Dancing in the Rain


Akhir-akhir banyak hal yang berkecamuk dalam pikiran saya. Entahlah, ada hal yang bisa diperjuangkan dan dikerjakan dengan sekuat tenaga, tetapi ada hal yang rasanya diluar kendali saya.

Saya memang tidak mengerti jalan pikiran Tuhan, juga tidak tahu akan rencana-Nya. Namun ketika yang terjadi terasa membingungkan, saya hanya punya iman agar dapat terus melangkah.  Saya hanya tidak ingin menjadi para murid yang terus ketakutan ketika berhadapan dengan badai, walaupun sudah setiap hari melihat mujizat demi mujizat terjadi. Saya tidak ingin Tuhan marah dan kembali berkata ” mengapa kamu  takut? mengapa kamu tidak percaya” Namun jika saya memikirkan lebih jauh, saya harus percaya seperti apa? iman seperti apakah yang harus saya miliki?

 

Satu hal yang saya tanamkan  dalam benak saya, bahwa Tuhan itu baik. Tuhan tidak punya maksud yang jahat. Saya tidak ingin mempertanyakan semua itu lagi. Saya hanya tahu bahwa Tuhan punya pertimbangan-Nya sendiri yang tidak saya mengerti. Disaat-saat seperti inilah saya belajar untuk tetap tenang, walaupun kuatir. Saya belajar untuk tetap percaya bahwa Tuhan mendengar semua doa saya dan memberikan yang terbaik.

 

Kemarin saya shooting video kesaksian singkat tentang pertobatan saya dan juga pergumulan sampai orangtua percaya Tuhan. Jujurnya kemarin pagi saya masih down dan setengah hati. dalam pikiran yang bergolak itu saya menelpon Pdt Riand dan bercerita banyak hal. Minimal itu membuat saya lega. Pak Riand yang bertahun-tahun lalu menjadi tempat curhatan saya dan keluarga, saat ini melayani di Jogja. Ya, saya juga kehilangan orang-orang yang mensupport saya untuk tetap menulis. Pak Riandlah orang yang selalu mensupport dan mebimbing saya dalam menulis.

Life must go on. Saya hanya tahu bahwa selama saya hidup, artinya tugas saya belum selesai. Entahkah apa yang akan terjadi di depan, saya hanya tahu bahwa God is still in control.  Saya hanya bisa berserah dan percaya kepada Tuhan. entah apa yang Dia ijinkan terjadi dalam kehidupan saya, saya hanya tahu bahwa kehidupan saya adalah suratan yang terbuka bagi Kristus.  Saya yakin, Tuhan tentu lebih peduli pada nama baik-Nya sendiri kan? hehehehe

Apa yang saya lakukan akhir-akhir ini? Hanya berusaha untuk tetap tersenyum dan tenang. Tentu saya terus melakukan semua yang terbaik yang bisa saya kerjakan.

 

Terkadang kita tidak dapat menghentikan hujan.

Karena itu, menarilah meski dalam rinai hujan.

langit tak selamanya kelam

Akan ada saatnya mentari kan bersinar

Dan kau akan melihat indahnya pelangi membentang

Satu hal yang pasti, bahwa Tuhan yang berkuasa

Dia mengasihi kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: