In God’s Hand


Saya tahu tak semua hal yang saya inginkan akan saya dapatkan. Tapi saya belajar satu hal, yaitu hidup berpadanan denagn Tuhan. Well, sebuah perjalanan panjang untuk dapat belajar percaya penuh pada  Tuhan. Mungkin kalian bertanya, ” gile von, yang bener aja? lu uda berapa tahun jadi orang Kristen?”  Hahhahah emang uda lama banget. Tapi yang saya maksud bukan hanya sekedar percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruslamat loh! Tapi percaya bahwa jalan yang Tuhan pilih itu baik buat saya. Belajar percaya bahwa TUhan itu tetep baik di saat-saat sulit saya. Belajar percaya, meskipun saya tak melihat apa-apa di depan mata. Belajar percaya meskipun kenyataan didepan mata bertolak belakang dengan apa yang Tuhan janjikan. Dan disitulah saya belajar untuk berserah dalam ketenangan. Tenang karena saya tahu, hidup saya dalam pemeliharaan Bapa.

Walaupun sejujurnya, ada begitu banyak suara miring yang mencoba membuat saya panik dan goyah. Kadang2 suara itu bisa dari teman-teman sekeliling saya. Tapi dengan melihat kebelakang, melihat jejak penyertaan Tuhan dalam hidup saya, itu yang membuat hati ini kembali jadi tenang.

Mengingat kasih setia Tuhan itu sangat penting. itu juga yang dilakukan oleh bangsa Israel. Setiap tahun mereka merayakan Paskah, untuk mengingat Tuhan membebaskan mereka dari penjajahan Mesir. Mereka membacakan kitab Ester, pada bulan tertentu untuk mengenang akan kasih Tuhan yang meluputkan mereka dari pembantaian. Dan kini kita juga mengadakan perjamuan kudus, untuk mengingat pengorbanan Kristus untuk kita.

Sebaliknya, ketika bangsa Israel bersungut-sungut di padang pasir, padahal baru saja mereka menyaksikan banyak mujizat dan penyertaan Tuhan. Tapi begitu ketemu masalah uda mulai bersungut-sungut alias ga percaya kalau Tuhan akan tolong mereka.  Tuhan Yesus juga menegur para muridnya yang takut binasa karena badai, padahal mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana Tuhan Yesus mengadakan mujizat. Dan kesamaan respon Tuhan adalah Tuhan marah!

Guys, jangan sampai ya Tuhan marah ma kita karena iman kita mandeg, ga bertumbuh, terus-terusan meragukan Tuhan padahal sudah begitu banyak hal yang Tuhan tunjukan penyertaan-Nya dalam kehidupan kita.

Akhir-akhir ini saya mulai bergumul bukan hanya dengan masalah pribadi saya, tapi juga masalah pribadi orang-orang disekeliling saya. jujur saja kadang saya merasa sedih, dan saya tahu Tuhan jauh lebih sabar daripada saya. untungnya saya bukan Tuhan hahahahha kalau engga bisa kacau. Tapi saya belajar menyerahkan semuanya dalam tangan Tuhan. Ada banyak hal yang tidak dapat saya lakukan, tapi Tuhan dapat. Saya tidak dapat merubah  hati seseorang, tapi Tuhan sanggup rubahkan. Saya tidak dapat memberikan jalan keluar, tapi Tuhan sangat bisa. Jika anda bertanya mengapa saya begitu bertekun dalam doa, hanya ini jawaban saya. Karena saya mengasihi mereka dan saya tahu Tuhan terlebih lagi mengasihi mereka. Saya sendiri dapat berdiri segabaimana adanya saya saat ini, itupun karena doa-doa orang2 yang mengasihi saya, terutama disaat-saat sulit saya. saya telah menyaksikan kemurahan Tuhan dan kuasa Tuhan  dalam doa. Karena itu kini sayapun berdoa.

2 Komentar (+add yours?)

  1. susilowati
    Jul 13, 2009 @ 00:45:02

    Berserah sepenuhnya pada kasih dan kuasa Tuhan memang bukan sesuatu yang mudah dilakukan, tetapi kalau kita mampu melakukannya, maka damai sejahtera yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita. Terus berjuang Von, doa kami selalu menyertaimu.

  2. vonnythay
    Jul 13, 2009 @ 13:48:58

    Amin. Makasih banyak Khiw me. ^ ^ Iya nich, kami sekeluarga juga bisa melewati banyak badai juga dengan dukungan doa dan bantuan khiw mw sekeluarga. heheheh. thx a lot. GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: