Setia dalam perkara kecil


Akhir-akhir ini saya ditawarkan banyak hal. Jujur saja respon pertama saya adalah menolak. Duh, ngapain banyak-banyak kerjaan atau pelayanan? Bikin stress saja. Kemarin saya, pak Riand, shy dan aldri berbincang-bincang sampai jam 10 malam. Pak Riand mewarkan saya untuk pelayanan di Pembinaan Warga Gereja (PWG). Waktu Beliau tahu saya sudah tidak jadi pengurus di PERSPEKTIF dan masih melayani di CPM, dia tidak rela. “Kamu kalau pelayanan lepas begitu, bisa-bisa nanti ga cinta gereja lagi. Makin lama makin lepas” hahahahah mungkin juga ya. Tapi kebayang PR yang harus dikerjakan di CA_050PM saja sudah buat kepala pusing. Belum lagi Yuddy masih minta aku dampingi Evelyn sebagai sie KTB di PERSPEKTIF. Dan yang terutama, terbayang dunk, kapan saya bisa luangkan waktu untuk menulis dan mengejar impian saya?

 

 

 

Pak Riand langsung mengeluarkan jurus lagi, “ Bicara tentang talenta,  kata kuncinya adalah “sesuai kemampuan” Tuhan tahu kemampuan kamu von. Jangan berdalih lagi. Lagipula di PWG ada banyak hal yang bisa kita kerjakan. Kamu sudah punya pengalaman bersama dengan Tuhan begitu banyak. Itu harus dibagikan. Jangan cuma sama Shirley aja dunk! Masih banyak jemaat yang lain”

Hahaha.. banyak yang uda tahu kok pak! Itu pengemar blog aku tahu pengalaman imanku. Kan ditulis disana! “ ^ ^

A_141

 

 

Malam ini, ketika saya bergumul dengan banyak hal. Tuhan mengingatkanku dengan perikop   ini.

 

Lukas 12:34-48

 

  36  Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.

37  Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

38  Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.

39  Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.

40  Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan.”

41  Kata Petrus: “Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?”

42  Jawab Tuhan: “Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?

43  Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.

44  Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.

45  Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,

46  maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.

47  Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.

48  Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

 

Saya sadar satu hal. Siapa bilang di surga nanti kita hanya memuji  Tuhan saja? Ga punya kerjaan yang lain?  Guys, Tuhan saja dari penciptaan sampai saat ini terus bekerja loh! Dan di kitab wahyu ditulis “ Dan malam tidak akan ada lagi di sana, dan mereka tidak memerlukan cahaya lampu dan cahaya matahari, sebab Tuhan Allah akan menerangi mereka, dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 22:5)”

 

A_124Mungkin kita berfikir bahawa sebagai raja itu enak. Hanya ongkang-ongkang kaki, trus dilayani , dsb. Siapa bilang? Ya.. kalau ada raja seperti itu, saya jamin, ga lama kemudian rakyatnya pasti kudeta. Sebaliknya seharusnya yang menjadi raja adalah orang yang berkualitas tinggi, yang terbaik. Sebentar lagi kita akan pemilu memilih presiden. Kalau salah satu calonnya kita tahu ambisinya hanya untuk hidup bersenang-senang, apakah kita mau memilih orang tersebut? Saya yakin kita akan memilih orang yang punya intergritas tinggi, orang yang bisa dipercaya, orang yang mengabdi pada rakyat, orang yang bisa meminpin negeri ini dengan lebih baik.

 

Demikian pula dengan kita. Saat ini adalah latihan menuju kekekalan. Jika kita tidak setia pada saat ini, bagaimana Tuhan bisa mempercayakan yang lebih besar nanti? Layakkah kita memerintah sebagai raja kelak? Saya tahu semua memang adalah anugrah. Tidak ada satupun yang layak mendapatkannya. Tapi saya yakin barang siapa setia dalam perkara kecil, kepadanya akan diberikan perkara yang lebih besar. Jika saya tidak belajar untuk memanage apa yang Tuhan percayakan saat ini, bagaimana saya menjalankan kepercayaan yang lebih besar di surga kelak?

 

Saya merasa Tuhan sedang terus memperlebar kapasitas saya. Saya ingat 2 tahun yang lalu. Saat itu saya ambil komitmen untuk berdoa puasa selama beberapa hari. Tuhan tahu saat itu saya sedang merasa “kapok” karena punya banyak pelayanan karena punya banyak talenta. Rasanya ingin istirahat saja dan tidak mau mengerjakan banyak hal. Tapi Tuhan justru bilang pada saya, “ Aku justru ingin menambahkan kepadamu lebih banyak lagi. Tapi tidak untuk saat ini, sebab kamu belum mampu untuk menanggungnya” Hua… jadi boro-boro bakal dikurangi pelayanannya, Tuhan bilang mau ditambahin lagi. huhuhuhuhu  

 

Tapi saya mulai mengenang perjalanan hidup saya. Bukankah berkali-kali ketika saya dipercayakan lebih banyak hal saya stress bukan main? Tapi setelah beberapa bulan, saya mulai bisa menyesuaikan diri dan mulai mampu untuk me-manage-nya. Saat itu saya belajar untuk semakin percaya pada pinpinan Tuhan. Percaya meskipun tidak mengerti. Saya belajar untuk mengandalkan Tuhan lebih lagi. Saya belajar untuk berserah dan tidak berontak. Ya.. saya hanyalah tanah liat ditangan penjunan yang menagsihi saya. Saya tahu hidup saya bukan lagi milik saya. Tetapi milik Dia yang telah menebus dan menyelamatkan saya. Bagi-Nyalah kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin

4 Komentar (+add yours?)

  1. shy
    Jun 26, 2009 @ 04:18:00

    Amin

    Jadi ? terima yha ^^

  2. vonnythay
    Jun 26, 2009 @ 11:24:51

    ahhahaha.. masih dalam tahap menggumulkan shy ^ ^ Let’s see

  3. Huang
    Jun 28, 2009 @ 08:19:27

    Tuhan, akan menjadikan segalanya indah pada waktu dan kehendak-Nya.

    Semoga kita bisa tetap setia sama Dia.

    Amin.

  4. Soegianto
    Jul 31, 2009 @ 12:21:44

    … Vonny … kapasitas orang taat terus diperlebar yah… kyknya gw harus mengevaluasi benar” hidup gw nih :)…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: