. Kami sudah bahas itu dan siap mental. Tapi puji Tuhan, kami justru dikaruniai 4 orang anak.

Kami sudah menikah 10 tahun dan kehidupan kami pernikahan kami baik. Sumber konflik dalam pernikahan biasanya karena campur tangan dari keluarga besar. Makanya harus sama-sama komitmen untuk tidak ikut campur dalam urusan keluarga besar masing-masing. Saya tidak akan ikut campur dalam urusan keluarga besar dia, dan sebaliknya, keluarga besar dia tidak boleh ikut campur dalam urusan rumah tangga kami. Begitu pula sebaliknya.

Mengerti dan mengkomunikasikan apa yang kita harapkan dari pasangan itu penting. Menyesuaikan diri dengan kebiasaan pasangan itu juga harus dilakukan. Hal yang sepele. Misalnya, setiap pagi istri saya tidak pernah membuatkan saya kopi. Dia pernah ditegur oleh keluarganya saat kami dulu pulang kampung ke rumahnya. Menurut adat Jawa, itu tidak sopan. Istri harus menyiapkan sarapan untuk suami. Tetapi dengan santainya istri saya menjawab, ” Lah, dianya ga mau sarapan. ” Hahahaha benar, saya adalah tipe orang yang tidak pernah minum kopi di pagi hari lalu baca koran. No, aku tidak seperti itu. Jadi buat apa dia buatkan kopi dan sarapan?

Segala permasalahan harus dibicarakan dan dicari jalan keluarnya. Dibicarakan baik-baik. Itu harus. Yang pasti suami tidak boleh memukul istri, apapun alasannya. Itu haram hukumnya.. Istri diciptakan Tuhan  bukan dari tulang kaki yang bisa di injak-injak, juga bukan dari tulang kepala yang menginjak kita. Istri itu diciptakan dari tulang rusuk, dekat dengan hati, artinya istri harus dijaga dan dikasihi

Itulah kebahagiaan dalam pernikahan. Ingatlah konsep 2 menjadi satu.

 

 

 

 

Previous Older Entries

Social