Few days life without mom


Sudah lebih dari 7 hari menjalani hidup tampa dampingan seorang mama rasanya sungguh berbeda. Tidak ada lagi tempat untuk curhat, tidak ada yang membangunkan kalau bangun kesiangan, dll. Sebaliknya saya benar-benar kewalahan dalam mengatur waktu dan rumah tangga. Saya rada pusing, tidak tahu mama menaruh kunci lemari dimana. Well, baru itu yang ketahuan, yang mungkin ada kunci-kunci lainnya yang saya tidak tahu.

Setahun yang lalu, saya bergumul keras untuk kesembuhan mama. Saya berpikir bahwa saya kan kehilangan iman saya dan hidup dalam kepahitan jika Tuhan mengambil mama. Tetapi diluar dugaan saya, tapi tentu saja Tuhan sudah mengetahui dengan jelas, keadaan tidak seburuk yang saya bayangkan. Setidaknya saya tidak hidup dalam kepahitan pada Tuhan. Sebaliknya, saya mengimani bahwa keputusan Tuhan ini adalah yang terbaik, meskipun bukanlah hal yang saya ingini. Satu hal yang membuat saya tenang, adalah karena mama sudah di dalam Kristus. Dengan demikian, semua dosa mama sudah ditanggung Tuhan Yesus dan ia kini bahagia di surga bersama dengan Kristus. Perpisahan kami hanyalah perpisahan sementara. Perpisahan ini tidak dapat dihindari, hanyalah masalah waktu. Cepat atau lambat, kematian akan memisahkan kita dengan orang-orang yang kita kasihi.

Teman-teman dan para hamba Tuhan cukup mengkhawatirkan keadaan saya. mereka tahu semua pergumulan batin saya, bahkan saat saya marah kepada Tuhan di beberapa waktu yang lampau. Benar-benar anugerah Tuhan semata saya bisa bangkit. Disisi lain, mama sendiri yang membuat saya tegar dan bangkit.

Adik saya yang biasanya malas bangun pagi untuk ke greja, kemarin mau bangun pagi dan ke gereja bareng dengan papa dan saya.  well, itu record sih. Wewe yang biasanya susah bangun pagi, sekarang bisa bangun sendiri dan pergi kerja tidak terlambat. Malahan pembantu saya yang bangunnya kesiangan terus, sampai saya yang harus bangunin dia. hehehe. terbalik ya?!

Kadang kalau lagi masak, sempat berpikir, ya.. banyak resep masakan yang mama belum ajarkan. Mama juga belum ajarin bikin kue. Kalau dulu minta diajarin, mama hanya bilang ” kamu kerja aja cari duit, ttg masak, tinggal pakai catering. baju dan kue tinggal beli.” Heheheh mama lebih modern daripada daku. ya, kan bagaimanapun juga figur seorang mama yang serba bisa itu masih melekat kuat dalam ingatan.

Anayway, saya masih berhutang banyak untuk menuliskan kisah kesaksian hidup mama yang luar biasa hingga akhir hayatnya. beri saya waktu ya. Saya akan abadikan semua kisah itu dalam tulisan di blog ini. Mama adalah wanita yang luar biasa. Seorang yang telah mempertahankan imannya sampai pada akhirnya. Dia memberikan teladan yang luar biasa pada semua anak-anaknya.

 

 

 

 

 

1 Komentar (+add yours?)

  1. Soegianto
    Okt 15, 2013 @ 01:04:03

    Tuliskan, bagikan, supaya dunia tahu kesaksiannya. Tuhan memberkati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: