Libatkanlah Tuhan


Masih teringat beberapa bulan yang lalu. Saat itu saya begitu stress menghadapi masalah-masalah yang bermunculan dan belum terselesaikan. Saat itu saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk mengatasinya, namun semua jalan seperti buntu. Pagi itu, entah mengapa, saya merasa diingatkan untuk mengajak rekan-rekan kerja untuk berdoa bersama. Saya teringat akan kebiasaan kami di kantor lama yang sering berdoa bersama untuk perusahaan. Jika dulu, team kami semuanya beragama nasrani, saat ini kami bhineka tunggal ika. hehehehh ya ada plus minusnya sih.

Saat itu saya mengumpulkan semua team di kantor pusat dan mengajak mereka berdoa menurut agama dan kepercayaannya masing-masing. Kami berdoa bersama di dalam hati kami masing-masing untuk pokok-pokok doa yang saya sebutkan. Saya hanya percaya bahwa usaha manusia itu akan sia-sia jika Tuhan tidak berkehendak. Saya berdoa kiranya Tuhan campur tangan untuk penyelesaian semua masalah yang ada.

Percaya atau tidak, beberapa hari kemudian, boss saya mengatakan bahwa akhir-akhir ini beliau mendapatkan kabar bagus terus. heheheh saya menjawab, ya, itu jawaban doa  bersama kami.  Kini sudah berjalan 1-2 bulan. Satu persatu masalah mulai terpecahkan. Sekalipun saat ini pekerjaan saya masih numpuk, tetapi saya sudah tidak sesetress dulu. Senin kemarin saya kembali mengumpulkan rekan-rekan untuk kembali berdoa bersama. Kami mengucap syukur untuk jawaban doa yang Tuhan berikan dan titik terang yang mulai terlihat. Kami tahu bahwa perjalanan masih panjang, tetapi selama Tuhan menyertai dan memimpin kami, kami akan sampai di tujuan yang benar.

Yer 17:5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
Yer 17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.

Manakah yang lebih penting? Berdoa atau bekerja? tentu saja kedua-duanya. Berdoa dan mengandalkan Tuhan tidak berarti kita berpangku tangan dan tidak mengerjakan apapun. Berdoa juga tidak berarti bahwa kita tidak meminta bantuan pada orang lain. Berdoa berarti kita meminta pinpinan dan campur tangan dari Tuhan. Berdoa berarti kita sadar bahwa kita terbatas dan tidak dapat menyelesaikannya dengan kekuatan kita sendiri. Berdoa berarti kita mengandalkan Tuhan. Jikalaupun semuanya terbuka dan berhasil, itupun karena campur tangan Tuhan. Demikianlah kita tidak boleh bermegah dan menjadi sombong, karena semua keberhasilan itu karena campur tangan Tuhan.

Saya masih harus banyak belajar untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik. Tetapi saya tau bahwa semua proses ini harus saya lalui untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Saya terus mengingatkan dalam hati saya  bahwa semua ini tetaplah titipan dan anugerah Tuhan. Semua ini juga adalah amanah dimana saya harus mempertanggung jawabkan semua wewenang dan tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada saya.

 

Saya bersyukur, memiliki pinpinan yang baik hati. Saya bersyukur memiliki team yang sekalipun masih harus banyak diajar dan dibimbing, tetapi mereka adalah team yang cukup menyenangkan. Sekalipun gesekan itu ada, tetapi saya terus berusaha untuk tidak terlalu melihat kebelakang. Sejauh mereka mau berubah dan terus menunjukan perubahan, itu sudah cukup bagi saya.

Berdoa dan berharap supaya semoga semua bisa lebih baik dimasa yang akan datang,. Ketika orang-orang baru bergabung, besar harapannya semua bisa mekin lebih baik lagi. Ya, jangan terlalu lama melihat kebelakang. Teruslah melangkah. Libatkan Tuhan dalam semua perencanaan dan permasalahan. Dan belajar untuk percaya pada pinpinan dan keputusan Tuhan. Bersyukurlah untuk semua yang Tuhan berikan.  Hal yang baik dan hal yang buruk sering kali bercampur dan tidak dapat dipisahkan.Tidak perlu menunggu sampai semuanya terasa sempurna untuk dapat bersyukur. Karena tidak akan pernah ada moment yang indah tampa cacat. Namun senantiasalah mengucap syukur, karena itu yang akan menyegarkan jiwa kita dan meringankan beban kita. .

 

 

 

1 Komentar (+add yours?)

  1. Joko santoso
    Nov 22, 2014 @ 10:57:36

    Horeee , ada tulisan inspiratif yang muncul lagi😀
    Kalau bisa tiap minggu lahir 1 artikel baru ya Vonny …
    Semoga makin sukses ditempat kerja dan dalam pelayanan bagi-Nya
    GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: