Terserah Tuhan :)


Akhir-akhir ini saya benar-benar belajar untuk melepaskan apa yang ingin saya raih. Setelah berjuang sekian lama untuk meraih impian, pada akhirnya menemui jalan buntu. Saat apa yang pernah ada ditangan terlepas dan tidak dapat kembali,hati ini hanya dapat merelakannya untuk pergi dan tak berharap untuk kembali. Pada akhirnya saya mengingat akan resolusi tahun 2011 yang lalu. Sepertinya Tuhan benar-benar menjawab doa saya dengan cara-Nya. inilah sepenggal resolusi saya diawal tahun 2011.

————

Lalu, apakah yang hendak saya gumulkan untuk ditahun 2011? Saya lelah untuk bergulat dengan Tuhan. Dalam ketidakmengertian dan keterbatasan akhirnya saya memutuskan untuk menyerah. Saya menyerahkan semua dalam tangan Tuhan, semua impian saya, semua rencana saya, semua pelayanan saya. Jadi saya tidak memasang target apapun untuk semua hal itu. Jangan bertanya pada saya, kapan buku saya akan terbit? Berapa banyak renungan yang akan saya tulis perbulannya? Atau bagaimana dengan karier saya kedepan? Kapan married? Atau kedepan mau ambil pelayanan apa? Saya tidak tahu. Namun ada satu yang ingin saya lakukan, adalah memperbaiki kualitas hubungan pribadi dengan Tuhan.  Belajar kembali untuk menikmati-Nya. Mungkin hal yang paling penting untuk saya perhatikan adalah, pembentukkan apa yang sedang Tuhan kerjakan dalam kehidupan saya.

 

Meraih itu sulit, tetapi melepaskan itu juga sulit. Belajar untuk tentram dan hanya puas dalam hadirat Tuhan itu jauh lebih sulit. Aku merenungkan apa kata Paulus, “ aku membuang semua (menganggapnya sampah) untuk memperoleh Kristus. Hmm pasti pada mau berkomentar.. “ itu konteksnya kan keselamatan” ya.. bagi aku itu tentang letak rasa bangga dan ketentraman hati. Apa sih yang saya andalkan? Apa sih yang saya banggakan? Apakah kenginan saya untuk meraih semua itu jauh lebih besar daripada kerinduan saya untuk semakin mengenal Kristus dan tentram didalam-Nya? Saya hanya ingin belajar tidak berbantahan, tidak lagi mempertanyakan jua tidak lagi menggebu-gebu pada semua impian saya. Semua inilah yang saya maksudkan dengan ” melepaskan”. dan semua dimulai dari hati ini.

———

 

Saat hardisk laptop saya rusak dan kemungkinan besar saya akan kehilangan semua naskah buku yang telah saya ketik, saya hanya bisa kembali untuk berserah apda Tuhan. Berusaha untuk menikmati hari-hari tampa mengetik. Saat saya membuang impian saya untuk mejadi penulis buku, saya masuk dalam perenungan pribadi yang semakin dalam bersama dengan Tuhan.kembali hati dan motivasi saya dimurnikan.

Saat saya kehilangan orang yang saya cintai, meski perih namun pada akhirnya saya melepaskannya pergi dari hati saya.  Saya berandai-andai, bagaimana jika saya tidak tidak menikah? Hmm.. rasanya dunia juga tidak akan kiamat. hahahhahaha…Walaupun saya hidup ditengah keluarga besar yang menginginkan saya untuk memiliki rumah tangga sendiri, tetapi toh menikah itu bukan tujuan hidup. Jadi biarkanlah orang mau bilang saya apa. Yang pentingkan apa kata Tuhan. hehehehe. Namun yang saya pikirkan hanya mama, tentang keinginannya untuk mendampingi saya saat memakai baju pengantin dipelaminan.  Entahkah doa dan harapannya akan dikalbulkan oleh Tuhan atau tidak, saya juga tidak tahu.

Kita hidup didunia ini yang hanya melihat apa yang kita miliki. Kita berusaha meraih semua yang terbaik yang bisa kita dapatkan. Tak dapat dipungkiri, kita hidup di dunia yang melihat pada materi, kedudukan dan kekuasaan. Kita akan merasa senang ketika orang banyak menganggumi dan menghormati kita. Bahkan dalam dunia rohani saja, kita akan terkagum-kagum dengan hamba Tuhan besar dan terkenal dan memiliki banyak prestasi.  Baik dalam dunia sekular maupun rohani, orang sangat mengutamakan produktivitas. Harga diri tergantung dari berapa besar prestasi yang telah diraih.

 

Beruntungnya Tuhan tidak mencintai saya dari prestasi, penampilan dan kekayaan saya. saya tidak perlu memiliki sesuatu dulu agar Tuhan dapat mencintai saya. Ketika saya masih berdosa, Tuhan telah mati untuk saya. Ketika saya masih ada didalam kandungan ibu saya dan belum dapat melakukan apapun, Tuhan telah memilih saya.  Sebab cinta Tuhan adalah cinta yang tampa syarat. Itulah yang membuat diri saya tenang. sebab sekalipun saya jatuh dan membuat-Nya terluka, namun Tuhan tetap akan mencintai saya dan membawa saya kembali kepada-Nya. Meskipun mungkin saya diremehkan dan direndahkan orang lain, namun Tuhan tetap menganggap saya berharga dimata-Nya.

Yang saya tahu, Tuhan menginginkan saya bertumbuh secara karakter agar semakin menyerupai Kristus. Pernikahan adalah sarana yang Tuhan sediakan untuk manusia dapat bertumbuh. Karena dalam pernikahan, kita harus saling menyerahkan diri kita pada pasangan dan tidak menjadi egois. Pernikahan adalah rencana Tuhan dan inisiatif dari Tuhan sebab ada rencana yang mulia dalam pernikahan. Saya yakin Tuhan yang paling tahu, kapankah saya siap untuk memasuki pernikahan. Untuk itu saya berdoa, Tuhan tolong persiapkan saya agar dapat menjadi istri dan mama yang baik kelak.

 

SEANDAInyapun Tuhan menganggap saya tidak perlu masuk dalam pernikahan, saya pikir itu juga yang terbaik bagi saya.  Apapun penilaian orang lain tentang diri saya, toh tidak akan memperngaruhi sampai kekekalan. hahahah Harga diri saya juga tidak bergantung pada penilaian orang lain. Pernikahan bukan untuk mendapatkan status koq.🙂 Trus, ketakutanpara single pada umumnya,” bagaiamana kalau nanti kesepian?” hmm…. iya.. kan masih punya keluarga. punya keponakan, punya teman, dan yang pasti punya TUHAN. ya walaupun memang ada yang beda antar cinta saudara, cinta teman, dan cintanya Tuhan ma cinta dari kekasih.   well, disorga juga ga ada cinta erros koq. tidak semua orang  uhan ijinikan untuk mengalaminya. ya yang pasti hari-hari yang dilewati kan selalu bersama dengan Tuhan. Tuhan pasti akan memampukan dan menyediakan apa yang saya perlukan.

Demikian juga dengan menjadi seorang penulis. Saya ingin sekali dapat memberkati banyak orang lewat tulisan saya. tetapi saya percaya bahwa Tuhan tahu kapan saya siap untuk hal itu. Dan SEANDAINYA Tuhan tidak mengijinkan saya untuk menulis buku sekalipun, saya pikir itu juga tidak mengurangi cintanya Tuhan bagi saya. Saat ini  Tuhan sudah begitu bermurah hati dengan memberikan kepercayaan untuk memberkati banyak orang lewat renungan harian yang saya tulis. Kalau saya pikir, saya ini juga tidak layak untuk semua itu.Semua adalah anugrah-Nya semata.

Jadi, kembali seperti kata-kata dalam resolusi tahun baru saya ditahun 2011. kapan married? kapan bukunya terbit? “Ayee  GA TAUuuu…!!! Terserah Tuhan dah! ”🙂 Toh semua tidak mempengaruhi keselamatan saya. toh semua tidak memperngaruhi cinta-Nya pada saya. saya percaya, Tuhan tahu semua yang terbaik koq.🙂 Percaya saja. Nikmati saja hidup ini, apapun keadaannya.

Ketika saya hidup dalam penyerahan penuh, ada damai yang meliputi hati saya. saya teringat, perasaan yang sama ketika saya pada akhirnya dapat menikmati hari-hari saya sebagai kasir, terserah apa kata orang. Saat ini saya memang tidak lagi sebagai kasir. Kerjaan saya saat ini lebih stress daripada hanya sebagi kasir. hahahhaha tetapi apapun permasalahan yang saya hadapi, saya dapat melaluinya bersama dengan Tuhan. Apapun permasalahan yang dihadapi di kasir, dapat saya sikapi dengan bijak, karena saya pernah menjadi kasir. hehehhe. Dulu saya berdoa agar Tuhan mengirimkan seorang kasir yang cinta dan taat pada Tuhan. Puji Tuhan, semua menjadi kenyataan.

 

Saya tahu, bahwa saya sedang dalam proses pembentukan dari Tuhan. Pembentukan untuk apa? saya juga tidak tahu. yang pasti, saya akan berusaha menikmati hari-hari saya sebagai seorang single dan seorang penulis renungan tampa laptop. hahahahaha…… Kalaupun suatu saat Tuhan mempercayakan pada saya sesuatu yang lebih, saya percaya Tuhan tahu bahwa waktunya sudah tepat dan saya sudah siap. Saya tidak pernah sendiri, apapun yang terjadi.

Roma 8: 37-39

37  Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.
38  Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang,
39  atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Amin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 Komentar (+add yours?)

  1. t1nez
    Mar 31, 2012 @ 01:07:44

    Saat kita sudah tidak ada motivasi atau keinginan pribadi dari dalam diri kita di saat itu Tuhan bekerja memberikan apa yang terbaik yang kita perlukan. Sebagai Bapa yang baik, tentu saja Tuhan tahu semua yang kita butuhkan. Namun terkadang Tuhan masih menunggu saat yang tepat untuk memberikannya.

    Bagian kita adalah tetap berserah, tetap berdoa dan tetap melakukan bagian kita, yang terbaik untuk Tuhan. Tenang aja Von, soal jodoh Tuhan memiliki rancangan tersendiri, Dia tahu yang terbaik untukmu🙂 Tetap semangaaat yaaa… Cia youuu..

  2. vonnythay
    Mar 31, 2012 @ 03:28:13

    Thanks ya tines.🙂 Selamat juga buat kamu. Doanya sudah terjawab.🙂 Btw, kapan nich nikahnya? Heheheh saya sudah lihat foto pre-wed nya di FB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: