Pinpinan Tuhan


Saya ingin membagikan kesaksian, saya baru pulang dari mission trip di beberapa desa.  Terima kasih untuk ibu Yulia dan  tim doa syafaat PESTA yang juga mendoakan saya dan tim juga untuk teman-teman yang mendukung dalam doa untuk pelayanan kami.
Saya ingin menceritakan salah satu pengalaman menarik yang sangat berkesan bagi saya tentang penyertaan Roh Kudus

Hari minggu 21 Feb, saat itu saya kurang enak badan. Semalam sebelumnya kepala pusing sepertinya saya masuk angin. hari minggu sudah lebih baik, tetapi masih sedikit pusing. Saya tetap pergi ke Sunter Mal untuk berbelanja mempersiapkan diri untuk mission trip. Sepanjang saya berbelanja, saya terus berdoa, ” Tuhan ingatkan saya, apa yang harus saya bawa untuk mission trip ini” Saya merasa Tuhan ingatkan saya untuk pergi ke toko Buku Rohani. dan saya mulai membeli buku renungan harian. dan entah mengapa saya merasa Tuhan mendorong saya untuk membeli buku cerita anak kecil. Saya masih terus mencari sambil berdoa. dan akhirnya membeli sebuah cerita bergambar anak tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Saat itu saya hanya berfikir, mungkin saya bisa berikan untuk keluarga penduduk yang akan saya tumpangi. Walaupun saya tidak tahu apakah keluarga yang kami tumpangi ada anak kecil atau tidak.

Tgl 26 Feb sore. Kami tiba di sebuah desa yang kami tuju. Desa itu memang mayoritas sudah beragama Kristen. Dan kami mengadakan pelayanan panggung boneka dan pengobatan gratis isana. Menurut informasi, saat pengobatan gratis, biasanya akan banyak yang datang dari desa tetangga yang beragama lain.

Kami tiba di greja lokal dan mengadakan pelayanan panggung boneka yang dihadiri sekitar 50 anak. Saat itu saya melihat ada 4 anak kecil yang menonton dari balik kaca jendela gereja. Saya mengajak mereka untuk masuk tetapi mereka tidak mau.
” Kenapa tidak mau masuk?”
” Malu” itulah kata Mira, salah satu anak.
Berkali-kali saya ajak mereka masuk, tetapi mereka tidak mau. akhirnya saya mengajak mereka berbincang
” Kamu kenal Tuhan Yesus?”
Salah satu anak menggelengkan kepalanya.
” Kamu tinggal dimana?”
” didesa sebelah”
Akhirnya saya baru sadar mereka ini tentu bukan dari keluarga kristen
” Hmm.. datang kesini untuk lihat panggung boneka ya?”
” Bukan, saya menemani ibu yang sedang berobat”
” ooo… begitu. kamu mau tahu ga siapa itu Tuhan Yesus?”
Mira menganggukkan kepala.

Well, saya berfikir keras, saya ini belum pernah bercerita kepada anak kecil. Belum pernah jadi guru sekolah minggu, walaupun pernah mengikuti pelatihannya beberapa sesi. Jujur saya bingung harus memulai dari mana. Tetapi Tuhan kita memang ajaib. entah dari mana, kata demi kata mengalir begitu saja.
” Tuhan Yesus itu Tuhan yang menciptakan dunia ini. nah, coba kamu lihat pohon itu, ada pohon , ada awab, ada gunung, ada langit, menurut kamu siapa yang menciptakan itu semua?”
” tidak tahu.. ” jawab salah satu anak sambil menggelengkan kepalanya.
Astaga.. bahkan mereka tidak tahu siapa yang menciptakan alam semesta.
” Yang menciptakan semua itu adalah Tuhan. Coba lihat baju yang kamu pakai. itu juga ada yang membuat baju kamu kan?”
Mereka mengangguk.
Nah sama dengan itu, pohon, gunung, awan semua yang ada, termasuk kamu, kakak, semua itu ada yang membuat. yaitu Tuhan. Tuhan Yesus.
Lalu saya mulai cerita dari kelahiran Tuhan Yesus, mujizat yang pertama, Yesus memyembuhkan orang yang buta dari lahir, menyembuhkan yang lumpuh bahkan juga membangkitkan Lazarus. Semua itu membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia.
dan saya harus bercerita tentang kematian Tuhan Yesus, saya langsung mengeluarkan buku cerita bergambar yang sudah saya beli.
Mereka mendengarkan saya bercerita sambil melihat buku tersebut. Saya menekankan bahwa Tuhan Yesus mati untuk dosa mereka satu per satu agar mereka bisa masuk surga.
Saya juga bercerita tentang kebangkitan Tuhan Yesus. Sayangnya saya belum bisa meyelesaikan semuanya, dan orang Tua mereka sudah memanggil, dan mereka langsung berlari ke orang tua mereka.

Jujur, saya tidak tahu, apakah mereka mengerti cerita saya atau tidak. walaupun saya tidak menantang mereka untuk terima Tuhan Yesus, tetapi saya yakin bahwa bukan suatu kebetulan, mengapa Tuhan menuntun saya membeli buku cerita bergambar tentang kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Saya tahu, Tuhan persiapkan semua itu untuk menginjili 4 anak itu.

Menurut saya, itu contoh perencanaan yang dipinpin oleh Roh Kudus dan tentu pada akhirnya menggenapi rencana Tuhan. Ada cerita lain yang juga saya rasakan pinpinan Tuhan dalam mission trip ini. dan saya bersyukur sebab ada banyak orang yang mendukung dalam doa untuk kami. Sehingga sungguh saya merasa dikuatkan dan dipinpin Tuhan dalam pelayanan ini. Sebenarnya pada tgl 27 kemarin, stamina saya mulai drop, kepaala saya mulai pusing lagi, mungkin juga karena kurang tidur. Saat itu saya titip doa pada rekan2 dijakarta untuk mendoakan kesehatan kami.  Dan  puji Tuhan karena saya benar2 dimampukan dan kembali pulih dan dapat terus melayani sampai selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: