Selamat Tinggal Masa Lalu


AddThis Social Bookmark Button

Baca: Filipi 3:1-14

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi inilah yang kulakukan: Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku. (Filipi 3:13)

Bacaan Alkitab Setahun:
Keluaran 40

Susan telantar karena orangtuanya bercerai. Sejak kecil ia sering dicabuli tukang kebun neneknya. Ia tidak ingat kapan kehilangan keperawanannya. Sejak SMP ia sudah menjalani pergaulan bebas dan memakai narkoba. Sudah tiga kali ia mencoba untuk bunuh diri. Sampai seorang dokter mengingatkannya pada Yesus yang pernah didengarnya saat kecil. Susan bertobat dan kembali pada Kristus. Tidak peduli seberapa kelam masa lalunya, Susan belajar hidup kudus bagi Kristus dan melayani-Nya. Tuhan mengarunianya suami dan dua anak yang baik.

Rasul Paulus juga memiliki masa lalu yang kelam. Ia bangga sebagai penganiaya jemaat, bahkan Ia adalah dalang di balik kematian Stefanus. Pengenalannya akan Kristus mengubah segalanya. Apa yang dulu ia banggakan, kini ia anggap sampah karena Kristus. Paulus telah meninggalkan masa lalunya dan hidup dalam panggilan Tuhan untuk menjadi rasul bagi orang bukan Yahudi.

Melupakan masa lalu bukan berarti hilang ingatan, namun kita tidak menjadikan masa lalu sebuah batu sandungan dalam hidup kita.Tidak peduli betapa kelamnya masa lalu kita, selama kita mau bertobat dan hidup bagi Kristus, kita akan memiliki hidup yang berarti. Yang paling penting adalah, apakah kita mau meninggalkan dosa masa lalu dan memulai lembaran baru bersama dengan Kristus? Tuhan tidak menginginkan kita merasa bersalah berkepanjangan karena Dia telah mengampuni kita. Tuhan menghendaki agar kita hidup bagi-Nya dan melakukan kehendak-Nya setiap hari. Mulailah dari saat ini.—VT

SEBERAPA PUN KELAM MASA LALU KITA,
TUHAN MEMBERIKAN LEMBARAN BARU UNTUK HIDUP BAGI-NYA

 

http://renunganharian.net/2016/73-januari/1670-selamat-tinggal-masa-lalu.html

 

Sekilas tentang kisah kesaksian diatas,

Saya mendengar kesaksian ini saat masih mahasiswa di IBII. Dia mengatakan bahwa dia tidak pandai berkotbah, tetapi dia memiliki kisah hidup yang dapat dibagikan. Dia menceritakan dengan detail tentang betapa kelamnya masa lalunya. Saat dia kembali ke gereja dan belajar untuk melayani Tuhan, itu juga bukan hal yang mudah. Ya.. ada orang -orang yang menolaknya. Mereka yang tahu tentang masa lalunya tidak terima kalau dia melayani Tuhan. tetapi, dia tidak menyerah. Dia tetap melayani Tuhan. Yang luar biasa adalah komitmenya untuk hidup kudus. Kalau dipikir secara logika, apa gunanya dia hidup kudus? toh sudah tidak perawan lagi? tetapi dia mengatakan, itu adalah masa lalu saya. Saat ini saya hidup bagi Tuhan. Ketika dia berkomitmen meninggalkan semua dosa masa lalunya, Tuhan melihat dan memberikan kepadanya sebuah bonus yang luar biasa, yaitu seorang suami yang baik, yang bisa menerima semua masa lalunya. Pria ini adalah ketua komisi pemuda di gerejanya. Dia sendiri amaze akan kebaikan Tuhan.

 

Saat itu dia menantang para mahasiswa, seburuk apapun masa lalu kamu, tinggalkan semua itu. Tidak ada kata terlambat untuk kembali kepada Tuhan. Di dalam Tuhan selalu ada harapan. Di dalam Tuhan ada lembaran baru. Tuhan mengasihi kita.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Social

%d blogger menyukai ini: