Mengenang Kasih Setia Tuhan


Minggu malam kemarin, saya dan mama berbincang- bincang panjang. Mama dan papa baru saja pulang dari undangan pernikahan anak teman mereka di kelompok kecil. Mama cerita, ketika dia berbincang-bincang dengan ibu Lyfien. Ternyata ibu Lyfien tidak tahu bahwa mama dulu menjalani kemotherapi. ” Abisnya kok rambutnya ga rontok?” ^ ^

Ya.. kami mengenang masa-masa sulit sekaligus masa mujizat penyertaan Tuhan. Ya kami teringat bagaimana mama terus berharap bahwa rambutnya tidak rontok, walaupun Dr. Henry Nalan bilang bahwa di kemo ke-2, rambut mama pasti habis. mama masih menjawab, ” mudah-mudahan tidak”

Saudara-saudara kami tahu, bahwa secara fisik mama itu tidak begitu kuat. Tidak terbayang bagaimana harus menjalani kemo? Lah, jalan-jalan ke bali dengan mobil saja sudah membuat mama mabok dan muntah. Apalagi waktu hamil saya, kata khu-khu saya mama pernah selama seminggu hanya tidur di ranjang tidak makan apa-apa, hanya es batu. Apakah mama akan kuat menjalani kemo?

Mama begitu yakin dan berharap bahwa dia tidak akan botak, karena itu dia marah saat saya membelikan dia wig. Saya ingat, suatu malam, ketika saya menghadiri persekutuan doa CF. Teman – teman bertanya ingin di doakan apa? saya jawab ” doakan agar rambut mama tidak rontok” lalu semua pada melihat saya dengan wajah bingung.. ” ya.. begitulah doa mama..”  lalu kami semua berdoa.

Memang berat menjalani kemo. mama bukan hanya tertekan secara fisik, tetapi juga secara psikology. Bagaimana tidak, suster saja bingung. ” Dok, pasien dokter ini hamil ya? kok jarum infus saja belum dipasang, dia sudah muntah?” ^ ^ malam harinya mama sulit tidur. sampai saya berdoa untuk mama, dia baru bisa tidur. Ya.. mama begitu bergantung pada doa, baik untuk kesembuhannya amupun ketenangan jiwanya. Saya sering bernyanyi puji-pujian ataupun memasang lagu rohani ketika menemani mama di rumah sakit. Itu membuatnya lebih tenang.

Setiap kali mama menjalani kemo, saya selalu berdoa agar Tuhan menhancurkan setiap sel kanker mama dan melindungi setiap sel baik dalam tubuh mama. Dan inilah mujizat yang terjadi. Jika biasanya orang yang menjalani kemo kulit tubuhnya dan kukunya menjadi hitam, itu sama sekali tidak terjadi pada mama. kulit mama tetap putih bersih seperti biasanya.

 Pada kemo ke 3, rambut mama mulai rontok di bantal. saya menyingkirknnya agar tidak terlihat oleh mama. tapi mama tahu juga. Dia tetap berdoa, supaya dia tidak botak.  Saya memberikannya hair tonik dengan harapan membantu mengurangi kerontokan. Puji Tuhan, kerontokanya berhenti. Saya yakin ini bukan karena hair tonicnya, tapi karena kuasa doa. Susternya aja bilang, ” pasien dokter henry Nalan tidak ada yang tidak botak kok!” 

Ketika mama menjalani kemo ke-5. Dokter membawa seorang pasien yang tidak mau menjalani kemo karena takut menjadi botak. Dokter menyuruhnya berbincang-bincang dengan mama. ” lihat, rambutnya tidak rontok kan?” Ibu itu kaget melihat mama. mama sendiri bingung, “dokter ini gimana sih, gua sendiri aja lagi ketakutan, kok dia bawa orang lain untuk saya kuatkan ?”tanyanya dalam hati. dan akhirnya ibu itu mau menjalani kemo. Walaupun kenyataan dikemudian hari rambutnya mengalami kerontokan parah. setelah kemo 1, setengah rambutnya sudah rontok. Ramuan yang mahal dari sensei pun tidak mampu menahan kuatnya efek samping obat kemo.

Akhirnya mama berhasil menyelesaikan 6x kemo dengan kekuatan dan anugrah dari Tuhan. Sebuah kelegaan besar karena ternyata Tuhan sungguh mengabulkan doa mama. Ketika mama control ke dokter lagi, papa beri tahu dokter tentang rahasia mengapa rambut mama tidak rontok, hanya karena banyak berdoa pada Tuhan Yesus. Sang dokterpun tersenyum, ” ya, kalau itu saya percaya, pasti karena doa”

Tidak terasa setahun sudah berlalu sejak mama dioperasi. Akhir bulan April kemarin mama menjalani medical check up secara keseluruhan. Puji Tuhan, hasilnya bagus semua. Semuanya bersih dan baik. bahkan beberapa titik yang ada sebelum operasi sekarang hilang dan bersih. Tiada kata yang dapat kami ucapkan selain, ” Terima kasih Tuhan untuk kebaikan-Mu”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: