Hearing God Voice


Banyak orang berharap bisa mendengar suara Tuhan secara langsung, namun Jika Dia berbicara, maukah kita taat? Sering kali kita ingin mengetahui kehendak Tuhan. Namun jika Dia menyatakan kehendak-Nya,maukah kita mengikuti kehendakNya? ataukah sesungguhnya yang kita inginkan hanyalah agar Tuhan merestui apa yang kita inginkan. Tuhan adalah tetap Tuhan, Dia bukan sosok yang bisa kita atur atau peralat. Tetapi Dia adalah Allah yang berkuasa atas segalanya, juga atas kehidupan kita.

Saya dibesarkan disebuah gereja Injili. Namun entah begaimana awalnya, sampai akhirnya saya menyadari Tuhan berbicara langsung kepada saya. Sebuah pergumulan yang besar. Berusaha menganggap semua tidak terdengar, tetapi panggilanNya begitu jelas dan kuat, tidak mungkin saya sangkali, seolah tidak mendengarNya.

Panggilan pertama, Tuhan memanggil saya untuk meminpin Shirley dalam sebuah kelompok kecil. Saat itu, memimpin KK adalah sebuah langkah yang sulit yang harus saya lakukan. Tetapi saya memilih taat pada panggilan itu, dan beberapa tahun kemudian saya menyadari bahwa Tuhan memanggil saya memimbimbing Shy, dan ternyata dialah yang dikemudian hari menjadi penerus pelayanan saya baik di KOREM maupun di CF.

Beberapa kali Tuhan berbicara begitu jelas. Juga saat saya dipanggil untuk menjadi ketua Pemuda. Saat itu saya ingin berlari, namun selama 4 hari Tuhan mengambil damai sejahtera dalam hati saya, sampai akhirnya saya datang ke hadiratnya, dan berlutut, mencurahkan seluruh pergumulan dan ketakutan saya. Ketika Tuhan memanggil saya, bukan berarti tampa masalah, tetapi justru lewat masalah itulah orang tahu akan kebesaran Tuhan. Ketika Tuhan memanggil saya, Dia juga yang menyertai saya, menyediakan semua rekan pengurus dan Hamba Tuhan yang mendampingi pelayanan Ini. Jika Tuhan yang memanggil, Dia yang juga turut bekerja dan menyediakan segala sesuatunya. Memang bukan sebuah perjalanan yang mudah untuk dilewati. Tak jarang harus berlutut dan mencucurkan airmata. Tetapi saya tahu, Tuhan menyertai.

Pada suatu titik, PKK saya menghimbau saya untuk tidak terlalu mengfokuskan diri pada suara-suara hati saya, yang saya anggap itu suara Tuhan, Saat itu saya bergumul berat. saya merasa seperti orang gila. Suatu ketika, setelah selesai mengikuti sebuah kebaktian, saya menagis tersedu-sedu di pojok belakang ruang kebaktian. Pdt. Riko menghampiri saya. “Pak, mengapa saya bisa mendengar suara Tuhan? tidakkah saya dianggap orang gila?” pak Riko tersenyum dan menjawab ” mungkin kamu punya karunia khusus, tetapi tetap harus diuji.”

“Saya bukan tidak tahu suara Tuhan, saya tahu dengan jelas. tetapi saya tidak punya iman untuk melangkah.” seruku sambil terisak

Pak Riko pun menjawab, ” Tak mengapa. Kadang Tuhan membawa kita memutar untuk mempersiapkan kita. ada saat yang tepat, sampai semuanya siap”

Terakhir, saat saya mengikuti kelas Dasar Pemahaman Alkitab yang diadakan oleh Pendidikan Elektronik Studi Teologia Kaum Awam (PESTA). Sebuah artikle yang mengatakan, bahwa seperti tubuh yang memiliki fungsinya masing-masing, demikianlah setiap kita dalam tubuh Kristus. … Ada yang seperti telinga, yang begitu dekat dengan otak, sehingga dapat mendengar suara Tuhan. .. saat itu hatiku langsung sesak dan airmataku mulai menggenang. “telinga?… Tuhan sungguhkah ini adalah karunia? dan saya tidak gila?”

Rasanya lucu. Saat orang-orang berlomba untuk mendengar suara Tuhan, tetapi Tuhan menyapaku tampa kuundang. Memanggil saya ke jalan yang tidak saya inginkan. Dan bergumul sekian tahun untuk menerima karunia ini sebagai sebuah karunia. Yang dikemudian hari, saya tahu Tuhan pun menguatkan saya dalam menghadapi badai besar dalam kehidupanku…..juga melalui suaraNya. Sampai sebuah titik saya belajar untuk menerimanya sebagai sebuah karunia yang indah yang TUhan berikan.

Mengapa saya bisa mendengar? mungkin itulah karunia yang Tuhan berikan. Jika kamu tidak bisa, berbahagialah, sebab Tuhan memberikan padamu karunia unik lainnya sebagai anggota tubuh Kristus yang mulia. Setiap orang Tuhan berikan karunia khusus untuk membangun tubuh/jemaatNya. Bersukacitalah untuk keunikan karunia itu. sebab dengan demikian, kita memiliki peranan khusus, yang tidak dapat digantikan oleh orang lain.

And let god be glorified in our life. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: