How Great Is Our God(3)


Akhirnya hasil patologi keluar. Hasilnya menunjukan semuanya negatif. Namun mama tetap harus menjalani kemoterapi ringan sebanyak 6 kali, hanya untuk mastikan bahwa semua sel kanker mati dan tidak akan pernah muncul kembali. Sedikit ada kelegaan mendengar semua itu.  Keluarga besar kami  sempat beda pendapat, beberapa diantara kami mengatakan, kalau begitu tidak perlu menjalani kemoterapi, toh hasilnya negatif.  Lalu mama di bawa  konsultasi dengan Dokter alhi kanker dari Guang Zou.  Dia mengatakan mama tetap harus menjalani kemoterapi hanya untuk make sure semu sel kankernya mati, tidak bersisa. Akhirnya kami sepakat agar mama menjalani kemoterapi.

Mama begitu gelisah. Tentu saja, untuk cabut gigi saja mama takut, apalagi untuk menjalani kemo? Satu malam sebelumnya mama tidak bisa tidur, bahkan dirumah sakitpun tidak bisa tidur, walaupun sudah minum obat tidur. Malam kedua, saya menemani mama dirumah sakit. memohon teman-teman dukung dalam doa supaya mama bisa tidur. dan saya menaikan puji-pujian disamping tempat tidur mama. dan puji Tuhan mama pun tertidur lelap. Mama akhirnya mengatakan, ketika dia mendengar lagu puji-pujian, ada perasaan damai.

Dokter berpesan pada mama agar menyediakan wig, karena pada kemo ke-2 atau ke-3, rambut mama akan habis. Suatu hari, saya pergi membeli wig untuk mama. Tetapi saat saya pulang, mama malah marah. ” kenapa Vonny beli wig? Rambut mama tidak akan rontok.”

Dengan tersenyum saya menjawab,” Siapa bilang Vonny beli Wig untuk mama? Vonny beli buat vonny sendiri. iseng aja, entar kalau lagi mau rambut pendek, tinggal pakai wig”

Saya mengerti, sebagai wanita jika harus kehilangan mahkotanya, tentu akan berat. Dan saya bisa melihat iman mama, dia begitu yakin Tuhan akan membuat rambutnya bertahan. Ini juga pokok doa yang saya panjatkan dan saya sampaikan pada teman-teman di PD CF.

Waktu terus berjalan. mama semakin berat menjalani kemo ini, namun kami terus memberinya semangat. Saya juga tahu, teman-teman juga  jemaat GKY terus mendukung mama dalam doa.  Dan mujizatpun terjadi.  Tuhan mengabulkan doa mama. Mama telah selesai manjalani 6x kemo, dan kulit mama tidak hitam, rambutnya juga tidak mengalami kerontokan yang berarti. Sehingga  sunguh-sungguh mama tidak membutuhkan wig itu. Dulu suster di Rs pernah mengatakan, bahwa pasien Dr. Henry tidak ada yang tidak botak. Tetapi inilah mujizat yang Tuhan berikan yaitu mama tidak botak, sesuai seperti doa mama.  Kami sekeluarga dan saudara-saudara mama menyadari bahwa tampa campur tangan Tuhan tidak mungkin semua ini dapat terjadi. Saat mama menjalani kemo pun, semua orang yang melihat mama terkejut, karena mama sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sedang menjalani kemo. wajah mama yang putih kemerah-merahan, terlihat segar.

Saat mama menjalani kemo ke 5, mama dan papa memutuskan untuk ikut katekisasi. Mereka mau agar pada bulan Desember ini mereka dibabtis. Bukan hanya mereka, tetapi juga ii (kakak mama) juga ikut katekisasi. Dan terakhir khiw Chiang (adik mama)  berbicara dengan Pho-pho (nenek) agar juga ikut Tuhan dengan sepenuh hati dan dibabtis. Dan mama bilang, sepertinya pho-pho mau. dan bagi saya, semua inilah mujizat terbesar yang TUhan lakukan untuk keluarga besar kami. Pada akhirnya, persis seperti yang Tuhan pernah katakan sebelumnya, bahwa Tuhan akan menyatakan kemuliaan-Nya sesingga keluargaku percaya bahwa Dialah TUHAN.

Saat ini mama hanya menjalani pemulihan dan pencegahan dengan terapi obat herbal. Dan kami yakin mama sudah sembuh. Dan saya pun melihat campur tangan Tuhan yang luar biasa dalam kehidupan keluarga kami. rasanya tidak sabar menunggu  bulan Desember, saat kelak mereka akan menyatakan iman mereka.

Apakah ini yang Tuhan maksud dengan sesuatu yang indah yang Tuhan sedang persiapkan? Bagi saya ini memang sangat indah. Dan saya tahu, apapun yang terjadi, semuanya akan mendatangkan kebaikan.

Semakin lama saya ikut Tuhan, semakin saya tidak mengerti jalan-Nya, namun yang saya tahu, Tuhan mengajarkan agar dalam ketidak mengertian saya, saya menaruh semuanya dalam iman kepada-Nya saja. Belajar untuk percaya pada hati-Nya, bahwa Dia sungguh mengasihi kita.

Tidak dapat saya ungkapkan satu per satu betapa saya pun berterimakasih kepada semua teman-teman dan Hamba-Nya yang sudah mensupport kami melewati badai besar ini.

And above all, thank to the LORD, for what he has done. To God be the glory.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: