Ketika Sang Bintang Jatuh…


Menjadi seorang pinpinan atau pun tokoh public tidaklah mudah. Bagai hidup dalam aquarium, segala tindakan dan perkataan menjadi sorotan mata orang banyak. Dan sekali ketahuan melakukan kesalahan, langsunglah beritanya tersiar di TV di dalam berita ataupun infotaiment selebrities. Apalagi dalam dunia kerohanian. Bukankah tuntutan menjadi teladan begitu kuat bagi seorang pemimpin. Bagaimana jika mereka ketahuan dosa kesalahannya? Pernahkah anda mendengar ada seorang hamba Tuhan berkelingkuh dengan istri majelisnya? Seorang hamba Tuhan terkenal ternyata seorang homoseksual? Bukankah kariernya hancur dan dikecam serat dikucilkan oleh masyarakat.

 

Siapakah yang tidak mengenal rasul Petrus? Seorang murid Kristus yang sangat menonjol. Bayangkan, disaat Tuhan Yesus bertanya “ siapakah Aku?” hanya Petrus yang berbicara dengan yakinnya,  “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Dari 12 murid yesus, Petrus termasuk 3 murid yang dekat dengan Yesus. Betapa tidak, disaat Tuhan Yeses bergumul ditaman, Petrus adalah salah satu murid yang diajak lebih dekat. Bahkan saat Tuhan Yesus ditangkap, Petrus dengan segenap hatinya membela Yesus. Dia tidak ragu menghunuskan pedangnya dan memotong telinga seorang perwira.

 

Namun kita semua tahu apa dosa terbesar Petrus. Bahkan sepanjang sejarah dan dimanapun Injil diberitakan, kesalahan ini pasti disebut orang. Bagaimana mungkin seorang Petrus bisa menyangkal Tuhan Yesus? Bukankah kesalahan ini sudah diperingatkan terlebih dahulu oleh Tuhan Yesus sebelumnya? Bahkan sebelumnya dia berani  berkata “Tuhan, aku bersedia masuk penjara dan mati bersama-sama dengan Engkau!”  Tetapi dengan lebih bersungguh-sungguh Petrus berkata: “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” (Markus 14:31) Semua yang lainpun berkata demikian juga. Namun lihatlah kenyataannya, jangankan masuk penjara apalagi mati bersama-sama dengan Yesus, bahkan hanya seorang budak wanita bertanya kepada Petrus, dia berani bersumpah bahwa dia tidak mengenal Yesus. Berapa kali Petrus menyangkal? Sekali? dua kali? Bahkan sampai tiga kali petrus melakukan kesalahan yang sama dan semakin parah. 

.   

Beratkah dosa menyangkal itu? Tentu berat. Mari kita lihat apa kata Yesus, “Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga.”(Matius 10:33)

 petrus-menyangkal

 

 

 Lukas 22:61  Lalu berpalinglah Tuhan memandang Petrus. Maka teringatlah Petrus bahwa Tuhan telah berkata kepadanya: “Sebelum ayam berkokok pada hari ini, engkau telah tiga kali menyangkal Aku.”

 

Coba kita membayangkan, disaat Tuhan Yesus memandang Petrus yang telah terbukti menyangkal Dia, bagaimanakah perasaan Tuhan Yesus? Sedihkah? Kecewa? Bukankah Petrus adalah seorang yang jilat ludahnya sendiri? Dimanakah Petrus yang berani? Dimanakah janji Petrus yang mengatakan bersedia mati bersama-sama dengan Yesus? Dimana? Bukankah Petrus juga murid yang  dikasihi oleh Yesus dan dekat dengan Yesus? Disakiti oleh oleh orang yang kita kasihi tentu sangat menyakitkan. Bukankah Yesus sudah memperingatkan Petrus? Tapi mengapa tidak digubris? Bahkan Tuhan Yesuspun berdoa untuk Petrus agar iman Petrus jangan gugur.

 

Sobat, mungkin saat ini kita sedang kecewa. Namun sekecewa-kecewanya kita, saya yakin yang Tuhan Yesus rasakan waktu itu lebih dalam dan kompleks. Tuhan juga mengerti apa yang kita rasakan. Tapi marilah kita juga meneladani Kristus dalam berespon terhadap dosa Petrus ini.

 

Ketika Tuhan Yesus sudah bangkit, Dia menampakan diri kepada murid-muridnya di pantai danau Tiberias. Saat Tuhan Yesus berbincang-bincang secara pribadi dengan Petrus, bukankah ini saat yang tepat untuk melabrak Petrus? Mungkin kalau saya jadi Tuhan Yesus, saya akan menumpahkan semua kekesalan dan kekecewaan saya. Tapi Tuhan Yesus tidak melakukan semua itu. Jangankan melabrak, bahkan Dia menyediakan sarapan bagi murid-murid-Nya termasuk Petrus. Saya yakin Tuhan melakukannya bukan dengan hati yang kesal ataupun terpaksa, tetapi dengan kasih. Padahal, Petrus bahkan tidak say “sorry” pada Tuhan Yesus. Namun inilah yang dilakukan oleh Tuhan Yesus,bukan hanya memaafkan Petrus, dan yang lebih luar biasanya lagi Tuhan Yesus memberikan second change pada Petrus dombadengan memintanya untuk menggembalakan domba-dombaNya. Ini adalah kepercayaan yang luar biasa. Berapakah nilai dari domba-domba Yesus? Mereka senilai dengan darah Yesus yang mahal. Sebab demi menebus domba-domba inilah Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya. Bagaimana mungkin sesuatu yang sangat berharga ini dipercayakan kepada seorang yang telah terbukti tidak bisa dipengang perkataannya? Tetapi inilah anugerah, yaitu sesuatu yang tidak pantas kita terima  namun Tuhan berikan pada kita.

 

Bagaimana respon murid-murid yang lain? Adakah diantara mereka yang menolak Petrus karena telah menyangkal Tuhan Yesus? Tidak! Sebab semua murid Yesus kecuali Yohanes, telah meninggalkan Yesus saat di bukit kalvari. Memang mereka tidak menyangkal Yesus, tetapi bukan mereka juga tidak setia?

 

 

 

Sobat, demikian pula dengan kita. Sekalipun mungkin kita tidak melakukan dosa ataupun kesalahan serupa dengan tokoh yang jatuh itu, tetapi bukankah kita juga melakukan dosa yang lain? Mungkin bedanya kita tidak terkenal dan tidak disorot. Mengapakah kita tidak mau mengampuni dan menerima orang tersebut kembali, seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus dan para rasul yang lainnya?  Bukankah setelah bertobat Petrus bukan hanya diterima dan diampuni oleh Tuhan Yesus, tetapi juga dipakai lebih heran lagi? Adakah dosa orang tersebut lebih buruk dari pada yang dikakukan oleh Petrus? Atau apakah kita merasa lebih baik dari pada murid-murid yang lain? Apakah kita juga lebih baik daripada Tuhan Yesus? Bukanlah Tuhan sudah memberikan teladan-Nya? Marilah kita mengikutinya. Jika seseorang sudah meminta maaf pada kita, marilah kita juga mengampuni dan memberikan kepadanya kesempatan kedua.  GBU

 

 petrus-berkotbah

 

  Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.

  Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera

                            (Filipi 4:2-3)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: