Dalam Genggaman Kasih Tuhan


Apakah yang dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan? Tidak ada. Roma 8:35-39. Itulah yang saya rasakan.

Seorang Vonny yang dulunya begitu super sibuk dengan segudang pelayanan di gereja, akhir-akhir ini menjadi benar-benar hampir tidak ada pelayanan di greja. Well, di gereja loh ya. Status sih pengurus di PWG, tapi sayangnya PWG nya sendiri tidak jalan karena pergantian pembina. Karena satu dan lain hal, saya keluar dari Kelompok Kecil. Seharusnya punya lebih waktu untuk menulis, tetapi kenyataannya yang muncul adalah segudang permasalahan yang menguras pikiran dan perasaan saya. Pada akhirnya, menulispun berjalan terseok-seok.

Diluar dugaan, dalam kondisi yang kacau ini, saya justru mendapat banyak dukungan doa dan perhatian dari saudara-saudara dalam Kristus yang tidak saya kenal. Mulai dari teman-teman di millis Kristen, sampai ke Saddleback Church di Callifornia, Amerika. Saya sendiri tidak habis berpikir, mengapa mereka mau memperdulikan saya, yang jelas-jelas bukan anggota gereja mereka. Saya ada di negara asing yang nun jauh disana. Sedangkan mereka sendiri memiliki ribuan jemaat yang harus diperhatikan. But, bahkan seorang pastor mau berbincang-bincang dan mendoakan pergumulan saya. Saya benar-benar terkejut.  Mengapa? Saya banyak kenal dengan hamba Tuhan. Kebanyakan, Hamba Tuhan di Indonesia itu super sibuk. Jadi, kalau sudah tidak pelayanan di gereja saya lagi, biasanya sudah makin susah dihubungi ataupun diminta waktunya. Ya.. maklumlah, kan mereka juga sibuk dan mereka tahu bahwa saya juga punya hamba Tuhan di gereja saya yang seharusnya bisa membantu saya. Tetapi ini lain. Saya sendiri sampai kaget. Bagaimana mungkin mereka begitu peduli dengan saya?

Malam ini, saat saya mendengar kotbahnya secara online, saya baru sadar. Pastor Tommy Hiliker membawakan Firman Tuhan yang benar-benar menempelak saya. Dia katakan Tuhan punya rencana khusus untuk setiap hidup kita. tetapi masalahnya apakah kita mau memberikan diri kita untuk dipakai-Nya? Jika mau, itu berarti kita harus mau diinterupsi hidupnya untuk menolong orang. Kita harus selalu siap sedia dan sungguh-sungguh mengasihi orang-orang yang membutuhkan pertolongan. Tuhan mengasihi mereka dan ingin agar kita juga mengasihi mereka. Pastor Tommy bertanya, apakah kita mau menjadi gereja yang seperti itu? yang selalu mau diinterupsi, dan siap sedia untuk menolong orang lain, mereka yang terluka, mereka yang tersesat, mereka yang mebutuhkan untuk dibawa pada Yesus, apapun harganya? Apakah saya mau menjadi orang yang seperti itu? Saya menjawab dalam hati saya, “yes, you has already became that church”.

Saya bertanya pada diri saya sendiri. Bagaimana dengan saya? Selama ini saya punya berbagai rencana dan impian. Saya sungguh berharap semua bisa berjalan seperti yang saya rencanakan. Pada kenyataannya, saya sendiri tidak mampu untuk melaksanakannya. Dalam keadaan terluka, saya ditolong oleh orang asing. Saya dibangkitkan kembali oleh Gereja yang nun jauh disana. Tetapi saya sadar satu hal, saya sungguh berada didalam genggaman kasih Tuhan. Apapun kondisi yang saya alami, Tuhan selalu mengutus anak-anak-Nya untuk menolong saya, bahkan orang-orang yang tidak saya kenal sebelumnya. Saya bertanya pada diri saya sendiri, apakah hidup saya juga mau diinterupsi oleh Tuhan? Apakah saya juga mau memberi diri untuk mengasihi orang-orang yang Tuhan kasihi, meskipun itu berarti ada harga yang harus dibayar?. Ya, aku mau bangkit, aku mau memberi diriku lagi untuk orang-orang yang Kau kasihi.  O God please help me be what You want me to be.

Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: