Yuk Bantu Desa


Apakah arti Rp. 500. untuk anda? Untuk parkir motor aja uda ga bisa. Ya.. recehan itu paling untuk anak jalanan, atau untuk pengamen, atau… Hmm.. ya kita juga ga akan pusing kalau kehilangan uang Rp. 500. ya kan? Tapi bagi penduduk Desa, Rp. 500 adalah nilai 1 buah kelapa yang untuk memananennya harus menunggu selama 1 bulan. Padahal,kalau kita ke kota sekitarnya harga 1 gelas es kelapa muda adalah Rp. 5.000. Wow, kok perbandingannya jauh banget ya? ga heran, kalau penduduk desa miskin-miskin yang kaya distributor dan pedagang.

Petani di desa menjual 1 kg singkong hanya dengan harga Rp. 400. padahal ketika aku pergi ke kota untuk membeli oleh-oleh, harganya juga mahal. Getuk goreng terbuat dari singkong dan gula merah. Aku membeli 0.5 kg getuk goreng dengan harga Rp. 10.000. Jadi, harga 1 kg nya adalah Rp. 20.000. lalu untuk selondong keju. Hmm.. namanya sih selondong keju, tapi bahan dasar utamanya tetap singkong dan diberi perasa keju. harga 1 bungkusnya Rp. 10.000. lagi-lagi berbahan dasar singkong, yang kalau kita beli di petani hanya rp. 400/kg. Ga rela juga nich! Sebab pohon singkong membutuhkan waktu 1 tahun untuk tumbuh. memang sih pohonnya mudah untuk ditanam dan banyak, tapi kira-kira dong yang membeli dari petani, masa hanya Rp. 400/ kg?

Hmm mungkin ini ulah tengkulak di desa. Mereka membeli dari petani dengan harga sangat murah dan dijual ke kota dengan harga yang jauh lebih tinggi. Seandainya kita bisa putuskan jalur ini, maka pentani bisa mendapatkan harga yang lebih baik dan lebih pantas untuk jerih lelah mereka.

Mari kita lihat kebutuhan hidup mereka. Jika mereka sakit, sekali ke dokter harus mengeluarkan uang Rp. 35.000 dan itu hanya untuk uang dokternya saja, belum termasuk obat. Lalu jika harus berobat jalan ke rumah sakit, sekali menemui dokter bisa Tp. 100.000-150.00. Wah.. uang dari mana? belum lagi untuk sekolah anak. pantas saja, jika pendidikan anak di desa hanya lulus SD atau  SMP, lalu nikah muda.

Sesungguhnya, jika ada yang mau membantu mereka untuk meminjamkan modal usaha, seperti membeli bibit tanaman yang yang nilai jualnya lebih baik, taraf hidup mereka bisa lebih baik. Di sebuah desa, ada beberapa petani yang berhasil menanam Strawberry dan mereka memiliki penghasilan yang cukup besar darinya. tetapi untuk membeli bibit dan peralatannya dibutuhkan modal sekitar Rp. 5.000.000. Ya bagi yang tidak punya modal besar tentu tidak bisa menanam strawberry.

Disisi lain, kita juga bisa bantu mereka untuk kualitas packaging. Jika kita bisa memotivasi mereka untuk menghasilkan kualitas yang baik, tentu kita juga bisa merambah pasar international. Hmm.. bukan mustahil sih! buktinya hasil kerajinan tangan ibu-ibu di sungai Tiram, Jakarta sudah pernah kami kirim ke berbagai negara seperti Jepang, Singapore, dan Australia. Well.. walau masih dalam kuantitas sedikit, tapi kan sudah go international . heheehehe. Keren kan?!

Sebelum kami mission trip, ko Sonny hanya memininta kami untuk membuka mata lebar-lebar, supaya kami juga bisa tahu apakah yang bisa kita follow up untuk membantu mereka. Hmm… Jika Tuhan menghendaki semoga kita bisa balik ke sana untuk do something. bukan hanya untuk penginjilan, tetapi juga membantu meningkatkan taraf hidup mereka.

Kami dari tim CPM(Cross Project Ministry) sedang menggodok hal ini. Ada kesempatan dan juga celah yang sedang coba kami gumulkan dan usahakan untuk membantu mereka. Well, kalau di list sebenarnya banyak sekali yang bisa dilakukan. tetapi kami masih kekurangan tenaga, sebab kami hanya bertiga. Kami masih berharap ada yang mau bergabung dengan kami. Jika anda membaca tulisan ini dan terbeban untuk bergabung, doakanlah dan hubungi kami. Kita bisa diskusikan apa sumbangsih yang bisa kita berikan. Semakin banyak tangan akan semakin baik.

Ketika para motivator sedang mendengungkan hidup sukses dan mikirkan diri sendiri, ada baiknya kita membuka mata kita ke desa dan lihatlah saudara-saudara kita disana.  Tuhan mempercayakan kepada kita harta dan keahlian, semua itu bukan hanya untuk diri kita sendiri. Tetapi juga untuk membantu sesama kita. Jika kita mau bergandengan tangan, kita bisa membantu mereka agar dapat memiliki kehidupan yang lebih baik.

namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.

(Galatia 2:20 A)

3 Komentar (+add yours?)

  1. Trackback: Cross Project Ministry » Yuk Bantu Desa
  2. Luki
    Mei 02, 2010 @ 14:23:41

    Hi
    Saya tertarik dengan Cross Project Ministry kira2 sejak 2 thn yg lalu, tapi tidak pernah terpikir utk bergabung krn saya tidak tinggal di Indo lagi. Ditempat tinggal saya sekarang, saya bergabung dengan Samaritans Purse utk memberi hadiah buat anak2 di hari Natal. Tapi saya selalu terbeban utk Indonesia. Saya harap ini tidak menjadi halangan utk bergabung. Saya hobbynya origami & merajut.
    Thanks
    Luciawaty

  3. Soegianto
    Mei 07, 2010 @ 06:04:18

    hi Luciawati,
    Senang sekali mendengar Luci terbeban dengan Crossprojectministry, menurut saya jarak tidak akan menjadi penghalang besar ketika kita melayani, karena ada bagian-bagian dimana Luci bisa berperan lebih aktif dibandingkan kita yang di Jakarta, jika tidak keberatan saya akan kirimkan kegiatan kami ke Luci…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: