Menulis Cerpen


Pertama kali aku menulis cerpen itu saat aku akan menginjakan kaki di bangku SMA. Terinspirasi dari temanku , Jessica yang juga menuliskan cerpen. Waktu itu computer belum terlalu populer dan aku masih menuliskannya dengan tangan di sebuah buku tulis. Sebuah kisah cinta yang sedih yang membuat teman-temanku merasa sedih dan jengkel dengan kisah akhirnya. hahhahaha…. sengaja, biar kisahnya nempel terus dipikiran mereka. Cerpen kedua yang aku tuliskan masih berkisah tentang cinta. Yang ini diawali dengan kisah konyol dan akhirnya happy end (as a request, masa sih nulis kisah sedih melulu) Kisah kedua ini, malahan ada yang minta dilanjutkan hahahah jangan ah, entar kayak sinetron yang ga ada habis-habisnya.

Waktu yang terus bergulir, tahun demi tahun berlalu. Meskipun sudah lama tidak pernah menuliskan cerita lagi, tapi kerinduan itu tetap ada. Dua minggu yang lalu aku mendapatkan formulir lomba menulis cerpen dan novelet berdasarkan Alkitab yang diselenggarakan oleh BPK Gunung Mulia. Secara logika, aku berfikir ini kesempatan aku untuk mengejar impianku untuk menulis cerita fiksi namun sarat dengan nilai – nilai kristiani. Maka aku pun bertekad untuk mengikuti lomba ini.

Disela-sela waktu yang ada aku mulai observasi tentang cuplikan Alkitab yang ingin aku tulis. Namun di luar dugaan, semua terasa begitu berat. Jika aku PA untuk mendalami Firman Tuhan, mungkin aku bisa menggali secara global dan inti pesan yang ingin disampaikan. Tetapi untuk dapat menuliskan kisah Alkitab, dibutuhkan jauh lebih detail daripada menulis renungan. Contoh: tentang geografis kota Yerusalem, dan juga padang gurun, dimanakah para imam tinggal, dimana letak mezbah pembakaran ukupan. Kapan waktu pembakaran ukupan., dll. uaaaa banyak banget detail yang aku tidak tahu.

Beruntung ada hamba-hamba Tuhan yang mau ditanyain setiap waktu lewat YM hahahah, ada juga yang pinjamin ensklopedi, dll. Well tapi semua terasa masih berat. Kalau nulis cerpen fiksi mah tinggal menghayal. kalau ini, kudu observasi sedetail-detailnya. mulai dari budaya, geografis, nilai teologis, cara berfikir, dll. HIks! pusing banget. Kemarin saja seharian berkutat dengan laptop, Alkitab dan ensiklopedi tetapi hanya menghasilkan 3 halaman saja. en.. setelah di telaah lagi, ada beberapa hal yang masih salah en harus dirubah. uaaaaaa….. kok rasanya pesimis amat. kepikiran mau nyerah! (well, bukan gua banget! ) Abisnya kebanyakan mikir sampai rasanya lebih capek daripada hiking. aa a a a  kaki lemes, kepala pusing. huhuhuhuhu

Hanya kembali berfikir mengapa sih aku menulis? Aku pernah berdoa kepada Tuhan, ampunilah aku jika terbesit dalam hatiku menulis hanya untuk menggapai cita-cita atau mengejar uang kalau menang lomba. Tetapi aku ingin sekali orang yang membaca tulisanku bisa mendapatkan berkat. Sehingga aku harus fokus apa yang Tuhan inginkan agar aku sampaikan,  bukan sekedar menampilkan kemampuan menulisku. Kalau dilihat dari perkembangan yang ada, rasanya aku pesimis dapat menyelesaikan tulisan ini sesuai dengan batas waktu yang diminta oleh panitia. Tetapi aku berpikir, tak mengapalah sekalipun tidak dapat mengikuti lomba ini. Tetapi aku bisa menghasilkan karya yang baik yang dapat aku persembahkan kepada Tuhan. Kerinduanku, siapapun yang membacanya dapat mengerti Firman Tuhan dengan jelas, tidak sesat tentunya. hahaha. dan tentu saja, berharap Firman Tuhan ini hidup dan berbicara secara pribadi pada pembaca. Jadi sekalipun tidak ada penerbit yang melirik, ataupun gagal mengikuti lomba, aku akan tetapi berjuang untuk menulis dan menyelesaikan cerita ini. Hmm. sangat berharap bantuan dari teman-teman dan tentu saja yang terutama adalah hikmat dan kekuatan dari Tuhan. Kiranya Tuhan menolongku. amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: