Saat Melangkah dalam Ketaatan


Rasanya sudah lama tidak menjawab panggilan Tuhan dengan iman. Ditengah sebuah kondisi yang tidak mudah, Tuhan berikan kekuatan untuk berjalan di jalan-Nya untuk melakukan apa yang Dia minta.

Pada akhirnya saya memberanikan diri untuk melangkah kembali ke Sungai Tiram untuk melakukan training, meskipun tidak ada tim yang bisa menemani, walaupun belum ada pesanan. Kondisi saya juga tidak mudah, karena ada hal penting lainnya yang juga sangat memerlukan perhatian dan waktu saya. Saya yang sering kali memberontak ini, kali ini belajar untuk taat tanpa berbantah-bantahan dengan Tuhan. Disuruh kerjakan, ya kerjakan.🙂

Saya teringat akan kisah Yoshua yang menyeberangi sungai Yordan. Saat Tuhan memerintahkan mereka untuk menyeberangi Sungai Yordan, Saat itu air Sungai tetap deras. Mereka pasti pernah mendengar kisah Musa yang membelah laut merah, tetapi pada saat itu Musalah yang meminpin mereka. Kini musa sudah tidak ada, dan Yoshualah yang menggantikan. Namun saat mereka mau taat untuk melangkah, tepat saat kaki para imam yang mengangkat tabut perjanjian menyentuh air sungai, baru air sungai terbelah dan terputus.

Kurang lebih seperti itulah yang saya alami saat ini. Saat saya memberanikan diri untuk taat dan melangkah, saya melihat Tuhan membuka jalan. Pesanan dan dukungan untuk proyek ini terus mengalir hingga saat ini, jadi waiting list. ya, mungkin tidak sebesar tahun-tahun yang lalu. tetapi bagaimanapun juga, dukungan ini mengalir dari orang-orang secara pribadi.  Puji Tuhan saya juga mendapat  dukungan dari tim pelayanan CPM. Saya tahu, saya memang tidak sendirian. Puji Tuhan juga, saya masih bisa membagi waktu saya dan menghandle semuanya.

Saya teringat pada sebuah statement dari Buku ” A Fish out of water” yang mengatakan “Visi manusia mendorong kita untuk menekan diri kita sendiri hingga mencapai batas kemampuan. Visi Tuhan mendorong kita untuk berlutut dalam penyerahan diri, kerendahan hati, dan ketaatan.” 

Terima kasih Tuhan untuk semua pelajaran kehidupan sepanjang tahun ini. Sungguh, tahun ini bukanlah tahun yang mudah untuk dilalui. Namun tahun ini saya melihat begitu banyak penyertaan Tuhan dan kasih Tuhan yang begitu indah dan kehidupan saya. Akhirnya saya bisa menutup tahun dengan sikap hati yang mau taat untuk berjalan dalam kehendak-Mu dan mau kembali percaya dan berserah. Sekalipun masih ada doa yang belum terjawab, namun saya percaya bahwa Tuhan punya rencana yang baik dalam kehidupan saya. Percaya saja, sekalipun belum melihat.🙂

 

 

 

 

2 Komentar (+add yours?)

  1. abigail
    Apr 01, 2013 @ 07:17:51

    saya suka semua tulisan2mu..terutama yang ini. Enth kenapa beberapa hari ini tiap liat kata “TAAT ” , Seperti ada yg meluap-luap di hati.
    anyway, keep on writing ya sista..Gbu.

  2. vonnythay
    Apr 01, 2013 @ 08:44:33

    Terima kasih. Abigail🙂
    Sepertinya Tuhan sedang memanggilmu untuk sebuah pekerjaan khusus ya?
    Sesuai dengan judul artikle ini, melangkahlah dalam ketaatan. God be with you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: