Suara Hati


Di Siang ini saya janji bertemu dengan sahabatku di Artha gading. Seperti biasanya saya pergi dengan mio tercinta. Waktu mau taruh helm dan jaket dimotor seperti bisanya, tiba-tiba suara hati berkata, ” jangan taruh di motor. kalau nanti hujan, helm dan jaketmu pasti akan basah. Taruh di penitipan helm.” Saya memandangi tempat penitipan helm yang terletak diujung lapangan itu. Duh, jauh juga ya jalannya. Tapi mau taruh kembali di motor, kok ga damai. ya sudah, saya titipkan helm dan jaket saya ke penitipan. Hmm.. ini baru pertama kalinya loh.Padahal kalau mau dipikir pakai otak, aneh juga. kan siang ini begitu cerah. Tidak ada tanda-tanda akan hujan. Tapi saya ikuti saja suara hati.

Waktu berlalu dengan cepat. Ga terasa uda malam. Saya benar-benar kaget waktu melihat keluar, ternyata jalanan sudah basah. Ow.. berarti tadi hujan yach? Waduh, untung saya mengikuti kata hati untuk menitipkan helm dan jaketku. kalau tidak, wah benar-benar akan basah. Seyelah saya pulang, saya cerita ke mama. Mama bilang tadi itu hujan lebat loh!

Malam ini hati saya penuh dengan ucapan syukur yang limpah ruah. Betapa tidak, bahkan untuk hal kecil seperti ini pun Tuhan perhatikan. dan bersyukur saya menuruti kata hati. Kalau tidak, pasti nyesalnya ribuan kali. heheheh.. Saya teringat perkatan guru saya waktu SD, ” Suara hati jangan diabaikan, jika sering kita abaikan nanti bisa tumpul loh! ”

A_091

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: