Merayakan kasih setia dan anugrah Tuhan


Hari ini  pho-pho (nenek) merayakan ulang tahun yang ke-84 tahun. Sebuah sukacita  tersendiri bisa merayakannya secara sederhana bersama dengan keluarga besar di rumah kami.Puji Tuhan, karena diusianya yang ke-84 ini pho-pho masih diberi kesehatan yang baik.Bukan hanay itu,  Kami kembali bercerita tentang karya dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan kami. Sungguh adalah sebuah mujizat yang ajaib dalam kehidupan mama.

ya, setelah beberapa bulan kami sekeluarga berada dalam ketegangan dan kesedihan karena kesehatan mama, kini kami berseuka cita merayakan ulang tahun juga kesembuhan mama. Kami mengingat disaat-saat kondisi mama yang terburuk, dan bagaimana TUhan memimpin. Mulai dari mencegah dokter untuk memakai obat yang mahal dan keras, karena ternyata mungkin mama tidka akan sanggup bertahan jika memakai obat itu. Lalu ketika kondisi mama yang lemah, bahkan untuk dudukpun tidak kuat. Lalu mama tidak mau makan. Saya berusaha membujuk mama untuk makan, namun tetap tidak bisa. Saya teringat, saya duduk di lantai di belakang pintu, disamping tempat tidur mama. Saya bicara dengan kesal  dan sedih ” untuk apa Vonny beli dan masak makanan yang bergizi tetapi kalau mama tidak mau makan?” Saat itu mama hanya terdiam. Saya keluar kamar dengan perasaan yang hancur. Saya berusaha untuk tegar dihadapan mama. Tetapi saat itu saya tidak dapat menahan kekesalan dan ketakutan saya. Tetapi ada pho-pho yang tidak menyerah. Pho-pholah yang menyuapi mama makan sampai habis. pho-pho berkata, ” Tuhan yang memberi kamu makan, kamu harus makan”. Papa yang bilang, hanya pho-pho yang bisa membuat mama mau makan.

Ya, bahkan kini pho-pho berkata pada anak-anaknya dengan nada yang mau menangis” anak-anak, kamu semua harus di dalam Tuhan” . Saya hampir tidak menyedari pertumbuhan iman pho-pho yang begitu pesat karena mengalami sendiri penyertaan Tuhan dalam kehidupan mama. Pho-pho yang terus mendampingi mama, menyaksikan sendiri disaat-saat mama yang paling lemah, sampai dengan kini mama yang sudah sehat dan dapat kembali beraktivitas. Pho-pho yang terus berpesan kepada ii (bibi) saya untuk ke gereja, percaya Tuhan Yesus dan berdoa kepada-Nya.  Khiw  (paman) Chiang dan istrinay bilang ” dulu kami bingung, bagaimana caranya pho-pho imannya bisa bertumbuh? dia tidak bisa baca Alkitab. Tetapi ternyata Tuhan punya cara-Nya sendiri untuk membuat imannya bertumbuh, yaitu melalui kehidupan mama.

Kami mengingat bagaimana Tuhan membuka jalan untuk menyediakan obat yang diperlukan. Saat itu, ada satu obat yang sudah habis di RS di jakarta. Menurut ayayasan, obat itu sudah habis karena ketiga pabrik sudah berhenti produksi selama beberapa bulan. semua apotik besar juga tidak ada stock. Supllier juga kehabisan stock. Kami sduah kebingungan, harus mencari kemana. Cara Tuhan memang ajaib. Seorang teman dari teman saya yang adalah seorang dokter di Bali mengatakan bahwa di RS tempat dia praktek masih ada stock. Dan besok dia mau ke Jakarta. Kami bertemu di bandara untuk mendapatkan obat itu. Dia tidak mengambil keuntungan sepeserpun, niatnya tulus untuk membantu, padahal kami tidak saling kenal. Obat yang sulit didapatkanpun Tuhan kirimkan dari Bali ke Jakarta dengan cara yang ajaib dan tepat pada waktunya.

Saat semua orang sudah pulang, saya termenung di dalam kamar. Bayangan akan masa-masa kelam itu sudah berlalu. Malam ini kami bisa tersenyum dan tertawa bersama. Kami tahu, bahwa Tuhan yang kami sembah, Dia sungguh hidup. Tuhan itu sungguh meminpin dan memberikan anugrah-Nya dalam kehidupan kami. Malam ini, kami bukan hanya merayakan ulang tahun pho-pho, tetapi juga merayakan kasih setia dan anugrah Tuhan dalam kehidupan kami. Doa kami, semoga Tuhan membuka pintu hati saudara-saudara kami yang belum percaya untuk dapat melihat bahwa sungguh Tuahn yang kami sembah adalah Tuhan yang hidup.

Badai sudah berlalu. Terima kasih Tuhan untuk kasih-Mu yang ajaib dalam keluarga kami.

2 Komentar (+add yours?)

  1. Martinez Meinardi (@t1nez)
    Jan 17, 2013 @ 01:37:36

    Wah kalau sekarang justru keluarga kami yang sedang menghadapi badai. Tapi puji Tuhan, Yesus selalu menyertai.. Tidak akan ada pelangi jika tidak ada hujan..

  2. vonnythay
    Jan 17, 2013 @ 02:57:38

    yup. akan ada pelangi sehabis hujan.
    Keep your faith🙂
    bagaimanapun juga Tuhan kita itu baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: